Tuesday, 26 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Duh! Negara Berpenduduk Muslim Kompak Boikot Produk, Prancis Pusing

Senin, 26 Oktober 2020 - 13:06:05 WIB - 885
Duh! Negara Berpenduduk Muslim Kompak Boikot Produk, Prancis Pusing
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Dok. Istimewa)

INTERNASIONAL - Kementerian Luar Negeri Prancis, Senin (26/10/2020), menyatakan seruan boikot produk Prancis di beberapa negara Muslim tidak berdasar dan harus dihentikan. Hal itu disampaikan setelah pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait Islam, yang disampaikan usai pemenggalan seorang guru.

"Di beberapa negara di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, ada seruan untuk boikot produk Prancis, terutama produk pertanian, serta seruan yang lebih umum untuk demonstrasi melawan Prancis, kadang-kadang dibuat dengan ekspresi kebencian, yang disiarkan di jejaring sosial," sebut juru bicara kementerian dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Sputnik News pada Senin (26/10).

Lihat juga: Makin Panas! Tak Terima Dikritik, Presiden Prancis Balik Serang Erdogan

Seruan itu muncul setelah masalah terorisme Islam mendapatkan momentum baru di Prancis, dengan Macron mengutuk pembunuhan guru sejarah, Samuel Paty. Guru tersebut dibunuh di pinggiran kota Paris oleh seorang pria berusia 18 tahun keturunan Chechnya, setelah Paty mendemonstrasikan beberapa kartun satir Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Gambar tersebut dia tampilkan selama pelajaran tentang kebebasan berbicara, dan kebebasan hati nurani.

Tersangka lahir di Moskow, kemudian pindah ke Prancis dan diberi status pengungsi di sana. Dia ditembak mati oleh petugas polisi pada hari yang sama, dengan penyelidikan pembunuhan brutal sekarang berjalan lancar.

Macron segera mempertimbangkan untuk menjuluki insiden ganas itu sebagai sebagai serangan teroris. Dia menugaskan pemerintahnya untuk melakukan langkah-langkah untuk membasmi ancaman Islam, dan memperketat keamanan di sekolah, di antara langkah-langkah lainnya.

Lihat juga: Keras! Terus Sudutkan Islam, Erdogan Sebut Presiden Prancis Butuh Perawat Mental

Macron menyampaikan, Prancis tidak akan pernah meninggalkan karikatur dan selanjutnya akan membela kebebasan yang dipromosikan oleh guru yang terbunuh itu.

Sebelumnya, High Council of State (HCS) atau Dewan Tinggi Negara Libya telah menyerukan penghentian hubungan ekonomi dengan perusahaan Prancis, dan membatalkan kontrak Total Prancis untuk mengoperasikan ladang minyak Waha Marathon.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/10), HCS menyatakan Presidential Council of the Government of National Accord atau pihak eksekutif harus menanggapi penghinaan yang dibuat oleh Prancis terhadap Nabi Muhammad dengan mengakhiri hubungan dan bekerja dengan perusahaan Prancis. Mereka mendesak otoritas kehakiman untuk memberikan putusan akhir tentang Banding HCS terhadap perusahaan minyak Prancis Total.

Sementara, boikot tersebut juga sudah berlangsung di Kuwait dan Qatar. Beberapa postingan di media sosial menunjukkan, para pekerja mengeluarkan keju olahan Kiri dan Babybel Prancis dari rak supermarket di Kuwait. Pekan Budaya Prancis, yang merupakan acara tahunan Prancis-Qatar, juga dikabarkan akan ditunda tanpa batas waktu.

Lihat juga: Keras! Turki Blak-blakan Sebut Eropa Jadi Tempat Berbahaya Bagi Umat Islam

Di Doha, para pekerja di jaringan supermarket Al Meera mulai mengeluarkan selai St Dalfour buatan Prancis dan ragi Saf-Instant dari rak mereka. Al Meera bersaing dengan jaringan supermarket Prancis, Monoprix dan Carrefour untuk mendapatkan pangsa pasar di sektor grosir Qatar yang menguntungkan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Buah Penerapan Sekularisme, Perceraian Kian Ramai

Buah Penerapan Sekularisme, Perceraian Kian Ramai

Oleh : Nelly, M.Pd. Miris sekaligus sangat memprihatinkan dengan adanya tren kasus perceraian sepanjang tahun. Angka...

Update: Enam Orang Warga Kota Solok Sembuh dari Covid-19 Hari Ini

Update: Enam Orang Warga Kota Solok Sembuh dari Covid-19 Hari Ini

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok Syaiful, A, Sabtu...

Disdukcapil Solok Selatan Lakukan Pemutakhiran Data Penduduk

Disdukcapil Solok Selatan Lakukan Pemutakhiran Data Penduduk

SOLOK SELATAN -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Solok Selatan menjadwalkan akan melakukan...

Kasus Bansos Corona Juliari, KPK Telah Geledah Dua Kantor di Gedung Patra Jasa

Kasus Bansos Corona Juliari, KPK Telah Geledah Dua Kantor di Gedung Patra Jasa

NASIONAL -- Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Jalan...

Gila! China Ingin jadi Tuhan, Usai Matahari Buatan Kini Bikin Teknologi Modifikasi Cuaca

Gila! China Ingin jadi Tuhan, Usai Matahari Buatan Kini Bikin Teknologi Modifikasi Cuaca

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Pekan ini China mengungkapkan rencananya untuk secara drastis memperluas cakupan...


KOMENTAR ANDA