Monday, 25 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Siap-siap Pak Jokowi! Amien Rais Turun Gunung, Sebut Pembubaran FPI Menghabisi Demokrasi

Minggu, 03 Januari 2021 - 12:25:34 WIB - 63664
Siap-siap Pak Jokowi! Amien Rais Turun Gunung, Sebut Pembubaran FPI Menghabisi Demokrasi
Pendiri Partai Ummat, Amien Rais. (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Pendiri Partai Ummat, Amien Rais mengkritik langkah pemerintah yang melarang aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Hal tersebut dinilainya dapat menghabisi demokrasi di Indonesia.

"Saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya itu menghabisi demokrasi kita," ujar Amien dalam akun Youtube-nya yang dilihat, Minggu (3/1/2021).

Ia menyoroti surat keputusan bersama (SKB) pelarangan aktivitas FPI tersebut. Pasalnya, dalam surat tersebut pemerintah menyimpulkan organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu berafiliasi dengan terorisme, tanpa melewati proses hukum yang jelas.

"Jangan pernah diharapkan bahwa pemerintahan Jokowi ini akan mengadakan pengadilan, tidak perlu. Jadi tidak perlu ada pengadilan karena mereka sudah kesimpulannya FPI teroris, sudah selesai," ujar Amien.

Kemudian, Amien mengingatkan perihal kepemimpinan Firaun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana saat itu, cara memimpin wilayahnya sangat ganas dan zalim akan mendapatkan pembalasan.

"Nanti kamu para zalimin, nanti kamu akan ingat apa yang saya katakan kepadamu sekarang ini, bahwa nanti pada saatnya, kamu akan diganjar dengan hukuman oleh Allah dan Allah sesungguhnya Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya," ujar mantan Ketua MPR itu.

Jika ada langkah hukum yang ditempuh oleh FPI, hal itu dinilainya akan sia-sia. Termasuk mekanisme hukum kepada enam laskar FPI yang disimpulkan sebagai teroris oleh pemerintah.

"Jadi saudara Jokowi, saya tahu bahwa tidak mungkin ada lagi pengadilan HAM berat itu, karena enam laskar FPI itu sudah sejak semula di-frame sebagai teroris. Karena itu Anda gagal melampaui ujian berat yang pertama," ujar Amien.

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan Mahfud MD secara resmi melarang segala aktivitas, penggunaan simbol, dan atribut FPI. Pelarangan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala BNPT Nomor 220-4780 Tahun 2020 Nomor M.HH-14.HH05.05 Tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII/2020, Nomor 320 Tahun 2020 Tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI.

Namun, Mahfud tak mempersoalkan jika ada pihak yang hendak mendirikan organisasi FPI dengan nama lain selain Front Pembela Islam. Menurut dia, organisasi apa pun boleh saja dibentuk selama tidak melanggar hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Boleh, mendirikan apa saja boleh, asal tidak melanggar hukum. Mendirikan Front Penegak Islam boleh, Front Perempuan Islam boleh, Forum Penjaga Ilmu juga boleh," ujar Mahfud. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

TC di Spanyol Buka Peluang Penggawa Timnas U-19 Berkarier di Luar Negeri

TC di Spanyol Buka Peluang Penggawa Timnas U-19 Berkarier di Luar Negeri

MINANGKABAUNEWS, BOLA -- Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto berharap para pemainnya tetap bersemangat...

Wawako Solok Renier Beri Dukungan Pada Kalapas Baru

Wawako Solok Renier Beri Dukungan Pada Kalapas Baru

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Pergantian bergulir di jajaran Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. Kepala...

Peneliti: Sosialisasi Energi Terbarukan Harus Masif Pada Masyarakat

Peneliti: Sosialisasi Energi Terbarukan Harus Masif Pada Masyarakat

MINANGKABAUNEWS, NASIONAL -- Peneliti Senior Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan Universitas...

Gawat! Gara-gara Kapal, Korsel-Iran di Ambang Perang, Kok Bisa?

Gawat! Gara-gara Kapal, Korsel-Iran di Ambang Perang, Kok Bisa?

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Situasi memanas terjadi antara Korea Selatan (Korsel) dan Iran. Ini terjadi pasca...

Pj Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo: Jangan Sekali-kali Mengintervensi Kebebasan Pers

Pj Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo: Jangan Sekali-kali Mengintervensi Kebebasan Pers

SOLOK SELATAN -- Dalam rangka bersilahtuhrahmi dengan ASN dan sekaligus untuk memantau kondisi kerja beberapa instansi...


KOMENTAR ANDA