Thursday, 22 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

China dalam Bahaya, 60 Jet Tempur Canggih Amerika Mendadak Dekati Natuna Utara

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 17:47:43 WIB - 57632
China dalam Bahaya, 60 Jet Tempur Canggih Amerika Mendadak Dekati Natuna Utara
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - China mendeteksi aktivitas udara yang tidak biasa dari pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan (LCS).

Berdasarkan informasi yang dimuat di South China Morning Post (SCMP), Sabtu (17/10/2020) disebutkan ada 60 pesawat tempur AS yang melakukan penerbangan pengintaian jarak dekat ke China pada September 2002.

Aktivitas ini mulanya dikenali oleh lembaga think tank berbasis di Beijing, China. Sebanyak 41 pesawat terbang di atas LCS yang disengketakan China dengan sejumlah negara ASEAN. Sedangkan enam pesawat terbang di atas Laut China Timur dan 13 di Laut Kuning.

South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), mengindikasikan bahwa AS tengah mempersiapkan serangan jarak jauh di masa depan terhadap sasaran di LCS. Indikasi ini berdasarkan banyaknya jet dan militer yang diterjunkan untuk menghalau eksistensi militer China.

"AS mungkin sedang mempersiapkan misi jarak jauh di masa depan di LCS," tegas lembaga itu.

Dalam laporan juga menyebutkan LCS masih menjadi fokus utama AS, tetapi yang tak kalah penting adalah aktivitas di kawasan Laut Kuning mengalami peningkatan yang nyata jika dibandingkan dengan aktivitas dua bulan lalu.

Apalagi, AS mengirimkan kapal tanker bahan bakar pangkalan AS di Guam dan bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang. Padahal operasi semacam itu sangat tidak ekonomis dan efisien. Lembaga itu juga mengklaim pesawat tempur AS terkadang menyamar sebagai pesawat sipil. Bahkan, tidak menyalakan transponder dan pesawat AS mengubah kode identifikasi saat terbang.

"(Pesawat itu) membuat dirinya menyerupai pesawat Filipina, sebelum kembali ke nomor aslinya setelah menyelesaikan misinya," kata SCSPI.

Sebelumnya China memang bersitegang dengan sejumlah negara di Laut China Selatan, termasuk Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan. Ini membuat AS masuk ke dalam lingkaran konflik dengan klaim menjunjung kebebasan navigasi dan melindungi mitra.

Namun sayangnya belum ada komentar lebih lanjut dari Angkatan Laut AS soal ini. AS-China bersitegang di banyak hal termasuk perdagangan dan teknologi serta corona dan Hong Kong. (CNBC)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sambut PM Jepang Bersama Jokowi, Iriana Berhijab

Sambut PM Jepang Bersama Jokowi, Iriana Berhijab

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambut kedatangan Perdana Menteri...

Gara-gara Sahkan Omnibus Law, Cucu Mantan Presiden Ini Sindir DPR

Gara-gara Sahkan Omnibus Law, Cucu Mantan Presiden Ini Sindir DPR

JAKARTA -- Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh anggota DPR RI menuai banyak kontra dari masyarakat...

Jamohor Bocorkan Belum Ada Satupun Anggota DPRD Pariaman Salurkan Zakat ke Baznas

Jamohor Bocorkan Belum Ada Satupun Anggota DPRD Pariaman Salurkan Zakat ke Baznas

PARIAMAN -- Usai pelantikan PAW (Pergantian Antar Waktu) 4 orang pimpinan Baznas oleh Plt. Walikota Pariaman Mardison...

Irwan Prayitno: Hadirnya Perda AKB Ini Adalah untuk Berikan Efek Jera

Irwan Prayitno: Hadirnya Perda AKB Ini Adalah untuk Berikan Efek Jera

AGAM -- percepatan penerapan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Gubernur Sumatera Barat lakukan sosialisasi secara...

Diskusi dan Konsolidasi Remaja Masjid se-Kabupaten Solok

Diskusi dan Konsolidasi Remaja Masjid se-Kabupaten Solok

KABUPATEN SOLOK - Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Solok berkerjasama dengan...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar