Wednesday, 27 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Biadab! Pasukan Elite Tetangga Indonesia Ini Ketahuan Bunuh Warga Sipil Afganistan

Kamis, 19 November 2020 - 13:39:36 WIB - 21328
Biadab! Pasukan Elite Tetangga Indonesia Ini Ketahuan Bunuh Warga Sipil Afganistan
ADF Australia (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Pasukan khusus Australia dilaporkan secara ilegal telah membunuh 39 orang selama konflik Afghanistan. Hal itu terungkap berdasarkan hasil laporan militer yang dikeluarkan, Kamis (19/11/2020).

Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah melakukan penyelidikan selama empat tahun atas pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan mereka. Penyelidikan menginvestigasi 57 insiden dan mendengar lebih dari 300 saksi.

"Pembunuhan itu telah mengungkap catatan memalukan dari budaya pejuang oleh beberapa tentara," kata kepala ADF Jenderal Angus Campbell dilansir laman BBC, Kamis (19/11).

Laporan menemukan bahwa sekurangnya 19 tentara saat ini atau mantan tentara harus diselidiki oleh polisi atas pembunuhan tahanan, petani, atau warga sipil antara 2009 dan 2013. Pihak Afghanistan, kata ia, telah diyakinkan oleh Australia bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan keadilan.

Kebanyakan tuduhan menyangkut tentara dalam unit elite Special Air Service (SAS). Jenderal Campbell mengatakan, tak satu pun dari pembunuhan yang dituduhkan itu bisa digambarkan dalam panasnya pertempuran. "Tidak ada yang diduga terjadi dalam keadaan di mana niat pelaku tidak jelas, bingung, atau salah," katanya kepada wartawan, Kamis.

"Dan setiap orang yang diajak bicara oleh penyelidikan benar-benar memahami hukum konflik bersenjata dan aturan keterlibatan di mana mereka beroperasi," ujarnya menambahkan.

Jenderal Campbell mengatakan, tuduhan paling mengkhawatirkan menyangkut beberapa tentara SAS yang diduga menjalankan hukum oleh persepsi mereka sendiri.

Penyelidikan oleh inspektur jenderal ADF dilakukan secara tertutup. Hanya sedikit rincian yang telah dilaporkan hingga sekarang.

Pekan lalu, Perdana Menteri Scott Morrison memperingatkan bahwa laporan itu berisi berita kurang baik bagi warga Australia tentang pasukan khususnya.

"Ini adalah lingkungan (di dalam ADF), itu adalah konteksnya, itu adalah aturannya, itu adalah budaya dan perintah yang duduk di sekitar hal-hal itu," ujar PM Morrison.

Kantor Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan, Morrison telah menelepon untuk mengungkapkan kesedihan yang terdalam atas temuan itu. Afghanistan belum berkomentar sejak laporan itu dipublikasikan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Camat Sipora Selatan Berganti, Danramil 03 Pulau Sipora Hadiri Pelantikan

Camat Sipora Selatan Berganti, Danramil 03 Pulau Sipora Hadiri Pelantikan

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI - Danramil 03 Pulau Sipora menghadiri Pelantikan dan pengukuhan Camat Sipora Selatan...

Satresnarkoba Polres Tanah Datar Kembali Amankan Seorang Pria Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Satresnarkoba Polres Tanah Datar Kembali Amankan Seorang Pria Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

TANAH DATAR - Tim Tarantula Satuan Reserse Narkoba (SATRESNARKOBA) Polres Tanah Datar kembali mengamankan satu orang...

2500 Nakes Padang Akan Divaksin, Ini Kata Kadinkes Feri Mulyani

2500 Nakes Padang Akan Divaksin, Ini Kata Kadinkes Feri Mulyani

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Tenaga kesehatan (Nakes) merupakan prioritas pertama yang mendapatkan vaksin Corona Virus...

Vaksinasi Covid-19 di Pesisir Selatan Ditunda, Kenapa?

Vaksinasi Covid-19 di Pesisir Selatan Ditunda, Kenapa?

MINANGKABAUNEWS, PESISIR SELATAN -- Pencanangan vaksinasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) batal...

Waduh! Tiga Warga Kota Solok Kembali Dilaporkan Positif Covid-19

Waduh! Tiga Warga Kota Solok Kembali Dilaporkan Positif Covid-19

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- kembali dilaporkan temuan baru kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Solok. Kali ini...


KOMENTAR ANDA