Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gila! Israel Bangun Ribuan Pemukiman Baru di Yerusalem, Arab Saudi Meradang

Rabu, 18 November 2020 - 13:09:50 WIB - 4832
Gila! Israel Bangun Ribuan Pemukiman Baru di Yerusalem, Arab Saudi Meradang
Pemukiman Yahudi baru di Yerusalem (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Selasa (17/11) menyatakan menolak dan mengutuk keputusan Israel untuk membangun 1.257 permukiman baru di dekat Yerusalem Timur. Menurutnya, tindakan Israel telah melanggar resolusi internasional.

"Kerajaan menolak atas tindakan itu, yang melanggar resolusi internasional, merusak upaya menuju solusi dua negara dan mempengaruhi upaya untuk mencapai perdamaian di kawasan itu," kata kementerian itu dalam sebuah tweet, dilansir dari English Alarabiya, Rabu (18/11/2020).

Lihat juga: Gawat! Palestina Mulai Buka Hubungan Kembali dengan Israel, Kok Bisa?

Israel bergerak maju dengan rencana mendirikan perumahan di daerah sensitif dekat Yerusalem Timur. Sebuah langkah yanh dilakukan segera sebelum Presiden terpilih AS, Joe Biden menjabat.

Otoritas Pertanahan Israel (ILA) berencana membangun 1.257 rumah di Givat Hamatos. Sebuah rencana yang dihidupkan kembali oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah sebelumnya dibekukan oleh oposisi internasional.

Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa permukiman ilegal di bawah hukum internasional dan tender tersebut, merupakan bagian dari upaya Israel untuk membunuh solusi dua negara yang didukung secara internasional.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan sangat khawatir dengan tender tersebut. Karena proyek itu akan memutuskan beberapa bagian Yerusalem Timur dari kota terdekat Palestina di Betlehem di Tepi Barat.

"Ini adalah lokasi kunci antara Yerusalem dan Betlehem di Tepi Barat yang diduduki. Setiap pembangunan permukiman akan menyebabkan kerusakan serius pada prospek Negara Palestina yang layak dan berdekatan," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.

Peace Now, sebuah kelompok anti-permukiman Israel, menuduh pemerintah Netanyahu memanfaatkan minggu-minggu terakhir pemerintahan Trump untuk segera melakukan pembangunan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Polda Sumbar Klaim Kejahatan Menurun di Tahun 2020, Inilah Penyebabnya

Polda Sumbar Klaim Kejahatan Menurun di Tahun 2020, Inilah Penyebabnya

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, jumlah kasus hukum yang ditangani...

Bau Busuk! Tumpukan Sampah di TPA Muaro Batuk Sijunjung Resahkan Masyarakat

Bau Busuk! Tumpukan Sampah di TPA Muaro Batuk Sijunjung Resahkan Masyarakat

MINANGKABAUNEWS, SIJUNJUNG -- Tumpukan sampah yang kian menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muaro Batuk,...

Menjelang Finalisasi, Komnas HAM Cek Ribuan Video Tewasnya 6 Laskar FPI

Menjelang Finalisasi, Komnas HAM Cek Ribuan Video Tewasnya 6 Laskar FPI

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Tim Penyelidikan Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI tengah menjalani tahap finalisasi...

Siap-siap Panas Dingin! Komnas HAM Teliti 8.000 Video CCTV Tewasnya 6 Laskar FPI

Siap-siap Panas Dingin! Komnas HAM Teliti 8.000 Video CCTV Tewasnya 6 Laskar FPI

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan finalisasi laporan peristiwa...

Pj Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo: Jangan Sekali-kali Mengintervensi Kebebasan Pers

Pj Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo: Jangan Sekali-kali Mengintervensi Kebebasan Pers

SOLOK SELATAN -- Dalam rangka bersilahtuhrahmi dengan ASN dan sekaligus untuk memantau kondisi kerja beberapa instansi...


KOMENTAR ANDA