Wednesday, 25 Nov 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Agam

Kampung Buya Hamka Bakal Pakai Konsep Green Tourism Ridwan Tulus

Jumat, 20 November 2020 - 22:29:25 WIB - 318
Kampung Buya Hamka Bakal Pakai Konsep Green Tourism Ridwan Tulus
Ridwan Tulus saat memaparkan konsep green tourism di museum Buya Hamka Tanjung Raya, Kabupaten Agam.


Ridwan Tulus seorang pegiat berkelas Internasional kagumi keindahan alam Kampung Buya Hamka yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

"Saya tidak menyangka negeri Buya ini sungguh indah dan memiliki kekayaan alam yang sangat berpotensi di kembangka," begitulah ungkapan Ridwan saat berkesempatan berkunjung dan menyambangi sekelompok pemuda yang mengundangnya ke Nagari Sungai Batang, Rabu, (18/11).

Pertemuan berawal beberapa orang penggiat dan pemerhati Tokoh Buya Hamka dan pariwisata reliqius mencoba menghubunginya. Hingga akhirnya ngopi bareng berlangsung di Novotel Kota Bukittinggi. Perkenalan menggugah jalinan hati, terkesima dengan perjuangan dan keberanian anak muda itu. Membuat Ridwan Tulus tergugah ajakan empat orang anak muda itu, untuk berkunjung ke Sungai Batang.

"Saya kagum dengan keberanian anak muda ini. Berani mengajak saya yang jelas tidak mudah untuk dipengaruhi. Apalagi mengajak kerjasama dengan konsep Green Tourism dengan sistem kerja yang cukup profesional," terangnya.

Pemuda tersebut bernama Rudi, Koordinator dari Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya. Kelompok binaan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan timnya.

"Saya salut dengan pergerakan yang telah berjalan. Saya berharap kerjasama ini dapat berlanjut kepada pembinaan keterampilan yang benar-benar profesional dalam bidang kepariwisataan ini," ulasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, pariwisata yang dimaksut tidaklah berdampak buruk pada budaya dan generasi penerus. Malah sebaliknya, wisatawan itulah yang harus ikut aturan yang telah dibentuk masyarakat itu sendiri.

"Namun tentu terlebih dulu, masyarakat itu harus menegakan aturannya tanpa pengecualian. Setelah itu, dengan mudah wisatawan yang datang semakin yakin dan nyaman mengikuti aturan itu sendiri," paparnya.

Sementara itu, Mulyadi akrab dipanggil Andi, Salah seorang anggota Ridwan Tulus menambahkan, saat ini pariwisata di Sumatera Barat belum begitu maju. Karena masih baru menyentuh kulit-kulitnya.

"Pariwisata yang sesungguhnya itu adalah mampu memberdayakan segala kondisi dan situasi yang alami. Bukan mesti menciptakan dengan bangunan fisik semata," terang Andi.

Green Tourism memperkenalkan "Solution For Now And The Future. Seperti "Protec The Cultur" yakni pemerintah, masyarakat, tour operator dan wisatawan berpartisipasi memprotek budaya setempat. "Protec The Nature" atau pemerintah, masyarakat, Tour Operator dan wisatawan berpartisipasi memproteksi lingkungan agar lebih baik. "Bukan malah merusaknya," tegasnya.

Konsep Green Tourism Ridwan Tulus juga memperkenalkan "Empower and Bring Benefit For Local People atau tour operator melibatkan masyarakat setempat dan mengajarkan bagaimana ikut aktif dalam setiap program wisata. "Suppor Conservation" atau mendukung konservasi, serta "Life Experience Tourism" atau Wisata Pengalaman Hidup. Menjadikan kendala menjadi peluang.

Kehadiran Ridwan Tulus dan Andi tidak hanya disambut gembira Pemuda Sungai Batang itu. Camat Tanjung Raya, Walinagari Sungai Batang, Ketua Bamus (Badan Musyawarah) , Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Batang dan seluruh Tokoh Masyarakat lainnya sangat senang.

"Membaca profile beliau, kita sadari sungguh menjadi kehormatan tersendiri bagi kita. Kenapa? Karena pengalaman dan perjalanan beliau sudah sangat terkenal di Mancanegara. Kita harus mampu memanfaatkan peluang ini dengan baik," ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, saat pertemuan kedua, di Kampung Tangah Tanah Sirah, Rumah Gadang Pasukuan Melayu, Kamis (19/11).

Berharap pertemuan ini dapat berlanjut dengan aksi pengembangan wisata, sesuai konsep Green Tourism Institut. "Pelatihan dan pembinaan sangat kita butuhkan untuk pengelolaannya. Bersama Walinagari, Bamus, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Pemuda, beserta seluruh Tokoh Masyarakat bersatu dan kompak. Mengembangkan wisata sesuai Budaya dan Agama Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," pungkasnya. (JNS)

Editor/Sumber: JNS
Tag: agam,daerah,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bosan Didemo, Raja Thailand Akhirnya Turun Gunung

Bosan Didemo, Raja Thailand Akhirnya Turun Gunung

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Raja Thailand Maha Vajiralongkorn akhirnya "turun gunung". Ia mengunjungi...

Pengesahan APBD 2021 Solok Selatan Tercepat di Sumatera Barat

Pengesahan APBD 2021 Solok Selatan Tercepat di Sumatera Barat

PARIWARA SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan beserta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Ini Tiga Wisata di Sumbar Bisa Jadi Alternatif Liburan di Masa Pandemi

Ini Tiga Wisata di Sumbar Bisa Jadi Alternatif Liburan di Masa Pandemi

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial menuturkan bahwa terdapat tiga...

Simpan Narkoba, Satreskoba Polres Mentawai Ciduk AS (19) Diatas Motor

Simpan Narkoba, Satreskoba Polres Mentawai Ciduk AS (19) Diatas Motor

MENTAWAI - Jajaran Satreskoba Polres Kepulauan Mentawai lakukan penangkapan terhadap 1 orang laki-laki berinisial AS...

Fraksi PKS DPRD Sumbar: Kami Desak Agar Ranperda Konversi Bank Nagari Syariah Segera Dibahas

Fraksi PKS DPRD Sumbar: Kami Desak Agar Ranperda Konversi Bank Nagari Syariah Segera Dibahas

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- Fraksi PKS DPRD Sumatera Barat mendesak pimpinan dewan agar segera melakukan pembahasan...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar