Monday, 18 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Wisuda Daring, Trend di Masa Pandemi

Jumat, 20 November 2020 - 00:09:09 WIB - 496
Wisuda Daring, Trend di Masa Pandemi
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Arvini Yorianda, Guru PAI SMKN 2 Padang

Rasanya tidak lengkap apabila setelah menempuh jenjang perkuliahan baik S1, S2, maupun S3 tidak diakhiri dengan proses wisuda, karena menurut beberapa orang wisuda merupakan momentum yang sakral atas pengesahan gelar yang diterimanya setelah menempuh perjuangan selama perkuliahan, mulai dari tugas-tugas harian yang diberikan dosen hingga tugas akhir yang dikerjakan dengan tidak mudah dan penuh perjuangan.

Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk bisa merayakan momentum wisuda tersebut, dari persiapan penginapan bagi keluarganya yang berada diluar daerah, persiapan make-up bagi mahasiswa perempuan, pakaian wisuda yang akan dikenakan, hingga persiapan studio foto yang akan digunakan untuk mengabadikan momen wisuda tersebut.

Namun, di masa pandemi saat ini banyak hal yang berubah dalam sektor kehidupan masyarakat di dunia terutama masyarakat Indonesia, hal ini tentunya juga berdampak pada sektor pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi mengalami perubahan yang signifikan, dimana proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau secara online dengan menggunakan aplikasi yang telah dipersiapkan oleh pemerintah maupun sekolah. Begitu juga dalam pelaksanaan wisuda terjadi pergeseran, dari pelaksaannya secara langsung menjadi jarak jauh atau online.

Transformasi wisuda yang dari offline menjadi online atau virtual di masa pandemi merupakan alternatif lain yang diberikan oleh kampus, agar mahasiswa tetap dapat merasakan momentum yang sakral tersebut untuk meresmikan gelar yang mereka raih atas kerja keras dan perjuangan yang mereka lakukan selama ini. Namun, tidak semua mahasiswa yang sepakat dengan pelaksaan wisuda secara daring ini, akibatnya ada kampus yang sengaja mengundur pelaksanaan wisuda secara online sampai kondisi terbebas dari pandemi ini. Akan tetapi pengunduran tanpa kepastian merupakan sesuatu hal yang akan merugikan mahasiswa itu sendiri, sebab mereka membutuhkan pekerjaan setelah tamat dari perguruan tinggi.

Kampus Universitas Sebelas Maret (USM) Surakatra Jawa Tengah menjadi kampus yang pertama mengadakan wisuda daring pada tanggal 2 Mei 2020 lalu dengan 259 mahasiswa. Kemudian disusul dengan kampus Universitas Cendrawasih dan kampus-kampus lainnya yang ada di negeri ini. Untuk di daerah Sumatera Barat yang telah melakukan wisuda online selama masa pandemi adalah Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittingi, dan akan disusul oleh UIN Imam Bonjol Padang yang akan dilaksanakan dalam bulan November tahun ini.

Trend Pelaksanakan wisuda jarak jauh atau secara virtual masih menimbulkan perbedaan pendapat baik dikalangan mahasiswa yang akan diwisuda maupun pihak keluarga yang akan menghadari acara wisuda. Mereka berpendapat, bahwa wisuda yang merupakan acara yang sangat dinanti-nantikan setelah beberapa tahun menjalani proses perkuliahan tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan secara online.

Wisuda tidak hanya sebatas ceremonial biasa tetapi momentum yang selamanya akan dikenang oleh mahasiswa kerena bagi mahasiswa yang tidak melanjutkan studi ke jenjang S2 ataupun S3, ini merupakan peristiwa yang akan hanya dirasakan 1 kali seumur hidup. Bila wisuda dilaksanakan secara offline, tentu akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang bisa melihat secara langsung, tali toga yang dipindahkan oleh pihak kampus dari sebelah kiri ke kanan, yang menandakan bahwa anak mereka secara resmi telah menamatkan perkuliahannya dan mendapatkan tambahan nama sebagai bentuk keahlian mereka di bidang tersebut.

Namun, di masa sekarang ini wisdua secara jarak jauh sudah menjadi alternatif dalam menghadapi pandemi covid-19. sebab wisuda online sebenarnya memberikan beberapa dampak positif bagi pihak wisudawan maupun pihak keluarga.

Hal ini bisa dililhat dari:

1) Terhindar dari covid-19. Seperti yang sama-sama kita ketahui, bahwa covid-19 saat ini terutama di Sumatera Barat tengah mengalami peningkatan, sehingga untuk menghindari terjadinya peningkatan yang drastis maka wisuda online merupakan pilihan terbaik karena dengan demikian kerumanan orang yang banyak dapat dihindari.

2) Hematnya biaya yang akan dikeluarkan. Wisuda yang dilaksanakan secara offline tentu membutuhkan biaya yang lebih besar daripada wisuda online karena pada momen wisuda tersebut wisudawan ataupun pihak keluarga akan memberikan tampilkan maksimal untuk bisa mengabadikan acara tersebut.

3) Efektifitas dan efisiensi waktu yang digunakan. Pelaksanan wisuda secara offline akan membutuhkan waktu yang panjang karena keluarga yang datang dari daerah akan membutuhkan waktu 1 hari lebih cepat untuk dapat datang ke daerah kampus tersebut dan meninggalkan pekerjaan yang dilakukan.

4) Bisa merayakan bersama keluarga besar. Wisuda yang dilaksanakan secara offline hanya bisa dilihat secara langsung oleh orang tua kedalam gedung tersebut, sedangkan wisuda online dapat dilihat secara langsung oleh pihak keluarga lainnya saat orang tua mewakilkan pihak kampus untuk memindahkan tali toga tersebut sebagai tanda resminya gelar yang disandangkan oleh mahasiswa.

Di sisi lain, dalam pelaksanaan wisuda secara jarak jauh atau online juga memiliki kendala, misalnya saja jaringan. Tidal semua mahasiswa yang berada di daerah yang memiliki jaringan yang bagus. Bagi mahasiswa yang tinggal di daerah yang tidak ada jaringan maka wisuda didaerah perbukitan menjadi solusi dalam mencari sinyal. Momen yang seharusnya dirasakan dengan bahagia di dalam ruangan ber AC berganti dengan ruangan yang penuh dengan pengorbanan untuk sampai disana.

Dengan demikian, kebijakan dalam melaksanakan wisuda jarak jauh merupaka sesuatu hal yang tepat untuk mencegah menularan covid-19. Akan tetapi bagi daerah yang tidak ada sinyal akan menjadi persoalan baru. Oleh sebab itu pihak kampus, hendaknya mencarikan solusi bagi daerah-daerah yang tidak memiliki sinyal. Agar momen berharga bagi mahasiswa tersebut benar-benar dirasakan dengan bahagia dan penuh makna. Semoga pandemi covid-19 ini segera berlalu dan semuanya segera berada dalam keadaan normal kembali. Aamiin. (*)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: metro,padang,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ketua PPKHI Kota Bukittinggi Minta Sriwijaya Air dan Pemerintah Jamin Hak Korban

Ketua PPKHI Kota Bukittinggi Minta Sriwijaya Air dan Pemerintah Jamin Hak Korban

...

Ini Dia Nama-Nama Penumpang Pesawat  Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Ini Dia Nama-Nama Penumpang Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Pesawat komersil Sriwijaya Air yang dilaporkan hilang, diketahui mengangkut 50 penumpang,...

Bikin Lawannya Ciut, Kekuatan Militer Turki Ternyata Bisa Ubah Konsep Perang di Dunia

Bikin Lawannya Ciut, Kekuatan Militer Turki Ternyata Bisa Ubah Konsep Perang di Dunia

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Fasilitas dan teknologi militer Turki berpotensi mengubah konsep perang dan konflik...

Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan Jalan, Wali Nagari Kecamatan Sutera Ditahan Kejari Pessel

Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan Jalan, Wali Nagari Kecamatan Sutera Ditahan Kejari Pessel

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Diduga terlibat melakukan korupsi atas pembangunan jalan Pinang Balarik, Nagari Pasar...

PPKHI Kota Bukittinggi Apresiasi Polda Sumbar Usut Kasus Dugaan Korupsi MTQ Nasional di Sumbar

PPKHI Kota Bukittinggi Apresiasi Polda Sumbar Usut Kasus Dugaan Korupsi MTQ Nasional di Sumbar

Minangkabaunews.com , Bukittinggi - Dugaan penyalahgunaan dana MTQ Nasional XXVIII yang dilaporkan ke Polda Sumbar...


KOMENTAR ANDA