Tuesday, 09 Mar 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Heboh! Vaksin Sinovac China Disebut Paling Lemah di Dunia, Ternyata Begini Faktanya

Jumat, 08 Januari 2021 - 12:43:40 WIB - 9793
Heboh! Vaksin Sinovac China Disebut Paling Lemah di Dunia, Ternyata Begini Faktanya
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Narasi yang menyatakan Sinovac adalah vaksin covid-19 paling lemah di dunia telah bergulir sejak akhir 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan diklaim telah melakukan perbandingan pada 10 jenis vaksin virus corona dari berbagai perusahaan farmasi global, sebagaimana diberitakan sebuah situs daring nasional.

Dari hasil perbandingan itu, WHO disebut menempatkan Sinovac di posisi 10 atau terakhir.

Posisi tersebut juga menunjukkan bahwa Sinovac merupakan vaksin COVID-19 dengan efektivitas paling rendah.

"Dari hasil perbandingan yang dilakukan, vaksin buatan Sinovac Biotech, China, memiliki pengaruh paling rendah terhadap imunitas tubuh."

Ini artinya, vaksin Sinovac tidak terlalu efektif untuk menangkal virus Covid-19," demikian untaian narasi yang termuat pada situs daring tersebut.

Namun, benarkah klaim artikel itu?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia membantah klaim bahwa Sinovac memiliki kualitas paling rendah di antara kandidat vaksin lainnya.

Disebutkan pula bahwa hingga saat ini tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respons imunitas dari 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah, mengacu laman resmi covid19.go.id.

Dari penelusuran juga tidak ada klaim atau pernyataan resmi WHO tentang vaksin Sinovac yang paling lemah.

Bagan atau tabel tentang identifikasi vaksin yang beredar sejak Desember 2020 memang menempatkan vaksin sinovac pada urutan bawah karena memang belum menyelesaikan uji klinis tahap ketiga, evaluasi ahli, dan izin edar. Ini termasuk di Indonesia.

Jadi, bukan karena kualitas vaksin Sinovac sehingga berada di urutan bawah bagan. Bahkan, asil uji klinis tahap ketiga vaksin Sinovac di Turki menunjukkan efisiensi tinggi.

Vaksin covid-19 China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech memiliki efektivitas sebesar 91,25 persen, menurut data sementara dari uji coba tahap akhir di Turki.

Hasil tersebut kemungkinan jauh lebih lebih baik dari yang dilaporkan usai uji coba terpisah yang dilakukan di Brazil.

Para periset Turki mengatakan pada Kamis (24/12) bahwa tak ada efek samping serius yang muncul pada masa uji coba, selain satu orang yang menunjukkan reaksi alergi.

Uji coba di Turki dimulai pada 14 September, dan para periset mengatakan sebanyak 1.322 orang telah berpartisipasi. (Rep/Ant)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id/Antara

SILAHKAN BERBAGI


KOMENTAR ANDA