Wednesday, 25 Nov 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Genting! MUI Heran Ada Pihak Ingin Bubarkan FPI, Sedikit yang Berani Nahi Mungkar Seperti HRS

Sabtu, 21 November 2020 - 13:48:11 WIB - 38018
Genting! MUI Heran Ada Pihak Ingin Bubarkan FPI, Sedikit yang Berani Nahi Mungkar Seperti HRS
Habib Rizieq Shihab (Foto: Dok. Istimewa)


MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyidin Junaidi menyampaikan keheranannya terhadap pihak yang ingin membubarkan Front Pembela Islam (FPI), terutama setelah Habib Rizieq Shihab kembali ke Tanah Air. Menurutnya, FPI hanya ingin menegakkan nahi mungkar yang sedikit dilakukan orang lain.

"Nahi mungkar itu adalah ajaran agama Islam dan juga agama lain di dunia. Tetapi secara empiris hanya sedikit orang yang berani melakukannya karena berisiko tinggi bagi pelakunya. Para ulama cenderung menghindarinya dan lebih mengutamakan amar maruf yang bebas resiko," ujarnya.

Muhyidin mengatakan, MUI belum bisa memahami konstruksi pemikiran pihak-pihak yang ngotot pembubaran FPI. Kiprah FPI dalam memberantas kemungkaran dan kemaksiatan sudah sangat dominan. "Bahkan seakan itu core businessnya," kata dia.

FPI, lanjut Muhyidin, adalah sebuah ormas berskala nasional yang resmi dan terbukti berazaskan Pancasila. Banyak yang sudah dilakukan sejak berdirinya di negeri ini. Terutama di bidang agama dan sosial kemanusiaan.

Lebih lanjut, Muhyidin mengatakan, jika alasan hanya pemasangan spanduk HRS dan lain-lain sembarangan dan melawan aturan itu bukan wewenang TNI militer. Tugas militer adalah menjaga kedaulatan negara. Seharusnya TNI fokus pada ranah menjaga kedaulatan negara dari rongrongan asing dan aseng.

Muhyidin menuturkan, menyampaikan dakwah memang harus disesuaikan dengan objek dakwah dan latar belakang psikologi umat. Namun menyampaikan yang haq itu adalah suatu kewajiban termasuk pesan menegakkan kebenaran dan memberantas kemungkaran kepada para penguasa.

MUI, kata Muhyidin, berharap agar semua elemen bangsa menghormati hukum dan UUD 1945 yang berlaku di negara demokrasi ini. "Perbedaan yang ada hendaknya dijadikan sebagai khazanah untuk meningkat kualitas kedewasaan kita bukan sebagai pemicu konflik horizontal," ucapnya. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,pos-polisi,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Terungkap, Ternyata Ini Alasan Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad

Terungkap, Ternyata Ini Alasan Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad

NASIONAL - Banyak Umat Islam kembali terusik dengan adanya karikatur Nabi Muhammad SAW di Prancis. Namun, Presiden...

Gamers Siap-siap Rogoh Kocek! PS 5 Segera Dijual di Indonesia, Berapa Harganya?

Gamers Siap-siap Rogoh Kocek! PS 5 Segera Dijual di Indonesia, Berapa Harganya?

MINANGKABAUNEWS, TEKONOLOGI -- Ini kabar baik bagi penggemar PlayStation di Indonesia. PlayStation 5 atau PS 5...

Israel dalam Bahaya, Iran Mendadak Tingkatkan Persedian Uranium untuk Senjata Nukir

Israel dalam Bahaya, Iran Mendadak Tingkatkan Persedian Uranium untuk Senjata Nukir

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan Iran terus meningkatkan persediaan...

Gawat! Kini Giliran Pakistan yang Ditekan Agar Buka Hubungan dengan Israel

Gawat! Kini Giliran Pakistan yang Ditekan Agar Buka Hubungan dengan Israel

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan, negaranya telah ditekan oleh beberapa...

Habib Rizieq Shihab Keturunan Nabi Muhammad ke-39, Benarkah?

Habib Rizieq Shihab Keturunan Nabi Muhammad ke-39, Benarkah?

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Silsilah Habib Rizieq Shihab, lahir dengan nama lengkap Muhammad Rizieq bin Hussein...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar