Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat! Kini Giliran Pakistan yang Ditekan Agar Buka Hubungan dengan Israel

Senin, 16 November 2020 - 13:51:01 WIB - 10505
Gawat! Kini Giliran Pakistan yang Ditekan Agar Buka Hubungan dengan Israel
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Foto: Dok. Istiwewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan, negaranya telah ditekan oleh beberapa negara untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, dia enggan tunduk pada desakan tersebut.

"Saya tidak berpikir dua kali untuk mengakui Israel, kecuali ada penyelesaian adil yang memuaskan warga Palestina," kata Khan dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal, dikutip laman Jerusalem Post, Minggu (15/11/2020).

Khan menegaskan, Pakistan akan tetap menjunjung sikap Quaid-e-Azad Muhammad Ali Jinnah. Dia adalah pendiri Pakistan yang menolak mengakui Israel. Dalam wawancara, Khan menolak menyebutkan negara-negara yang menekan Pakistan.

Lihat juga: Gila! Israel Ingin Bangun Ribuan Rumah di Yerusalem Timur, Pakestina Makin Terjepit

"Ada hal-hal yang tidak dapat kami katakan. Kami memiliki hubungan baik dengan mereka (negara yang menekan Pakistan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel)," kata Khan.

Pada kesempatan itu, Khan turut mengomentari kemenangan Joe Biden dalam pilpres Amerika Serikat (AS). Menurut dia, kebijakan Biden terhadap Israel di masa mendatang akan sangat penting.

"Masalah sebenarnya adalah Israel. Kita akan melihat bagaimana Biden menangani itu, apakah dia mengubah kebijakan (Presiden AS Donald) Trump di Israel atau melanjutkannya dengan mereka," ucapnya.

Bulan lalu, Khan menyebut bahwa lobi Israel memiliki pengaruh kuat dan mendalam di AS. "Itulah mengapa seluruh kebijakan Amerika di Timur Tengah dikendalikan oleh Israel," ujarnya.

Saat ini, tantangan Palestina untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat kian besar. Hal itu disebabkan sudah adanya normalisasi diplomatik antara Israel dan tiga negara Muslim, yakni Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan Sudan. AS menjadi mediator dalam proses normalisasi hubungan diplomatik tersebut.

Palestina telah mengecam normalisasi itu dan memandangnya sebagai sebuah pengkhianatan terhadap perjuangannya. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Mantul! Desa Balai Batu Sandaran Wakili Kota Sawahlunto Diverifikasi Tim Penilai Tingkat Provinsi

Mantul! Desa Balai Batu Sandaran Wakili Kota Sawahlunto Diverifikasi Tim Penilai Tingkat Provinsi

MINANGKABAUNEWS, SAWAHLUNTO -- Desa Balai Batu Sandaran Kecamatan Barangin diverifikasi lapangan oleh tim penilai lomba...

Sepanjang 2020 Polda Sumbar Pecat 23 Oknum Polisi, Mayoritas Karena Narkoba

Sepanjang 2020 Polda Sumbar Pecat 23 Oknum Polisi, Mayoritas Karena Narkoba

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Polda Sumbar mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2020, sebanyak 23 oknum anggota...

Nasehat Buya Gusrizal: Salah Sasaran Berketerusan

Nasehat Buya Gusrizal: Salah Sasaran Berketerusan

Oleh : Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa Bulan Februari 2020 dalam KUII (Konfrensi Umat Islam Indonesia) di...

Kerap Dianggap Pemain Titipan, Bek Bali United Ini Akhirnya Buka Suara

Kerap Dianggap Pemain Titipan, Bek Bali United Ini Akhirnya Buka Suara

MINANGKABAUNEWS, BOLA -- Bek Bali United, I Made Andhika Wijaya, kerap dianggap sebagai pemain titipan. Namun, tudingan...

Dunia Kuliner dan Perdagangan Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020

Dunia Kuliner dan Perdagangan Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020

Minangkabaunews, Bukittinggi - Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Bukittinggi,...


KOMENTAR ANDA