Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Jengkel dengan Iran, Amerika Mendadak Pindahkan Skuadron Jet Tempur F-16 ke UEA

Kamis, 19 November 2020 - 14:22:34 WIB - 6476
Jengkel dengan Iran, Amerika Mendadak Pindahkan Skuadron Jet Tempur F-16 ke UEA
Jet tempur F-16 Amerika (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Amerika Serikat telah memindahkan skuadron jet tempur F-16-nya dari Jerman ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Menurut United Press International (UPI), pemindahan itu dilakukan dari sebuah detasemen F-16 di Skuadron Tempur 480 Angkatan Udara Spangdahlem di Jerman ke Pangkalan Udara Al-Dhafra di Abu Dhabi.

"Pengerahan Skuadron Tempur 480 mendemonstrasikan kelincahan Angkatan Udara AS dan komitmen CENTCOM kepada sekutu dan mitra untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan," lapor UPI, mengutip pernyataan dari Komandan Angkatan Udara ke-9, Letnan Jenderal Greg Guillot.

"Saat dikerahkan, unit tersebut akan melakukan berbagai misi, termasuk operasi tempur dan pelatihan dengan mitra bersama dan regional, meningkatkan kesiapan keseluruhan unit dan kembali ke (Komando Eropa AS) yang lebih siap untuk mendukung operasi di masa depan," kata Guillot.

Dilansir The New Arab, Komando Pusat AS (CENTCOM) tidak menyebutkan secara langsung alasan di balik langkah tersebut, namun UPI menyatakan Al-Dhafra merupakan hub untuk pengawasan kegiatan di kawasan Teluk, khususnya gerakan militer Iran.

Pemindahan terjadi setelah detasemen F-35 AS kembali dari UEA ke pangkalan mereka di Utah.

Upaya itu juga dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, di mana pekan lalu Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Tapi niat itu dihalangi oleh para pejabat seniornya.

Mereka memperingatkan Trump bahwa serangan semacam itu dapat meningkatkan konflik yang lebih luas di pekan-pekan terakhir masa kepresidenannya.

Persaingan antara AS dan Iran selama puluhan tahun semakin intensif di bawah pemerintahan Trump, terutama setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan memberlakukan sanksi keras terhadap negara itu.

Pada Januari, kedua negara nyaris berperang setelah AS membunuh komandan Iran, Qasem Soleimani. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/CNN Indonesia
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,teknologi

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Siap-siap! Mahfud Terima Laporan Komnas HAM Kasus KM 50, Janji Tak Akan Menutup-nutupi

Siap-siap! Mahfud Terima Laporan Komnas HAM Kasus KM 50, Janji Tak Akan Menutup-nutupi

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan akan...

Duh Gawat! Benarkah Indonesia Tak Boleh Gugat Produsen Vaksin Jika Ada Efek Samping

Duh Gawat! Benarkah Indonesia Tak Boleh Gugat Produsen Vaksin Jika Ada Efek Samping

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Sebuah unggahan di media sosial menjadi pembahasan warganet karena menyebut Indonesia...

200 Personel Brimob Polda Susel Dikerahkan Untuk Bantu Pemulihan Pascagempa

200 Personel Brimob Polda Susel Dikerahkan Untuk Bantu Pemulihan Pascagempa

MINANGKABAUNEWS, SULAWESI SELATAN -- Brigade Mobile (Brimob) Polda Provinsi Sulawesi Selatan mengerahkan pasukan untuk...

Pandemi Covid-19, Modus Penyeludupan Narkotika Lewat Paket Meningkat

Pandemi Covid-19, Modus Penyeludupan Narkotika Lewat Paket Meningkat

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL --- Sindikat penyelundupan barang ilegal yang masuk ke Indonesia, khususnya Daerah Istimewa...

Lagi Enak-enaknya Tidur, Terjadi Dua Titik Kebakaran di Jakarta

Lagi Enak-enaknya Tidur, Terjadi Dua Titik Kebakaran di Jakarta

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Peristiwa dua kebakaran terjadi di Jakarta pada Senin (18/1) malam dan Selasa (19/1) dini...


KOMENTAR ANDA