Tuesday, 26 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Terungkap, Ternyata Bikin Kartun Nabi Muhammad tak Dilarang dalam Hukum Prancis, Ini Alasannya

Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:19:34 WIB - 45107
Terungkap, Ternyata Bikin Kartun Nabi Muhammad tak Dilarang dalam Hukum Prancis, Ini Alasannya
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

INTERNASIONAL - Kepala French Council for the Muslim Faith Mohammad Moussaoui mendesak Muslim di Prancis untuk mengabaikan persoalan penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW. Dia tak ingin ada aksi kekerasan di tengah kemarahan umat Islam di seluruh dunia terkait hal tersebut.

Moussaoui mengatakan penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW memang diizinkan berdasarkan hukum Prancis.

Lihat juga: Gawat! Boikot Produk Prancis, Oposisi Tantang Erdogan Tutup Pabrik Renault di Turki

"Undang-undang yang sama ini tidak memaksa siapa pun untuk menyukai mereka, juga tidak melarang siapa pun untuk membenci mereka," katanya dalam sebuah pernyataan, Rabu (28/10/2020) dikutip dari laman Ahram Online.

Alih-alih berkutat dengan masalah kontroversial tersebut, Moussaoui menyerukan umat Islam mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Pada masanya, Rasulullah SAW kerap mengabaikan orang-orang yang menghinanya dengan sebutan "jelek".

"Bukankah lebih sejalan dengan teladan nabi yang mengabaikan karikatur ini dan menganggapnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan nabi kita ?" kata Moussaoui.

Lihat juga: Pasca Aksi Boikot Negara Islam, Prancis Warning Warga Indonesia, Kenapa?

Saat ini Prancis tengah menjadi sorotan menyusul peristiwa pemenggalan kepala seorang guru oleh muridnya yang berusia 18 tahun pada 16 Oktober lalu. Guru tersebut bernama Samuel Patty. Sebelum dibunuh, Patty diketahui menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari pelajaran kewarganegaraan.

Opini publik Prancis terbelah dalam menanggapi peristiwa itu. Namun Presiden Emmanuel Macron jelas mengecam pembunuhan Patty. Menurut dia, peristiwa itu adalah serangan teroris Islam. Macron menegaskan bahwa membuat dan memperlihatkan kartun Nabi Muhammad merupakan bagian dari kebebasan berbicara serta berekspresi di Prancis.

Macron pun mengeluarkan komentar bernuansa sentimen anti-Islam. Dia menyebut Islam adalah agama yang tengah dilanda krisis di seluruh dunia. Sikap dan komentar Macron telah menuai kecaman dari dunia Arab, termasuk Turki dan Indonesia. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Covid-19, Ekonomi Jerman Alami Penyusutan Lima Persen Pada 2020

Covid-19, Ekonomi Jerman Alami Penyusutan Lima Persen Pada 2020

MINANGKABAUNEWS, EKONOMI -- Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, menyusut sebesar lima persen pada tahun lalu di tengah...

KPU Pasaman Hari Ini Tetapkan Calon Bupati Terpilih

KPU Pasaman Hari Ini Tetapkan Calon Bupati Terpilih

MINANGKABAUNEWS, PASAMAN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menjadwalkan pelaksanaan rapat pleno...

Mantul! Bupati Pasaman Resmikan Gedung Baru Puskesmas Kuamang

Mantul! Bupati Pasaman Resmikan Gedung Baru Puskesmas Kuamang

MINANGKABAUNEWS, PASAMAN -- Dari awal berdiri, bahwa status Puskesmas Kuamang sampai pada tahun 2018 adalah masih...

Duh Gawat! Like Video Porno, Akhirnya Fadli Zon Dilaporkan ke Polisi

Duh Gawat! Like Video Porno, Akhirnya Fadli Zon Dilaporkan ke Polisi

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Politikus Partai Gerindra Fadli Zon resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri, atas dugaan telah...

Pelatih Persib Kecewa Tak Kunjung Ada Kejelasan Liga Satu

Pelatih Persib Kecewa Tak Kunjung Ada Kejelasan Liga Satu

MINANGKABAUNEWS, BANDUNG -- Nasib soal kompetisi Liga 1 2020 belum juga menemukan titik terang. Bahkan tak sedikit klub...


KOMENTAR ANDA