Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Ngeri! Ini yang Akan Terjadi Jika Parlemen Rusia Nekat Beri Kekebalan Hukum untuk Putin

Rabu, 18 November 2020 - 14:30:56 WIB - 3669
Ngeri! Ini yang Akan Terjadi Jika Parlemen Rusia Nekat Beri Kekebalan Hukum untuk Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Majelis rendah parlemen Rusia mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang akan memberikan kekebalan hukum bagi Presiden Vladimir Putin setelah dia selesai menjabat, Selasa (17/11).


RUU yang diterbitkan di situs web Majelis Rendah Duma adalah salah satu amandemen konstitusi yang disetujui musim panas ini dalam pemungutan suara nasional.

Jika disahkan, RUU itu akan memberikan kekebalan bagi mantan presiden beserta keluarganya dari tuntutan pidana. Mereka juga akan dibebaskan dari upaya penggeledahan, penangkapan, atau interogasi.

RUU juga akan memungkinkan Putin kembali mencalonkan diri pada 2024.

Saat ini, mantan presiden hanya kebal dari tuntutan penganiayaan untuk kejahatan yang dilakukan selama menjabat.

Pada Selasa, Majelis Rendah Duma menyetujui pembahasan RUU itu. Agar bisa disahkan menjadi UU, RUU tersebut membutuhkan persetujuan dari majelis tinggi Dewan Federasi dan tanda tangan Putin.

Dilansir AFP, berdasarkan RUU itu, mantan presiden dapat dicabut kekebalannya jika dituduh melakukan makar atau kejahatan berat lainnya, dan dakwaan tersebut dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Anggota parlemen Pavel Krasheninnikov, salah satu penggagas, mengatakan kepada kantor berita negara, RIA Novosti, bahwa RUU baru tidak akan berlaku untuk Mikhail Gorbachev, presiden Uni Soviet sampai pembubarannya pada 1991.

Saat Putin masih menjabat, Dmitry Medvedev, yang pernah menjadi kepala negara antara 2008-2012, adalah satu-satunya mantan presiden Rusia yang masih hidup.

RUU itu disebut sebagai lanjutan dari keputusan Parlemen Rusia yang mengubah undang-undang dasar, dengan menghilangkan batas masa jabatan bagi seorang presiden. Aturan itu membuat Putin bisa kembali menjabat hingga 2036, di mana saat itu dia diperkirakan akan berumur 84 tahun.

Aturan tentang pemberian kekebalan terhadap presiden di Rusia disahkan pertama kali pada 2001, setahun setelah Putin menjabat.

Jika RUU kekebalan hukum itu disahkan, maka mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga akan mendapatkan hak yang sama dengan Putin. Dia menjabat sebagai presiden Rusia pada 2008 sampai 2012, dan kemudian digantikan kembali oleh Putin.

Putin menjabat sebagai presiden Rusia sejak 2000 sampai 2008. Dia lantas kembali memimpin pada 2012 sampai hari ini. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/CNN Indonesia
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Masyarakat Tanjung Gadang Geger Mayat laki-laki Ditemukan Di Rumpun Pisang

Masyarakat Tanjung Gadang Geger Mayat laki-laki Ditemukan Di Rumpun Pisang

MINANGKABAUNEWS, SIJUNJUNG -- Masyarakat nagari Tanjung Gadang kabupaten Sijunjung, Minggu (10/1/2021) sekitar pukul...

Turbin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Begini Kondisinya

Turbin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Begini Kondisinya

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Satu turbin milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan. Turbin tersebut ditemukan...

Anggota Kodim 0319 Mentawai, Rutin Goro Lingkungan Makodim Sekitar

Anggota Kodim 0319 Mentawai, Rutin Goro Lingkungan Makodim Sekitar

MINANGKABAUNEWS, MENTAWAI - Dalam menjaga keindahan dan kerapihan, sehingga terlihat nyaman, anggota Kodim...

Guna Jalin Silaturahmi, Ratusan Pesilat di Agam Gelar Latgab

Guna Jalin Silaturahmi, Ratusan Pesilat di Agam Gelar Latgab

AGAM -- Ratusan pesilat dari berbagai perguruan yang tergabung dalam ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Agam, gelar...

Ajib! Andri Warman Bertekad Ciptakan Good Goverment di Kabupaten Agam

Ajib! Andri Warman Bertekad Ciptakan Good Goverment di Kabupaten Agam

MINANGKABAUEWS, AGAM -- Temu ramah dan silaturahmi antara Bupati Agam terpilih dengan wartawan PWI terlihat akrab....


KOMENTAR ANDA