Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gila, Saat Pilpres Trump Masih Sempat Jual Drone Kiamat Senilai 2,9 Miliar Dolar ke UEA

Jumat, 06 November 2020 - 13:49:41 WIB - 5095
Gila, Saat Pilpres Trump Masih Sempat Jual Drone Kiamat Senilai 2,9 Miliar Dolar ke UEA
Drone MQ-9 Reaper (Foto:Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memberikan notifikasi kepada Kongres mengenai rencana penjualan 18 pesawat tanpa awak (drone) ke Uni Emirat Arab (UEA). Pada Jumat (6/11/2020) sumber yang mengikuti rapat notifikasi tersebut mengatakan penjualan itu senilai 2,9 miliar dolar AS.

Notifikasi dikirimkan satu pekan setelah Washington memberikan notifikasi penjualan pesawat tempur F-35 ke UEA. Penjualan drone ke UEA menjadi penjualan pertama pemerintah Presiden Donald Trump setelah ia menginterpretasi ulang kesepakatan penjualan senjata dengan 34 negara.

Interpretasi ulang itu membuat kontraktor pertahanan AS menjual lebih banyak drone ke negara sekutu. Sebelumnya memang sudah ada laporan UEA tertarik membeli pesawat tanpa awak dari AS.

Kabarnya UEA akan menjadi konsumen pertama setelah peraturan ekspor senjata AS itu diubah pada musim panas lalu. Kesepakatan empat drone SeaGuardian tanpa senjata senilai 600 juta dolar AS ke Taiwan menjadi penjualan yang resmi dinotifikasi ke Kongres pada Selasa (3/11) lalu.

Notifikasi informal penjualan drone jenis Reaper ke UEA menjadi notifikasi pendahuluan dari notifikasi resmi Departemen Luar Negeri. Komite Luar Negeri Senat dan House of Representative AS memiliki wewenang untuk meninjau dan membatalkan penjualan senjata tersebut melalui proses peninjauan informal sebelum Departemen Luar Negeri mengirimkan notifikasi formal ke badan legislatif.

Senat dan House mengkritik keterlibatan UEA dalam perang saudara di Yaman. Salah satu sumber yang mengikuti rapat notifikasi mengatakan Departemen Luar Negeri AS mungkin akan menunda mengirimkan notifikasi resmi ke Kongres. Notifikasi resmi memberi waktu 30 hari pada Kongres untuk membatalkan penjualan senjata. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,teknologi

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Paci Sandra Resmi Jabat Kepala Saksi Kesejahteraan Desa Kaluat

Paci Sandra Resmi Jabat Kepala Saksi Kesejahteraan Desa Kaluat

MINANGKABAUNEWS, PARIAMAN -- Desa Kaluat, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman melakukan pelantikan dan pengambilan...

Donatur Bank Panin Duri Beri Bantuan Masker

Donatur Bank Panin Duri Beri Bantuan Masker

MINANGKABAUNEWS, DURI - Masyarakat yang tinggal dilingkungan RT 01 RW 12 Air Jamban, Kecamatan Mandau Kabupaten...

Satu Lagi Warga Kota Solok Dilaporkan Positif Covid-19

Satu Lagi Warga Kota Solok Dilaporkan Positif Covid-19

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Entah sampai kapan Corona Virus Desseasess (COVID-19) ini akan berakhir, tidak ada yang tahu....

dr Tifauzia Sentil Menkes yang Suntikan Vaksin kepada Presiden Mutunya 50 Persen, Kok Tega..

dr Tifauzia Sentil Menkes yang Suntikan Vaksin kepada Presiden Mutunya 50 Persen, Kok Tega..

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Ahli epidemiologi dr Tifauzia Tyassuma terkejut saat mengetahui bahwa efektivitas vaksin...

Duh Gawat! Polisi Blak-blakan Ungkap Alasan Kenapa Jerat HRS Pakai Pasal Berlapis

Duh Gawat! Polisi Blak-blakan Ungkap Alasan Kenapa Jerat HRS Pakai Pasal Berlapis

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Direkrotat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Rizieq...


KOMENTAR ANDA