Wednesday, 25 Nov 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Tidak Takut, Tetangga Indonesia Ini Tolak Mentah-mentah Tuntutan China

Jumat, 20 November 2020 - 13:58:52 WIB - 25785
Tidak Takut, Tetangga Indonesia Ini Tolak Mentah-mentah Tuntutan China
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. (Foto: Dok. Istimewa)


MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison menolak selusin keluhan yang diajukan oleh China terkait diplomasi hak asasi manusia, media independen, dan kebijakan investasi, Kamis (19/11). Dia menegaskan negaranya itu akan selalu menjadi Australia.

"Jika ini yang menjadi penyebab ketegangan dalam hubungan itu, maka tampaknya ketegangannya adalah Australia hanya menjadi Australian," kata Morrison dalam wawancara dengan Seven Network.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya mencantumkan keluhan tentang kebijakan Australia pada Selasa (17/11). Kedutaan Besarnya Cina di Canberra pun membagikan 14 daftar keluhan dengan perusahaan media Australia, Nine, pada hari yang sama.

Morrison menegaskan tidak akan mengubah kebijakan Australia termasuk memiliki media yang bebas, anggota parlemen terpilih yang dapat mengutarakan pendapat, dan berbicara tentang hak asasi manusia. Pernyataan ini menanggapi juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.

Dia menyatakan keluhan tentang tindakan Australia terhadap kepentingan Beijing seperti Hong Kong, Xinjiang, dan Taiwan di Dewan Hak Asasi Manusia, serta dukungan untuk Taiwan memasuki Organisasi Kesehatan Dunia.

China juga mengkritik tindakan Australia terhadap campur tangan asing dan menjadi negara pertama yang melarang perusahaan China berpartisipasi dalam jaringan telekomunikasi 5G-nya. Kedutaan China mengatakan lebih dari 10 investasi Beijing telah diblokir di Australia dengan alasan keamanan nasional.

"Kami tidak akan berkompromi dengan fakta bahwa kami akan menetapkan hukum investasi asing kami, atau bagaimana kami membangun jaringan telekomunikasi 5G kami, atau bagaimana kami menjalankan sistem perlindungan kami dari gangguan," kata Morrison.

Ketegangan antara Australia dan mitra dagang terbesarnya China telah meningkat tahun ini. Beijing memberlakukan serangkaian pembalasan perdagangan setelah Canberra memimpin seruan untuk penyelidikan internasional terhadap virus corona.

Menteri pemerintah Australia baru-baru ini mengatakan ingin meningkatkan komunikasi dengan Beijing. Namun, Kementerian Luar Negeri China mengatakan Australia perlu mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Haris Azhar tak Yakin Habib Rizieq Bisa Sulut Perang dengan TNI, Ini Alasannya

Haris Azhar tak Yakin Habib Rizieq Bisa Sulut Perang dengan TNI, Ini Alasannya

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Aktivis HAM yang juga pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation, Haris Azhar...

Banjir Bandang Rendam Lima Nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis

Banjir Bandang Rendam Lima Nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis

MINANGKABAUNEWS, PADANG PARIAMAN -- Curah hujan yang cukup tinggi pada Jumat malam, mengakibatkan meluapnya air sungai...

Joe Biden Unggul dari Trump adalah Kemenangan Komunitas Muslim Amerika

Joe Biden Unggul dari Trump adalah Kemenangan Komunitas Muslim Amerika

Oleh: Shamsi Ali, Imam Besar New York Saya tidak tahu akan memulai dari mana. Terlalu banyak hal yang perlu saya...

Padang Pariaman meraih Juara III Kategori The Most Improved

Padang Pariaman meraih Juara III Kategori The Most Improved

MINANGKABAUNEWS, PADANG Pariaman -- Dalam ajang Peduli Wisata Award (PWA) 2020 Kabupaten Padang Pariaman meraih...

Wisuda Daring, Trend di Masa Pandemi

Wisuda Daring, Trend di Masa Pandemi

Oleh: Arvini Yorianda, Guru PAI SMKN 2 Padang Rasanya tidak lengkap apabila setelah menempuh jenjang perkuliahan...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar