Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Digandrungi Kaum Dewasa dan Milenial, Ini Sekelumit Kisah Wali Feri, Kandidat Bupati Padang Pariaman

Selasa, 03 November 2020 - 21:54:37 WIB - 1368
Digandrungi Kaum Dewasa dan Milenial, Ini Sekelumit Kisah Wali Feri, Kandidat Bupati Padang Pariaman
Tri Suryadi Calon Bupati PadangPariaman (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, PADANG PARIAMAN -- Sosoknya yang menginspirasi membuat banyak anak muda mendambakan lompatan kreatifitas dari dirinya. Di kalangan orang tua, dia tampak sebagai tokoh muda masa depan yang penuh dengan tatakrama dan sopan santun. Kini, seiring majunya dia jadi calon Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, banyak suara harapan perubahan tertumpang pada sosoknya yang gagah.

Orang banyak menyapanya dengan panggilan Wali Feri. Memang benar, pria kelahiran 1973 ini adalah orang yang pernah jadi walinagari di kampungnya, Pilubang, Kecamatan Sungai Limau. Kaderisasi kepemimpinan yang dijabat anggota DPRD Sumbar dari Gerindra ini tak begitu signifikan. Tetapi inspirasi kepemimpinan, menjadi tumpuan oleh anak muda milenial di daerahnya.

Tri Suryadi, itu nama yang dibawanya saat lahir ke dunia yang memulai karirnya di ketua pemuda. Itu pun diembanya sepulang dari rantau. Proses dinamika keorganisasian di tengah masyarakat kampungnya, membuat ide dan kreatifitasnya terus naik. Dari ketua pemuda, Wali Feri diminta maju jadi walikorong atau kepala dusun di daerah yang memakai sistim desa.

Terus, dari Walikorong di tengah kepemimpinan yang kian dirasakan masyarakat, datang suksesi pemilihan walinagari. Dinilai pantas dan patut menurut banyak tokoh masyarakat, dia pun ikut maju jadi calon walinagari. Benar saja, sang dewi fortuna berpihak ke Wali Feri. Calon walinagari incumbent dikalahkannya, saking banyaknya dukungan dan harapan dari masyarakat Pilubang.


Wali Feri selama menjadi ketua pemuda, walikorong dan walinagari menerapkan di tengah masyarakatnya pola kepemimpinan yang melayani. Dirinya diwakafkan untuk kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. "Jadi pemimpin itu, ya harus siap 24 jam bersama masyarakat," kata dia suatu ketika. Tak ada alek baik dan buruk di tengah masyarakat yang tidak diturutnya. Pola kepemimpinan yang di mulai dari dirinya, adalah contoh sekaligus mengamalkan ilmu kepemimpinan yang tengah dia emban.

Tak cukup satu periode jadi walinagari, datang musim pemilu 2014. Dia pun diminta ikut maju jadi caleg Partai Gerindra. Tentu permintaan banyak orang itu tak serta merta pula diamininya. Dia lakukanlah komunikasi politik dengan banyak orang, bertanya pada yang tua-tua, beriya berbukan kepada keluarga besarnya, lalu diambil keputusan dengan meninggalkan jabatan walinagari, dan memutuskan ikut maju jadi caleg.

Hebatnya, Pileg 2014 musim ramainya walinagari aktif dan non aktif yang ikut bersaing menjadi caleg dari berbagai partai politik. Ada 13 orang walinagari yang maju lewat beragam partai, sesuai yang diinginkan para walinagari itu, terpilih dan berhasil jadi anggota DPRD Padang Pariaman sebanyak delapan orang.

Satu orang di antara delapan itu bahkan terpilih pula jadi pimpinan DPRD. Selama di dewan, Wali Feri tak begitu menonjol. Namanya hanya banyak disebut orang di kalangan masyarakatnya, Sungai Limau, dan sedikit di Kampung Dalam. Dia lebih banyak main di belakang layar. Tapi konsepnya mangkus dan jitu. Anak muda menaruh harapan pada sosoknya yang selalu "menang dalam pertarungan".

Sempurna lima tahun di DPRD Padang Pariaman mewakili masyarakat daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Sungai Limau, Sungai Geringging, IV Koto Aua Malintang, dan Kecamatan Batang Gasan, Pileg 2019 dia beranikan diri maju ke DPRD Provinsi Sumatera Barat. Masih dengan Partai Gerindra, karena jabatan Ketua PAC Gerindra Kecamatan Sungai Limau masih dipegangnya. Hasilnya, lagi-lagi dewi fortuna berpihak kepada Cabup Padang Pariaman nomor urut dua yang berpasangan dengan Andah Taslim ini terpilih dengan mulusnya.

Suara yang didapatkannya dari masyarakat di Padang Pariaman dan Kota Pariaman untuk ke Sumbar sangat signifikan. Dua kader Gerindra dibawanya ke DPRD Provinsi sekaligus. Lagi-lagi dia mangkus dengan pola kaderisasi dan kepemimpinan yang di mulai dari dirinya sendiri. Selama di dewan sepertinya dia tak menumpangkan hidupnya. Buktinya, hingga saat ini, Wali Feri tinggal masih ngontrak bersama keluarganya di Kota Pariaman.

"Saya melihat selama ini, setiap alek baik dan alek buruk selalu diturut Wali Feri. Hidupnya penuh dengan sosial kemasyarakatan. Banyak orang mengadu ke dia, membuat dia terenyuh melihat perasaian orang itu, dan spontan apa yang ada di dirinya langsung diberikan," kata Ali Refno, salah seorang tokoh muda Sungai Limau

Belum jalan setahun Wali Feri duduk di DPRD Sumbar, suara-suara yang menyebut dia maju sebagai calon Bupati Padang Pariaman menggelinding di berbagai sudut kampung. Namanya kian akrap dan sering disebut sebagai tokoh fenomenal. Disukai banyak orang, disenangi banyak tokoh.

"Matematika politik Wali Feri hebat. Hitung-hitungannya matang, dan mangkus. Dia adalah sosok yang bisa diterima semua kalangan, mampu mewujudkan perubahan yang diinginkan masyarakat Padang Pariaman," ujar politisi PAN Sumatera Barat, H. Darmon.

Darmon melihat, Wali Feri adalah politisi yang matang dan kuat. Cerdas dan penuh dengan politik yang mendidik. "Saya terkejut. Lawan politiknya dalam Pilkada bisa didoakannya berhasil. Bahkan, kata dia, semua calon bupati yang maju adalah putra terbaik yang harus didukung oleh masyarakat. Tak banyak politisi seperti itu. Wali Feri luar biasa," sebut Darmon, mantan anggota DPRD Sumbar ini.

Demam Wali Feri semangkin memuncak di seantero Padang Pariaman. Semakin banyak dia mendatangi masyarakat, semakin banyak pula dukungan yang didapatkannya.

"Saya tak ingin sendirian. Artinya, dimana ada baliho calon lain, baliho saya juga ada di situ. Pilkada adalah pilihan. Masyarakat harus kita suguhnya dengan warna pilihan. Saya tak ingin dalam satu kampung itu, baliho saya saja yang tegak. Itu tak boleh. Harus tegak ketiganya, supaya masyarakat bisa memilih, sesuai pesan hati nuraninya," ujar Wali Feri merendah. (ADM Tuanku Mudo / Adjie St Mantiko)

Editor/Sumber: Indra
Tag: feature,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Polisi Bakal Usut Serangan Rasisme Terhadap Natalius Pigai, Pelaku Akan Ditangkap?

Polisi Bakal Usut Serangan Rasisme Terhadap Natalius Pigai, Pelaku Akan Ditangkap?

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Kasus rasis terhadap tokoh Papua dan Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai oleh Ketua...

Pinggir Jalan Kelurahan Air Jamban Mandau Riau Diselimuti Sampah

Pinggir Jalan Kelurahan Air Jamban Mandau Riau Diselimuti Sampah

MINANGKABAUNEWS, DURI - Kondisi pinggir jalan Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Provinsi...

Respon Mengejutkan Polisi Soal Laporan Terhadap Fadli Zon yang Diduga Like Konten Porno

Respon Mengejutkan Polisi Soal Laporan Terhadap Fadli Zon yang Diduga Like Konten Porno

MINANGKABAUNEWS, NASONAL -- Kepolisian mengungkapkan telah menerima laporan terhadap Fadli Zon. Kepolisian akan segera...

Rektor IAIN Batusangkar Serah Terima Swakelola Gedung Dengan Kepala Balai Pemukiman Sumbar

Rektor IAIN Batusangkar Serah Terima Swakelola Gedung Dengan Kepala Balai Pemukiman Sumbar

MINANGKABAUNEWS, TANAH DATAR - Kementerian PUPR melalui Kepala Balai Permukiman Wilayah Sumatera Barat Kusworo Darpito,...

Dituding Korupsi Dana Formula E oleh Mantan Politikus Demokrat Ini, Begini Respon Pemprov DKI

Dituding Korupsi Dana Formula E oleh Mantan Politikus Demokrat Ini, Begini Respon Pemprov DKI

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Politikus Ferdinand Hutahean meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan transparan...


KOMENTAR ANDA