Monday, 18 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Bosan Didemo, Raja Thailand Akhirnya Turun Gunung

Senin, 02 November 2020 - 13:22:52 WIB - 23042
Bosan Didemo, Raja Thailand Akhirnya Turun Gunung
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Raja Thailand Maha Vajiralongkorn akhirnya "turun gunung". Ia mengunjungi ribuan pendukungnya dan berbaur dengan mereka, Minggu (1/11/2020) malam waktu setempat.

Ini terjadi saat dirinya melakukan upacara keagamaan di Grand Palace. Kerumunan pemujanya menunggu berjam-jam di tembok putih kompleks istana untuk menyambutnya seraya membawa potret raja dan Ratu Suthida sambil mengibarkan bendera nasional.

Raja yang juga dikenal dengan sapaan Raja Rama itu melambai ke kerumunan seraya tersenyum. Ia dikelilingi para pembantunya yang berjongkok di sampingnya saat ia berjalan.

Saat itu, ia pun buka suara terkait demo yang "menyerang" pemerintahan dan dirinya selama berbulan-bulan. "Kami mencintai mereka semua sama," ujarnya dikutip dari laman Reuters, Senin (2/11/2020).

Ia pun mengaku ada ruang kompromi dengan massa. "Thailand adalah tanah kompromi," tegasnya.

Istana tak pernah memberikan komentar resmi atas protes yang meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mundur dari kursi. Istana juga tak pernah berkomentar soal seruan pembatasan kekuasaan raja yang disuarakan aktivis.

Protes ini sudah menarik puluhan ribu orang bergabung turun ke jalan. Terakhir massa mendatangi konsulat Jerman dan meminta investigasi ke Raja yang disebut telah berpolitik di negeri Panser.

Salah satu poin yang diprotes masyarakat ke raja adalah reformasi kekuasaan raja yang tak terbatas. Rakyat juga meminta dicabutnya hukum Lese-Majeste yang memenjarakan orang-orang yang mengkritik raja.

Seorang aktivis menanggapi ini seraya berkata komentar raja hanya sebatas kata-kata. "Kata kompromi adalah kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi ... seperti pelecehan dan penggunaan kekerasan dan penggunaan hukum," kata Jutatip Sirikhan (21).

Sebelumnya, pemerintah Prayuth melarang protes bulan lalu dan menangkap banyak aktivis di bawah status darurat. Namun sayangnya, ini menarik makin banyak massa untuk berdemo.

Prayuth mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri. Ia menolak tuduhan bahwa pemilu tahun lalu direkayasa untuk keuntungannya. (CNBC)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ini Kronologis Pesawat Sriwijaya SJY 182 Hilang Kontak

Ini Kronologis Pesawat Sriwijaya SJY 182 Hilang Kontak

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan mengenai kronologi pesawat Sriwijaya Air...

Kabar Gembira! Rekruitmen Guru Lewat PPPK Tahun Ini Tidak Perlu Lampirkan Sertifikat Pendidik

Kabar Gembira! Rekruitmen Guru Lewat PPPK Tahun Ini Tidak Perlu Lampirkan Sertifikat Pendidik

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Pengisian formasi 1 juta guru melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (...

Barcelona Menang Telak 4-0 Atas Granada, Antoine Griezmann Catat Namanya di Papan Skor

Barcelona Menang Telak 4-0 Atas Granada, Antoine Griezmann Catat Namanya di Papan Skor

MINANGKABAUNEWS, BOLA -- Barcelona tampil impresif saat bertandang ke markas Granada pada lanjutan La Liga musim...

Curah Hujan Tinggi, 9 Kelurahan di Kota Solok Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, 9 Kelurahan di Kota Solok Terendam Banjir

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Akibat meluapnya aliran Sungai Batang Lembang yang melintasi Kabupaten Solok dan Kota Solok...

Basarnas: Dipastikan Pesawat Sriwijaya Air Jatuh di Pulau Seribu

Basarnas: Dipastikan Pesawat Sriwijaya Air Jatuh di Pulau Seribu

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute...


KOMENTAR ANDA