Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Jawaban Jokowi Ditanya Kapan Giliran Divaksin: Diminta Saya yang Paling Depan, Ya Saya Siap

Rabu, 18 November 2020 - 13:41:10 WIB - 304
Jawaban Jokowi Ditanya Kapan Giliran Divaksin: Diminta Saya yang Paling Depan, Ya Saya Siap
Presiden Joko Widodo (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Pemerintah mulai menyiapkan infrastruktur vaksinasi Covid-19 yang targetnya bisa dimulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 mendatang. Bahkan simulasi vaksinasi sudah dilakukan di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Rabu (18/11/2020) yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut, presiden menyebutkan pihak-pihak yang akan menjadi prioritas vaksinasi nantinya. Prioritas pertama diberikan kepada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di garis depan, termasuk dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya.

"Itu yang diberikan prioritas. Plus, TNI dan Polri. Kemudian nanti baru ASN untuk pelayanan-pelayanan publik yang ada di depan, guru, dan kemudian tentu saja kita semua," ujar Presiden Jokowi usai meninjau simulasi vaksikasi, Rabu (18/11).

Kemudian muncul pertanyaan menarik. Kalau pelayanan publik masuk ke dalam kelompok prioritas vaksinasi, lantas kapan Presiden Jokowi dapat giliran divaksin? Ternyata Jokowi punya jawaban sendiri.

"Kalau ada yang bertanya, presiden nanti di depan atau di belakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan, ya saya siap," katanya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan produk vaksin yang dipesan dari luar negeri bisa tiba akhir November. Namun dengan situasi yang berkembang saat ini, Presiden Jokowi menyebut vaksinasi bisa mundur ke Desember nanti. Dengan demikian, vaksinasi secara massal baru bisa dilakukan akhir 2020 atau awal 2021.

Mengenai produk vaksin apa yang akan dipesan Indonesia, Jokowi menekankan bahwa apapun pabrikan farmasi yang memproduksi, yang terpenting harus masuk dalam daftar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin yang dipesan pun tidak lantas tiba dan bisa langsung disuntikkan ke masyarakat.

Jokowi menjelaskan, produk vaksin yang dipesan nanti harus mendapat otoritsasi penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah izin dari BPOM keluar, barulah produk vaksin bisa digunakan secara massal.

Namun pemerintah masih punya pekerjaan rumah lain. Jokowi menyebutkan, distribusi vaksin perlu penanganan khusus terutama penyediaan cold chain atau rantai dingin yang memadai ke seluruh daerah. Apalagi, setiap produk vaksin memiliki standardisasi suhu berbeda-beda untuk disimpan.

"Setiap vaksin dari produk yang berbeda memerlukan model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapat vaksin, dan vaksinnya juga tidak rusak," kata Jokowi. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: indonesia,kesehatan,metro,nasional,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pemekaran Air Jamban Mandau Riau Diusulkan jadi Lima Kelurahan dan Satu Desa

Pemekaran Air Jamban Mandau Riau Diusulkan jadi Lima Kelurahan dan Satu Desa

MINANGKABAUNEWS, DURI -- Wilayah Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau sangat luas bahkan penduduknya padat. Untuk...

MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembakaran Ponpes Al Furqon

MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembakaran Ponpes Al Furqon

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyesalkan adanya teror pembakaran Pondok Pesantren ...

Riyan: Segera Bentuk Badan Peradilan Khusus Sengketa Pilkada

Riyan: Segera Bentuk Badan Peradilan Khusus Sengketa Pilkada

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Bukittinggi, Riyan...

Rektor IAIN Batusangkar Serah Terima Swakelola Gedung Dengan Kepala Balai Pemukiman Sumbar

Rektor IAIN Batusangkar Serah Terima Swakelola Gedung Dengan Kepala Balai Pemukiman Sumbar

MINANGKABAUNEWS, TANAH DATAR - Kementerian PUPR melalui Kepala Balai Permukiman Wilayah Sumatera Barat Kusworo Darpito,...

Jelang Belajar Tatap Muka, 318 Guru di Padang Panjang Ikuti Swab Tes

Jelang Belajar Tatap Muka, 318 Guru di Padang Panjang Ikuti Swab Tes

MINANGKABAUNEWS, PADANG PANJANG - Untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), sebanyak 318 orang lagi tenaga...


KOMENTAR ANDA