Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Agam

Diduga Diterkam Satwa Liar, Tiga Ekor kambing Warga Agam Ditemukan Mati

Selasa, 17 November 2020 - 23:03:43 WIB - 584
Diduga Diterkam Satwa Liar, Tiga Ekor kambing Warga Agam Ditemukan Mati
Tim BKSDA Agam saat mengidentifikasi lokasi kejadian penyerangan ternak warga di Agam, Selasa, (17/11/2020).

AGAM -- Tiga ekor ternak kambing warga Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), kembali ditemukan dalam kondisi mati dengan berbagai luka.

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, dari tiga ekor ternak tersebut 2 ekor ternak merupakan milik Mardofi (32) dan sekekor milik M. Rasyidin (60).

"Dua ekor kambing milik Mardofi ditemukan dengan kondisi tercabik dan mati. Sedangkan ternak milik M. Rasyidin hanya luka dibagian kaki dan akhirnya disemblihnya," ujarnya kepada MinangkabauNews.com, Selasa, (17/11/2020).

Dijelaskannya, peristiwa ini pertama diketahui oleh Mardofi sekira pukul 22.00 Wib, Minggu, (15/11/2020). Menyikapi peristiwa tersebut, esoknya, Senin, (16/11/2020), ia melaporkan kepada wali Sipinang. Selanjutnya, pihak nagari Sipinang langsung melaporkannya kepada BKSDA Resor Agam.

"Kami mendapatkan laporan dari wali Nagari Sipinang, Senin (16/11), kemarin. Saat itu, kita tengah menangani konflik beruang di kelok 42 Nagari Matir Mudik. baru tadi, Selasa, (17/11/2020), kita bisa mendatangi lokasi kejadian," ungkapnya.

Dari hasil identifikasi lapangan pihaknya belum dapat menyimpulkan dugaan jenis satwa liar yang menyerang ternak warga. "Kita belum bisa menduga, karena jejak sudah tidak terlihat disekitar lokasi kejadian yang disebabkan huan lebat malam sebelumnya," katanya.

Namun, pihaknya memastikan satwa yang menyerang ternak tersebut bukanlah Harimau Sumatera. Hal ini disimpulkan dengan melihat dan mempedomani kerusakan pada kandang dan foto luka pada ternak.

Untuk itu, pihaknya akan melanjutkan identifikasi dan pemantauan Rabu, (18/11/2020) besok, dengan memperluas areal pemantauan radius dua kilometer untuk mendapatkan tanda-tanda keberadaan satwa (jejak, cakaran, kotoran) dan arah pergerakan lintasan satwa.

Dari peristiwa ini, ia mengimbau warga setempat untuk mengamankan ternaknya seperti memasukan ternak kedalam kandang dan berhati-hati ketika beraktivitas di kebun dan sawah. (JNS)

Editor/Sumber: JNS
Tag: agam,daerah,peristiwa,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Mantul! Karakter dan Keluarga dalam Pembentukan Seorang Anak

Mantul! Karakter dan Keluarga dalam Pembentukan Seorang Anak

Oleh: Viona Putri Yarisda, Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNAND Komunikasi merupakan penghantar pesan...

Waduh Indonesia Darurat! Menkes Blak-blakan Sebut RS Bakal Penuh Sampai Bulan Februari

Waduh Indonesia Darurat! Menkes Blak-blakan Sebut RS Bakal Penuh Sampai Bulan Februari

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan tempat tidur di ruang ICU...

Guna Jalin Silaturrahmi, Festival Rinuak Digelar Sesuai Prokes Covid-19

Guna Jalin Silaturrahmi, Festival Rinuak Digelar Sesuai Prokes Covid-19

AGAM Pemuda Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecataman Tanjung Raya, Kabupaten Agam gelar festival Rinuak dengan...

Duh! Diam-diam Malaysia Baper Gara-gara Ditinggal Indonesia Soal Vaksin Covid-19, Kok Bisa?

Duh! Diam-diam Malaysia Baper Gara-gara Ditinggal Indonesia Soal Vaksin Covid-19, Kok Bisa?

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Menteri Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin menegaskan,...

Jokowi Murka Subisidi Pupuk Sampai 33 Triliun Ternyata Produktivitas Jeblok

Jokowi Murka Subisidi Pupuk Sampai 33 Triliun Ternyata Produktivitas Jeblok

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi menunjukkan kejengkelan. Kali ini Kepala Negara...


KOMENTAR ANDA