Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Instrumen Penilaian Autentik Accarezzevole untuk Musik Band

Selasa, 10 November 2020 - 17:55:27 WIB - 542
Instrumen Penilaian Autentik Accarezzevole untuk Musik Band
Irwan

Oleh: Irwan, Mahasiswa Program Pascasarjana UNP

Menilai musik Band adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran kompetensi siswa dalam bermain Band. Para ahli yang berbicara tentang penilaian seperti Wolf dan Stevens (2007), Kawakami (1975) dengan genre musik terlihat jelas bahwa menjelaskan bahwa pengembangan rubrik penilaian test diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam menilai musik. Permasalahan ketidakjelasan indikator penilaian, penilaian yang subjektif, dan kurang bisa dipertanggung jawabkan atau dengan model penilaian kovensional telah berkembang dilingkungan pendidikan dan masyarakat umum. Kecendrungan lingkungan pendidikan melaksanakan penilaian musik tanpa standar yang jelas perlu disikapi secara nyata. Sementara itu dilingkungan masyarakat pada saat acara pertandingan musik band seringnya ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam penilaian lomba festival Band ditengah masyarakat. Permasalahan ini mendorong peneliti membuat penelitian pengembangan model pembelajaran autentik dalam pembelajaran musik band di sekolah menengah kejuruan seni musik.

Penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan dengan nyata untuk mendapatkan gambaran kompetensi akhir yang dimiliki oleh siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Pembelajaran autentik dalam musik band ini didasarkan dari beberapa kajian teori dan pendukung yang relevan. Atmazaki (2013:16), Supardi (2015:24) , dan Stiggins (1987) menjelaskan penilaian autentik adalah yang terkait dengan prestasi dan hasil belajar dalam kehidupan nyata dalam bentuk kinerja Penilaian autentik menggunakan berbagai teknik penilaian meliputi, tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, pengamatan, dan penilaian diri (kunandar dalam supriadi, 2015:27).

Berkaitan dengan permainan musik band merangkum dari beberapa pendapat ahli seperti Banoe (2003: 124), Pranajaya (1976) Ahira (2005:10), Hakim (2005) yang menjelaskan bahwa Band adalah kesatuan musik kecil yang terdiri dari 4 sampai 8 orang dengan memainkan perangkat band seperti; gitar, bas, drum-set, keyboard dan vokal. Untuk menilai musik band ini dikembangkanlah beberapa instrument penilaian yaitu; (1) penilaian kinerja, (2) penilaian proyek, (3) penilaian tertulis, dan (4) penilaian portofolio yang dilengkapi lagi dengan penilaian diri sendiri dan penilaian teman sejawat.

Dalam penilaian kinerja guru dan siswa melaksanakan penilaian dengan mengisi format penilaian unjuk kerja dengan indikator yang jelas. Penilaian kinerja ini terkait dengan penilaian proyek dalam bentuk membuat aransemen musik yang dipraktekkan langsung oleh siswa. Penilaian selanjutnya adalah penilaian tertulis yang dilakukan dalam bentuk memberikan soal-soal ujian baik dalam bentuk pilihan ganda dan ujian tertulis atau teks disesuaikan dengan taksonomi Bloom (2001) dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Terakhir penilaian portofolio yang terkait dengan semua aspek yang dilakukan oleh siswa (penilaian kinerja, proyek, tertulis, penilaian diri sendiri, penilaian teman sejawat.
Pengembangan model instrument penilaian autentik dalam pembelajaran musik band adalah penilaian yang kompherensif sesuai dengan tujuan pembelajaran musik band yaitu agar siswa kompeten dalam memainkan musik band sesuai dengan genre-genre musik yang telah mereka pelajari.

Langkah-langkah yang digunakan untuk mengembangkan instrument penilaian autentik dalam pembelajaran musik band ini berdasarkan model ADDIE yaitu : analisys, development, design, implementation, dan evaluation. Setiap langkah diikuti sesuai dengan prosedurnya mulai dari analisis kebutuhan sampai ketahapan evaluasi. Selanjutnya Nieven (1999:126-127) kriteria kualitas produk terdiri dari validity, praktikality dan efektifness. Pada tahap pengembangan juga dilakukan revisi dalam bentuk menilai validitas dan reliabiliatas.

Hasil validasi dan reliabilitas produk instrument penilaian autentik ini adalah sangat valid. Produk ini juga menyajikan tahap siswa mengamati, mempraktekkan, melaksanakan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa. Selain itu, isi produk sesuai dengan KI, KD, indikator, tujuan, serta kebutuhan siswa. Isi produk ini tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral tetapi mengembangkan kreativitas. Kevalidan instrument tersebut dikarenakan memenuhi komponen yang telah disampaikan oleh pakar. Data tersebut bermakna bahwa semua validator mengatakan bahwa instrument penilaian autentik dalam pembelajaran musik band ini layak digunakan. Ketika produk yang dikembangkan berdasarkan komponen penyusunannya maka produk akan menjadi valid. Ketika produk dapat digunakan oleh guru atau pengajar maka buku bersifat praktis, ketika produk membantu pengguna mencapai pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan maka produk bersifat efektif. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukan bahwa instrument penilaian autentik yang dikembangkan ini memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Analisis data pada validasi instrumen penilaian authentik dalam pembelajaran musik band ini terdiri atas lima buah hasil validasi tersebut.
Pertama, hasil validasi penilaian kinerja adalah 4,2. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian kinera adalah valid.

Kedua, hasil validasi penilaian proyek adalah 4,5. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian proyek adalah valid. Ketiga, hasil validasi penilaian tertulis adalah 4,1. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian tertulis adalah valid. Keempat, hasil validasi penilaian portofolio adalah 4,3. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian produk adalah valid. Berdasarkan hasil validasi ini dapat disimpulkan bahwa semua instrument yang kembangkan memiliki validitas yang tinggi.
Hasil praktikalitas instrument penilaian autentik dalam pembelajaran musik band menunjukan sangat paraktis dan mudah untuk dipahami oleh guru. Berdasarkan data hasil pengujian praktikalitas dalam pernyataan instrumen praktikalitas memperoleh nilai rata-rata dengan persentase 87,4 % dan berkategori sangat praktis.

Hasil efektifitas instrumen penilaian autentik dalam pembelajaran musik band ini telah efektif dikarenakan telah sesuai dengan tujuan yaitu dengan mudahnya dilaksanakan, lebih sistematis, dan dapat melihat nilai secara cepat dan tepat pada saat ujian kinerja, proyek, tertulis dan portofolio. Perbandingan antara instrument sebelum pengembangan dan sesudah terlihat sangat jauh berbeda. Tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukan ahli Drucker (2014) yang menjelaskan indikator dari efektif adalah mengerjakan pekerjaan yang benar. Handoko (2000), Husman (2011) menekankan bahwa indikator dari efektif adalah tercapainya sasaran atau sesuai dengan tujuan. Sehubungan dengan ini Komarudin (2010) dan Steers (1985) menjelaskan hal yang menunjukan efektifitas itu dapat dilihat dari sistemastisnya sehingga tujuan dapat tercapai.

Dari hasil penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian tertulis, dan penilaian portofolio didapat nilai rata-rata siswa 85,3. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik termasuk pada kategori sangat baik. Stiggins (1987), yang menekankan penilaian autentik pada keterampilan dan kompetensi spesifik, untuk menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang sudah dikuasai. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam penilaian proyek adalah efektif. Hasil akhir atau temuan penelitian ini adalah lahirnya sebuah model yang dinamakan model penilaian autentik accarezzevole.

Model penilaian autentik accarezzevole ini merupakan hasil penelaahan dari model konvensional dan model autentik yang telah dikembangan. Model konvensional menjadi dasar bagi peneliti dalam mengembangkan model autentik. Dengan serangkaian tahapan yang dilalui, validasi dan revisi yang dilakukan secara bertahap. Sesuai dengan langkah pengembangan yang digunakan untuk mendapatkan produk yang lebih baik dan berbeda dengan produk yang sebelumnya. Adapun perbedaan signifikan yang terlihat dari instrument yang sebelum dan sesudah yang digunakan dalam menilai musik band ini adalah sebagai berikut: Instrumen yang lama (Konvensional) dan juga Penilaian Autentik. Indikator tujuan penilaian umum. Jumlah halaman yang banyak. Rumit dalam pelaksanaan dan Tidak ada acuan dasar genre musik.

Indikator penilaian disesuaikan dengan defenisi dan konsep band. drums set, keyboard, gitar, bass, dan vocal. Format penilaian kinerja 3 halaman, Lebih sistemtatis dan praktis. Mudah dalam pelaksanaan dan siswa membangun pengetahuannya sendiri memberikan dasar-dasar genre musikmelakukan penilaian sejawat Melakukan penilaian teman sejawat.

Hasil akhir dari penelitian ini adalah lahirnya sebuah model penilaian autentik yang dinamakan dengan Autentik Accarezzevole artinya menilai dengan penuh kejiwaan dan sesuai dengan fakta empiris atau nyata dengan cermat, sistematis dan mengandung kebenaran yang baik. Secara teoritis tidak ada hal baru dalam pengembangan penilaian autentik ini, tapi ia akan terlihat baru bagi komunitas pembelajaran musik itu sendiri, terutama untuk guru, karena mereka selama ini tidak terbiasa dengan penilaian autentik.

Menilai harus dilakukan dengan sebuah kebenaran dan benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Teori keberanan korespondensi menggunakan kriteria fakta yang disebut dengan kebenaran empiris, yaitu sesuatu yang pernah di alami dan pernah terjadi.

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah instrument penilaian musik band yang tepat akan memperlihatkan kompetensi musik band yang jelas. Instrumen yang lebih efektif dan efisien dan mudah dalam pelaksanaannya baik oleh guru, siswa dan masyarakat umum yang sering melaksanakan pertandingan musik band.

Temuan ini merupakan sebuah inovasi untuk memperbaiki proses dari penilaian model lama atau yang konvensional dimana penilaiannya lebih banyak merujuk kepada institusi semata. Penilaian yang tidak valid hanya akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap unjuk kerja yang nyata terutama bagi siswa sekolah jurusan seni musik khususnya.

Hasil temuan ini seyogyanya dapat digunakan dan diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas dan proses penilaian untuk kemajuan pendidikan dimasa depan. (**)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: opini,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tangis Irfan Hakim: Syekh Ali Ajarkan Saya Al-Fatihah yang Benar

Tangis Irfan Hakim: Syekh Ali Ajarkan Saya Al-Fatihah yang Benar

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Tangis artis Irfan Hakim tak terbendung kala mengenang Syekh Ali Jaber. Banyak kenangan di...

Cerita Tenaga Kesehatan Kota Padang Usai Divaksin Covid-19

Cerita Tenaga Kesehatan Kota Padang Usai Divaksin Covid-19

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Tenaga Kesehatan di Kota Padang mulai divaksinasi Covid-19 sejak 16 Januari lalu. Pada tahap...

Risma Asik Blusukan di Jakarta, Eh Ternyata Masih Ada Warga Surabaya yang Tinggal di Kolong Tol

Risma Asik Blusukan di Jakarta, Eh Ternyata Masih Ada Warga Surabaya yang Tinggal di Kolong Tol

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Setelah menjabat, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi tunawisma di kolong...

Dicatat! Inilah 2 Cara Agar Vaksin Covid-19 Bekerja Efektif Dalam Tubuh

Dicatat! Inilah 2 Cara Agar Vaksin Covid-19 Bekerja Efektif Dalam Tubuh

MINANGKABAUNEWS, KSE -- Walau bukan satu-satunya, namun vaksin dinyatakan jadi salah satu cara untuk mengurangi dampak...

Program Unggulan, Kapolres Mentawai Tingkatkan Silaturahmi Dengan Safari Jumat Dan Minggu

Program Unggulan, Kapolres Mentawai Tingkatkan Silaturahmi Dengan Safari Jumat Dan Minggu

MINANGKABAUNEWS, MENTAWAI - Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu,at dan Kasat Binmas AKP Mulyadi melaksanakan kegiatan...


KOMENTAR ANDA