Thursday, 22 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Gara-gara Sahkan Omnibus Law, Cucu Mantan Presiden Ini Sindir DPR

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:07:06 WIB - 78319
Gara-gara Sahkan Omnibus Law, Cucu Mantan Presiden Ini Sindir DPR
Melanie subono


JAKARTA -- Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh anggota DPR RI menuai banyak kontra dari masyarakat umum.

Mereka pun turun ke jalanan untuk menolak Omnibus Law karena hanya berpihak pada pengusaha, bukan pekerja dan buruh.

Salah satu masyarakat yang menyampaikan penolakannya terhadap UU Cipta Kerja adalah Melanie Subono.

Diketahui, cucu mantan presiden Habibie ini menyindir para anggota DPR RI ini sebagai pengkhianat bagi rakyat kecil.

Menurutnya, UU Cipta Kerja ini hanya berpihak pada pengusaha, bukan pekerja dan buruh.

Awalnya, Melanie Subono mengunggah sebuah artkel berita yang berjudul Omnibus Law Ciptaker, puncak pengkhianatan negara kepada rakyat.

Setuju dengan judul tersebut, anak dari musisi Adrie Subono pun menyindir anggota DPR RI dan mengucapkan selamat tidur.

"Selamat tidur ....Semoga semua orang tidur ber-AC diruang dengan kasur besar yang besok sarapan sudah siap lengkap tersedia dimeja, masuk kerja telat pun tetap terima gaji," tulis Melanie Subono dikutip di Instagram @melanesubono, Rabu (7/10/2020)

"Hai para pengkhianat, tidur tenang semalam? bobo enak? saldo bank aman? dapat proyek baru? mobil baru? sudah panggil kang pijet ke rumah, kan pegel abis miting-miting panjang?," tulis Melanie Subono,

Kemudian, Melanie Subono menyindir soal janji-janji manis anggota DPR RI kepada rakyat yang kini tak dilaksanakan. Janji-jani manis tersebut menurutnya, hanya terlontar saat akan Pemilihan Legislatif saja.

"Sudah mulai susun pidato untuk mulai pemilihan pemilihan lain kah? apa isinya? membela yang kecil? menuntaskan kasus yang tak pernah selesai?," ujar Melanie Subono.

"Apa slogan kalian kali ini? Bekerja untuk yang cilik? Sama kayak slogan-slogan yang bertebaran pas Pil-pil lain?," tulis Melanie Subono lagi.

Alasan Melanie Subono vokal menuliskan cuitannya tersebut pun diungkapkan secara blak-blakan.

Sudah mengawal kasus ini cukup lama, Melanie mengaku patah hati dengan disahkannya RUU Cipta Kerja.

"Gue udah mengawal omnibus law ini dari lama, bukan pas pengesahan ini," kata Melanie Subono dilansir dari Grid.ID, Rabu (7/10/2020).

"Tapi ya kayak orang patah hati tahu gak sih, Gue udah gak bisa komen apa-apa lagi pada dasarnya," sambungnya.

Melanie Subono pun menilai masyarakat bisa menilai sendiri jika menilik keberpihakan pemerintah.

Terlebih pengesahan Omnibus Law ini disahkan secara diam-diam.

"Sudah terbukti berarti orangnya seperti apa."

"Sekala prioritasnya sudah terbukti apa yang di atas apa yang di bawah. Dan lagi lagi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi," tuturnya

"Kalau melakukan sesuatu yang jelas sangat open. Kalau sembunyi-sembunyi ya begitu dikira-kita aja sendiri," tambahnya.

Melanie sendiri menolak UU Cipta Kerja tersebut. Karena menurutnya, tanpa ini pun masyarakat bawah sudah cukup kesulitan.

Selain memang alasan historis juga para pahlawan yang berjuang melawan penjajah.

"Kenapa perlu bersuara?"

"Karena kita setengah mati punya pahlawan dulu yang pengin membebaskan kita dari penjajah."

"Kok kita dijajah bangsa sendiri kita mau diem?" tegasnya

"Masyarakat tanpa diketok palu aja udah serba susah dengan ada pandemi segala macem."

"Yang keimbas tuh masyarakat bawah bukan mereka yang ada AC dan tidur enak," imbuhnya.

Diketahui bersama DPR telah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada Senin (5/10/2020).

Pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-7 masa persidangan I 2020-2021.

Pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law mendapat banyak sekali penolakan dari berbagi elemen masyarakat.
UU Cipta Kerja Omnibus Law dinilai membawa dampak buruk bagi tenaga kerja. (Grid.id/RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Usai Gasak Handphone, Pemuda Pasar Kambang Ini Diringkus Polisi

Usai Gasak Handphone, Pemuda Pasar Kambang Ini Diringkus Polisi

PESISIR SELATAN --Satu orang warga Pasar Kambang, Kenagarian Kambang Barat, Kecamatan Lenggayang, Kabupaten Pesisir...

PDAM Solok Selatan Luncurkan Sistem Kemitraan Berbasis Online

PDAM Solok Selatan Luncurkan Sistem Kemitraan Berbasis Online

SOLOK SELATAN -- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta...

Mau Hidup Enak Jadi Warga Negara Siprus? Siapkan Uang 2 Juta Dolar, Penjahat Pun Boleh Ikut

Mau Hidup Enak Jadi Warga Negara Siprus? Siapkan Uang 2 Juta Dolar, Penjahat Pun Boleh Ikut

INTERNASIONAL - Anggota parlemen Siprus tersandung skandal penjualan paspor untuk orang-orang berbahaya dengan...

Seorang Nelayan Hilang Kontak di Pokai Siberut Utara, Team SAR Gabungan Bergerak ke Lokasi Kejadian

Seorang Nelayan Hilang Kontak di Pokai Siberut Utara, Team SAR Gabungan Bergerak ke Lokasi Kejadian

MENTAWAI - Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai menerima laporan dari masyarakat terkait adanya Kecelakaan Kapal...

Masyarakat Sumpur Kudus kembali Gelar Tradisi Berkaul Adat

Masyarakat Sumpur Kudus kembali Gelar Tradisi Berkaul Adat

SIJUNJUNG -- Ninik mamak dan masyarakat nagari Sumpur Kudus Utara dan Sumpur Kudus Selatan kecamatan Sumpur Kudus...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar