Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Bikin Musuh-musuh Mereka Panik, Putin dan Erdogan Makin Mesra

Kamis, 19 November 2020 - 13:21:32 WIB - 3702
Bikin Musuh-musuh Mereka Panik, Putin dan Erdogan Makin Mesra
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Presiden Rusia, Vladimir Putin, membela dukungan yang diberikan Turki terhadap Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh, Selasa (17/11). Dia menyatakan, Ankara tidak melanggar hukum internasional dengan langkah tersebut.

"Tindakan Turki dalam masalah Karabakh dapat dikualifikasikan dengan cara apa pun, tetapi (Turki) tidak dapat dituduh melanggar hukum internasional apa pun," kata Putin.

Putin menyatakan, Baku mengklaim kembali wilayahnya sendiri dan berhak memilih penasihat mana pun, termasuk Turki. Bahkan, dia menyatakan, Turki adalah anggota Minsk Group di pemukiman Nagorno-Karabakh sejak awal, tetapi tidak pernah diberikan status ketua bersama.

Pemimpin Rusia ini mengakui bahwa Moskow dan Ankara seringkali memiliki posisi yang berbeda dalam beberapa hal. Namun, kedua negara dinilai mampu mencapai kompromi melalui jalur diplomatik.

Dikutip dari hurriyetdailynews, Putin mengacu pada banyak negara, termasuk di Eropa, bertempur berkali-kali di masa lalu, seperti Prancis dan Jerman. Namun tidak menghalangi mereka bekerja sama saat ini. Kondisi serupa pun berlaku untuk Rusia dan Turki.

Meski menyanjung Turki, Putin pun tidak lupa memuji Amerika Serikat dan Prancis atas peran dalam penyelesaian Nagorno-Karabakh. Dia mengatakan ketua bersama Minsk Group tidak punya alasan untuk tersinggung karena tidak terlibat dalam kesepakatan akhir.

Putin mengatakan, kedua negara tersebut tidak dapat dimasukkan dalam pembicaraan karena jatuhnya Karabakh hanya dalam hitungan jam dan menuntut langkah-langkah segera. Kondisi ini membuat tidak ada waktu untuk konsultasi tambahan dalam kerangka Minsk Group.

Mengomentari kerusuhan baru-baru ini di Yerevan dan kemungkinan pergeseran kekuasaan, Putin mengatakan situasi saat ini menuntut Armenia untuk melakukan konsolidasi dan merapikan diri. Dia pun menyatakan, langkah bunuh diri jika Yerevan memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Karabakh yang ditandatangani pada 10 November. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ribuan Massa Demo di Lahan HGU PT Anam Koto Pasaman Barat, Ada Apa?

Ribuan Massa Demo di Lahan HGU PT Anam Koto Pasaman Barat, Ada Apa?

PASAMAN BARAT - Ribuan masyarakat yang tergabung dalam anggota Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman melakukan orasi...

Covid-19, 574 Orang Warga Kota Solok Sudah Terinfeksi

Covid-19, 574 Orang Warga Kota Solok Sudah Terinfeksi

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Syaiful, A, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solok dalam laporanya...

Mantul! Kawasan Lubuk Buaya Menjelma Sebagai Pusat Ekonomi Baru

Mantul! Kawasan Lubuk Buaya Menjelma Sebagai Pusat Ekonomi Baru

Lubuk Buaya Akan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru MINANGKABAUNEWS, PADANG --Lubuk Buaya yang berada di perbatasan...

Dinas Dukcapil Padang Panjang Mulai Terapkan Go Digital

Dinas Dukcapil Padang Panjang Mulai Terapkan Go Digital

MINANGKABAUNEWS, PADANG PANJANG -- Sejak 18 Januari lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)...

Terbaik Pengelolaan Arsip 2020, 6 OPD Terima Piagam Penghargaan

Terbaik Pengelolaan Arsip 2020, 6 OPD Terima Piagam Penghargaan

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) menganugerahkan Piagam...


KOMENTAR ANDA