Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat! Kemenangan Joe Biden Bisa Picu Perang Mengerikan di Laut Natuna Utara?

Senin, 09 November 2020 - 16:06:06 WIB - 14543
Gawat! Kemenangan Joe Biden Bisa Picu Perang Mengerikan di Laut Natuna Utara?
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Sejumlah media barat menuliskan kekhawatiran soal kebijakan Presiden AS terpilih Joe Biden. Meski beberapa pengamat menyebutkan keyakinan akan hubungan yang lebih moderat, Biden bisa semakin meningkatkan tensi dengan China, terutama di Laut China Selatan (LCS).

Sebagaimana dikutip Express dari The New York Times, Senin (9/11/2020) Biden telah memperingatkan akan bersikap keras terhadap China untuk memenangkan kursi presiden. Ini menimbulkan risiko sendiri apalagi dengan retorika terbaru yang dipakai China kini.

"Nada di militer (China) merefleksikan hawkish-nya Xi. Risiko dari propaganda itu bisa didefinisikan sebagai aksi provokatif lanjutan," kutip media Inggris itu dari NYP.

"Tindakan militer baru-baru ini di Laut China Selatan dan Selat Taiwan meningkatkan kemungkinan bentrokan yang sebenarnya, disengaja atau tidak."

Meski begitu, pengamat dari Institut Hoover Universitas Stanford Liz Economy menuturkan mungkin akan ada perubahan dalam komitmen kepemimpinan AS di tangan Biden. Namun, Biden pasti akan merangkul sekutu dan aliansi AS untuk membahas strategi ke Beijing.

"Kalibrasi ulang hubungan AS-China yang dapat mencakup membangun kembali dialog bilateral dan menjelajahi area tujuan bersama untuk menghindari hubungan yang berkembang menjadi perang dingin," katanya.

AS dan China tegang terhadap banyak hal termasuk LCS. Beberapa kali adu mulut dilontarkan kedua belah pihak.

Klaim China akan 80% wilayah LCS menjadi alasan. AS masuk dengan dalih membela sekutu, seperti Filipina dan Taiwan.

Sebelumnya, pakar politik China, Prof Kerry Brown memperingatkan komunikasi antara militer China dan AS lebih buruk daripada AS dan Uni Soviet dalam Perang Dingin. Konflik adalah kemungkinan nyata.

"Benar-benar (konflik dapat terjadi) yang Anda butuhkan hanyalah satu pemicu atau lainnya untuk menciptakan rantai ketegangan," ujarnya.

China dan AS sebelumnya juga terlibat perang dagang di masa Trump. Kedua negara saling menerapkan tarif ke barang impor satu sama lain. (CNBC)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kapolres Padang Pariaman Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 69 Personel

Kapolres Padang Pariaman Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 69 Personel

MINANGKABAUNEWS, PADANG PARIAMAN --- Polres Padang Pariaman menggelar upacara kenaikan pangkat terhadap 69 Personel...

Biadab! Jet Tempur Israel Hujani Suriah dengan Bom, Satu Keluarga Dilaporkan Tewas

Biadab! Jet Tempur Israel Hujani Suriah dengan Bom, Satu Keluarga Dilaporkan Tewas

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Pertahanan udara Suriah telah menghadapi agresi dari Israel di wilayah Hama pada...

Waduh Indonesia Darurat! Menkes Blak-blakan Sebut RS Bakal Penuh Sampai Bulan Februari

Waduh Indonesia Darurat! Menkes Blak-blakan Sebut RS Bakal Penuh Sampai Bulan Februari

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan tempat tidur di ruang ICU...

Pekan Ini Menlu China Kunjungi Indonesia, Temui Jokowi dan Luhut

Pekan Ini Menlu China Kunjungi Indonesia, Temui Jokowi dan Luhut

...

Siap-siap FPI yang Baru, Polri Sebut Jika Tak Terdaftar Bisa Dibubarkan Kembali

Siap-siap FPI yang Baru, Polri Sebut Jika Tak Terdaftar Bisa Dibubarkan Kembali

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan tetap akan membubarkan...


KOMENTAR ANDA