Wednesday, 25 Nov 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Gimana Nih Pak Prabowo! Tugas TNI Tumpas Teroris di Papua, Bukan Petamburan

Jumat, 20 November 2020 - 13:45:27 WIB - 25174
Gimana Nih Pak Prabowo! Tugas TNI Tumpas Teroris di Papua, Bukan Petamburan
Rantis Koopsus TNI dikerahkan berhenti di jalan sambil membunyikan sirine meraung-raung di depan gang menuju Markas FPI, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakpus.


MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Warganet (netizen) pada Kamis (19/11) dihebohkan dengan sejumlah kendaraan perintis (rantis) milik Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopsus TNI) yang berhenti di jalan raya di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sambil dikawal polisi militer (POM) dan sejumlah prajurit yang naik truk di belakangnya, rantis Koopsus TNI membunyikan sirine meraung-raung berhenti di depan gang menuju Markas Front Pembela Islam (FPI).

Pengamat militer Fahmi Alfansi Pane, menjelaskan jika Koopsus TNI dibentuk untuk menghadapi ancaman nyata NKRI, seperti terorisme, separatisme, dan beragam ancaman hibrida (campuran). Sehingga, bukan ranah pasukan khusus untuk menakut-nakuti warga sipil, dalam hal ini anggota FPI.

"Terorisme yang bergerak di wilayah tertentu masih berlangsung hingga hari ini, seperti di Poso dan Papua. Meski beberapa hari lalu dua terduga teroris telah diselesaikan operasi gabungan TNI dan Polri," kata Fahmi, Jumat (20/11).

Menurut dia, pengganti Santoso, yakni Ali Kalora yang memimpin aksi terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, masih belum berhasil dilumpuhkan. Hal itu jelas menuntut pengerahan pasuka apabel, termasuk perlengkapan elektronik dan persenjataan.

"Bila teroris bergerak di wilayah hutan dan pegunungan, maka Koopsus TNI yang lebih mampu menyelesaikan secara berani, tuntas, tegas, dan cepat. Apalagi, untuk medan yang terjal di Papua, TNI mutlak diperlukan untuk menumpas gerakan teroris, separatis dan kriminal bersenjata di sana," kata alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) tersebut.

Fahmi berpesan, janganlah bangsa Indonesia lupa masih berutang nyawa terhadap para pekerja yang membangun jalan Trans-Papua yang dibunuh secara kejam tahun 2018. Para pelaku hingga kini, sambung dia, belum ditangkap. Bahkan kelompok tersebut masih meneror warga sipil. Karena itu, bukan ranah pasukan khusus mengurusi masalah FPI.

"Saya yakin menjelang peringatan 1 Desember 2020, gerakan mereka akan makin marak. Saat ini mereka sudah bergerak di media sosial. Inilah prioritas operasi bagi Koopsus TNI," kata Fahmi. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ngeri! Gara-gara Nyanyi Saat Sambut Habib Rizieq, Dua Tentara Dipenjara 14 Hari dan Diborgol

Ngeri! Gara-gara Nyanyi Saat Sambut Habib Rizieq, Dua Tentara Dipenjara 14 Hari dan Diborgol

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan, Kopda Asyari Tri...

Disaksikan Pjs. Wako Solok, DPRD Sahkan APBD 2021

Disaksikan Pjs. Wako Solok, DPRD Sahkan APBD 2021

KOTA SOLOK - Disaksikan oleh Pjs. Walikota Solok beserta jajaran OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Solok,...

Evaluasi Kinerja Pendamping Desa, Desa Harus Kreatif dan Menjadi Inisiator

Evaluasi Kinerja Pendamping Desa, Desa Harus Kreatif dan Menjadi Inisiator

MINANGKABAUNEWS, PARIAMAN -- Mardison Mahyuddin saat membuka sekaligus menjadi motivator dalam Rapat Evaluasi Kinerja...

Yori Antar dan Jay Subiakto Kembali ke Kawasan Saribu Rumah Gadang

Yori Antar dan Jay Subiakto Kembali ke Kawasan Saribu Rumah Gadang

SOLOK SELATAN - Yori Antar yang dikenal sebagai pendekar arsitektur nusantara kembali mendatangi Kawasan Saribu Rumah...

Masyarakat Menilai PKS PT SIPP di Desa Buluh Manis, Gagal Kendalikan Limbah

Masyarakat Menilai PKS PT SIPP di Desa Buluh Manis, Gagal Kendalikan Limbah

BATHIN SOLAPAN - Masyarakat menilai manajemen PKS PT SIPP gagal mengendalikan limbah bahkan abai dan cuai dengan...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar