Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Agam

Rafflesia Tuan-mudae Kembali Ditemukan Mekar di Agam

Jumat, 13 November 2020 - 21:25:35 WIB - 507
Rafflesia Tuan-mudae Kembali Ditemukan Mekar di Agam
Rafflesia tuan-mudae ditemukan mekar di kawasan hutan lindung di Agam.

AGAM -- Bunga Rafflesia tuan-mudae kembali mekar di kawasan hutan Cagar Alam Maninajau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Bunga itu diketahui saat Tim BKSD Resor Agam melaksanakan patroli rutin, Kamis (12/11/2020) di kawasan tersebut.

Sebelumnya, (1/1/2020), lalu bunga tersebut juga mekar di dekat lokasi dengan diameter mencapai 111 sentimeter dam merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdekomentasikan.

Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam mengatakan, bunga langka tersebut ditemukan telah mekar sempurna dengan diameter 62,3 sentimeter tumbuh di antara hutan belantara kawasan yang terlindungi.

"Saat ini dilokasi juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi. Dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan," ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Spesies Rafflesia tuan-mudae ini, dijelaskan Ade hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan rafflesia Arnoldii.

"Perbedaannya terlihat pada warna kelopak (perigon), Rafflesia arnoldii lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maron. Lalu, perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae, tunggal," jelasnya.

Di dunia, dilanjutkan Ade saat ini terdapat 31 jenis tumbuhan Rafflesia. 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia.

"Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan melewati fase layu dan membusuk," ungkapnya.

Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari. (JNS)

Editor/Sumber: JNS
Tag: agam,daerah,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini, Pengacara Habib Rizieq Yakin Menang

Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini, Pengacara Habib Rizieq Yakin Menang

NASIONAL -- Habib Rizieq akan menjalani sidang praperadilan terkait gugatan penetapan tersangka yang ditujukan padanya....

3-0 Babak Pertama di Hajar Barcelona, Granada Kewalahan

3-0 Babak Pertama di Hajar Barcelona, Granada Kewalahan

MINANGKABAUNEWS, BOLA -- Babak pertama partai La Liga Spanyol antara Granada vs Barcelona baru saja berakhir. Sementara...

Bupati Sutan Riska Pimpin Upacara Hari Jadi Dharmasraya ke-17

Bupati Sutan Riska Pimpin Upacara Hari Jadi Dharmasraya ke-17

DHARMASRAYA -- Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati...

Gawat! Iran Diam-diam Bangun Kekuatan Militer yang Bisa Mengguncang Amerika

Gawat! Iran Diam-diam Bangun Kekuatan Militer yang Bisa Mengguncang Amerika

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Hubungan Iran dan AS memanas. Sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan pembunuhan terhadap...

Gawat! IDI Blak-blakan Ungkap Kenapa Bupati Sleman Bisa Terinfeksi Covid-19 Usai Divaksin

Gawat! IDI Blak-blakan Ungkap Kenapa Bupati Sleman Bisa Terinfeksi Covid-19 Usai Divaksin

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara mengenai Bupati Sleman Sri Purnomo positif...


KOMENTAR ANDA