Tuesday, 26 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Mantul! MUI Gelar Webinar dan Sosialiasi Buju Kerukunan Umat Beragama di Ranah Minang

Rabu, 11 November 2020 - 19:03:49 WIB - 702
Mantul! MUI Gelar Webinar dan Sosialiasi Buju Kerukunan Umat Beragama di Ranah Minang
webinar dan sosialisasi buku Kerukunan Antarumat Beragama Perspektif Islam

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menggelar webinar dan sosialisasi buku Kerukunan Antarumat Beragama Perspektif Islam secara offline di Grand Balroom Hotel Universitas Negeri
Padang, Rabu (11/11/2020). Dan juga secara virtual di 17 provinsi se-Indonesia Wilayah Barat. Dengan tema "Merajut Kerukunan Antarumat Beragama"

Kegiatan tersebut menghadirkan lima narasumber yakni Wasekjen Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat Nadjamuddin Ramly, Staf Khusus Wakil Presiden yang juga merupakan Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama MUI Pusat Drs. H. M. Zainuddin Daulay, dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Rifqy Muhammad Fatkhi. Dan sebagai moderator Mafri Amir.

Dalam kesempatan tersebut juga diundang Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri sebagai Keynote Speechsecara virtual, Ketua bidang kerukunan antar umat beragama membuka acara Dr. H. yusnar yusuf, M.Si. Serta sebagai keynote speech Rektor Unuversitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D, dia ingin

Ketua Komisi Kerukunan Antarumat Beragama MUI, KH Abdul Manan Ghani, melihat, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dapat menjadi contoh kehidupan dari segi tawassuthiyah (moderat), tasaamuh (toleran) dan tawazun (keseimbangan)."Umat Islam harus berdiri di depan dalam mengawal
Indonesia menjadi negara hebat dalam mengawal perdamaian, khususnya dunia Islam," katanya.

Menurutnya, di tengah-tengah bangsa yang majemuk dan beragam agama. Komisi Antarumat Beragama MUI memiliki peran strategis dalam mencari titik temu perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengedepankan tiga persaudaraan: ukhuwwah Islamiyah, (persaudaraan umat Islam), ukhuwwah wathoniyah (persaudaraan dalam arti sebangsa
walaupun tidak seagama atau satu suku) dan ukhuwwah insaniyah (persaudaraan antarsesama umat manusia di seluruh dunia).

"Persaudaraan harus dilandaskan karena ke-Islaman, kebangsaan dan kemanusiaan. Sikap muslimin yang menjadi mayoritas sejatinya menjadi modal utama membangun bangsa dan menjadi kekuatan untuk menciptakan perdamaian dunia, khususnya dunia Islam rahmatan lilalamain (rahmat bagi semesta)," katanya.

Wakil Sekjen MUI, Dr.H. Nadjamuddin Ramly, berpendapat Islam sebagai agama terbesar di negara ini sangat melindungi kaum minoritas, dan dia berharap penduduk muslim yang minoritas yang tinggal di kawasan masyarakat yang non muslim dapat beraktivitas secara normal, termasuk dalam beribadah.

Berbicara tentang toleransi, Nadjamuddin menegaskan Islam memiliki toleransi muamalah, dalam kepemimpinan, dan ekonomi, tetapi tidak
bertoleransi dalam hal akidah.

Dr. Abdul Mogsith Ghazali yang berbicara tentang Alquran dan kerukunan antar umat beragama mengatakan, bidang yang bisa dikerjasamakan umat Islam dengan umat agama lain yaitu bekerja untuk
membantu kelompok-kelompok yang lemah baik secara sosial maupun secara ekonomi. Hanya dengan cara itu kehadiran agama-agama di bumi ini terasa besar manfaatnya.

Dr. Rifqi Muhammad Fatkhi, MA, mengatakan umat Islam harus meneladani Nabi Muhammad yang dikenal sebagai pemimpin yang menghormati manusia
tanpa memandang status agama yang dianutnya, tidak memaksa orang lain untuk memeluk Islam. "Jadi umat Islam di Indonesia dapat sebagai mayoritas dapat menampilkan wajah Islam yang ramah, toleran, pluralis, dan humanis dengan mnejunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan. Bukan sebaliknya mencederai agama Islam dengan bertindak anarkhis, tidak toleran, menganggap diri paling benar," katanya.

Prof Maskuri Abdillah mengatakan seluruh elemen masyarakat harus menjaga kerukunan internal umat beragama, pemda dan aparat keamanan tetap harus melakukan upaya-upaya pencegahan konflik serta mengantisipasi agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan.

Rektor UNP Ganefri menyampaikan pandangannya terkait peningkatan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama melalui dakwah milenial yang saya kira dengan kemajuan teknologi kita dituntut dalam kehidupan keseharian tergantung pada teknlogi tidak bisa kita hilangkan.

"Oleh sebab itu pada kesempatan ini kami saya ingin berbagi sedikit tentang bagaimana kondisi bangsa kita hari ini, saya kira buku yang di terbitkan ini sangat tepat dalam kondisi2 dan hal yang kita hadapi kedepan terutama bagaimana kita merajut kerukunan antar umat beragama di negara ini," tandasnya.

Ada lima bagian yang saya bahas yang pertama tentang pluralitas dan multikulturalitas indonesia, potensi konflik bertajuk agama, konsepdan landasan teologis dakwah, dakwah milenial, kemudian generasi milenial dan pesan dakwah, terakhir konten dan target dakwah milenial.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri, yang tampil sebagai keynote speaker membahas tentang nilai-nilai kerukunan beragama melalui dakwah milineal.

"Kita menyadari bahwa kita di indonesia adalah negara yag plural dan multikultural, multibudaya, multi ras dan hampir ratusan budatya ras, dan tentunya agama. Jadi indonesia adalah masyarakat majemuk dan masyarakat multikultural. sebenarnya ini adalah sebuah gebrakan bagi kita," tegasnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Polres Pariaman Berhasil Membekuk Seorang Pengedar Shabu

Polres Pariaman Berhasil Membekuk Seorang Pengedar Shabu

MINANGKABAUNEWS, PARIAMAN -- Tim Opsnal Mata Elang Sat Resnarkoba Polres Pariaman berhasil menangkap pelaku diduga...

Duh Gawat! Benarkah Indonesia Tak Boleh Gugat Produsen Vaksin Jika Ada Efek Samping

Duh Gawat! Benarkah Indonesia Tak Boleh Gugat Produsen Vaksin Jika Ada Efek Samping

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Sebuah unggahan di media sosial menjadi pembahasan warganet karena menyebut Indonesia...

Duh! Akibat Gempa M 6,2, 103 Satuan Pendidikan di Sulbar Rusak Berat

Duh! Akibat Gempa M 6,2, 103 Satuan Pendidikan di Sulbar Rusak Berat

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat, Gufran Darma Dirawan menyatakan,...

Anda Mau Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19? Ini Syaratnya

Anda Mau Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19? Ini Syaratnya

MINANGKABAUNEWS, KESEHATAN -- Donor plasma konvalesen diyakini sangat bermanfaat untuk menyembuhkan pasien Covid-19...

Sukseskan Vaksinasi, Wakot Batam: Raih Kembali Kejayaan Ekonomi

Sukseskan Vaksinasi, Wakot Batam: Raih Kembali Kejayaan Ekonomi

MINANGKABAUNEWS, BATAM -- Pencanangan vaksinasi tingkat Kota Batam digelar di Dataran Engkuputri Batam, Jumat...


KOMENTAR ANDA