Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat! Turki Diam-diam Mau Bangkitkan Kekaisaran Ottoman Baru

Minggu, 15 November 2020 - 14:16:39 WIB - 9678
Gawat! Turki Diam-diam Mau Bangkitkan Kekaisaran Ottoman Baru
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan disebut membuat kekacauan campur tangannya di sekitar wilayah Timur Tengah. Kritik pedas ini diungkapkan oleh Miliader Mesir Naguib Sawiris dan menilai Erdogan berniat membangkitkan kekaisaran Ottoman baru.

Kekaisaran Ottoman sempat mendominasi sebagian besar Timur Tengah dan Eropa hingga awal abad ke-20. Pusatnya kekaisaran ini di Istanbul, Turki.

Lihat juga: Bikin Musuh-musuhnya Ciut, Turki Tebar Ancaman: Kami Tampil Lebih Kuat dari Sebelumnya

"Dia bekerja penuh di Suriah, di Libya, di Irak, dan sekarang di Armenia dan Nagorno-Karabakh," kata Naguib, Minggu (15/11/2020).

Erdogan mengkritik Mesir karena mendukung pasukan di Libya yang menentang pemerintah Tripoli, yang didukung oleh Turki dalam perang saudara yang sedang berlangsung di sana.

Menanggapi hal ini Duta Besar Turki untuk Singapura mengatakan kebijakan luar negeri Turki diarahkan untuk menjaga dan membangun perdamaian dan stabilitas serta melindungi kepentingan nasional yang sejalan dengan hukum internasional.

"Presiden Erdogan memimpin Bangsa kita sesuai dan klaim yang sebaliknya tidak berdasar," katanya.

Naguib Sawiris juga mengatakan Erdogan menyebabkan kekacauan yang sangat besar di wilayah tersebut, selain apa yang dia lakukan dengan eksplorasi di Mediterania dan mencoba mencuri minyak dan gas Yunani.

Lihat juga: Tidak Takut Amerika, Turki Ngotot Pakai Rudal Canggih S-400 Buatan Rusia

Sebelumnya, Turki dan Yunani berselisih tentang klaim yang bersaing atas cadangan energi di perairan Mediterania Timur yang diperebutkan. Kementerian luar negeri Turki mengatakan pada bulan Agustus bahwa mereka tidak akan mundur dari mempertahankan "haknya" di wilayah tersebut.

Dia menambahkan secara praktis Amerika Serikat menghilang dari kawasan itu, sementara Rusia, Turki, dan Iran menjadi lebih terlibat dalam konflik lokal. "Itu tidak baik untuk kepentingan Timur Tengah," katanya.

Di bawah Presiden Donald Trump, AS telah mengurangi jumlah pasukan di wilayah tersebut tetapi menjadi perantara kesepakatan penting seperti normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab. Naguib Sawiris mengatakan dia melihat pemerintahan Trump sebagai "sangat bias" dalam mendukung Israel.

Lihat juga: Erdogan Diam-diam Khawatir Joe Biden Jadi Presiden Amerika, Kok Bisa?

Komentar tersebut muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang apa arti Presiden terpilih Joe Biden bagi Turki.

"Saya sebenarnya lebih optimistis karena Anda bisa mengatakan apa pun tentang Biden... tapi satu hal yang pasti, dia memiliki lebih banyak pengalaman daripada Donald Trump dalam urusan global," katanya. (CNBC)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com
Tag: internasional,metro,pariwisata,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Satu Warung Ludes Dilahap Sijago Merah di Agam

Satu Warung Ludes Dilahap Sijago Merah di Agam

AGAM -- Satu unit warung milik warga Bukik Batu Apung, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam,...

Polandia Adili Pria yang Rencanakan Serang Muslim dan Masjid

Polandia Adili Pria yang Rencanakan Serang Muslim dan Masjid

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW) dan Departemen Kejahatan terorganisir dan...

Mantul! Tahun Ini Pemerintah Fokus Rekrutmen Guru PPPK, Kapan?

Mantul! Tahun Ini Pemerintah Fokus Rekrutmen Guru PPPK, Kapan?

MINANGKABAUNEWS, PENDIDIKAN -- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan...

Masyarakat Berharap Parlemen Percepat PMI Cabang Khusus di Duri

Masyarakat Berharap Parlemen Percepat PMI Cabang Khusus di Duri

MINANGKABAUNEWS, DURI -- Masyarakat sangat ingin dan berharap wakil rakyatnya berjuang untuk kegiatan amal dan bakti...

Menparektraf Sandi Ajak Pelaku Wisata di Batam Kembangkan Perekonomian Pasca Covid-19

Menparektraf Sandi Ajak Pelaku Wisata di Batam Kembangkan Perekonomian Pasca Covid-19

MINANGKABAUNEWS, BATAM -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno, menemui...


KOMENTAR ANDA