Tuesday, 09 Mar 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Walikota Pariaman Ikut Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021

Senin, 11 Januari 2021 - 19:06:29 WIB - 338
Walikota Pariaman Ikut Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021
Walikota Genius Umar mengikuti Rakernas didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril dan Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri

MINANGKABAUNEWS, PARIAMAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Rakernas tersebut di ikuti oleh Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia secara virtual. Tagline Rakernas, "Ayo Bersama Jaga Pangan Indonesia."

Rakernas juga dihadiri oleh Walikota Pariaman, Genius Umar didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril dan Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri di ruang Rapat Walikota Pariaman.

"Kita mengetahui bahwa Food and Agricultural Organization (FAO) memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan, sebab itu harus hati-hati menghadapi hal ini," terang Jokowi.

Ia menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi COVID-19 sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.

"Akibat pembatasan distribusi barang antar negara, distribusi pangan dunia menjadi terkendala. Dan diketahui beberapa minggu terakhir urusan yang berkaitan dengan tahu dan tempe serta kedelai menjadi masalah," ujarnya.

Ia mengungkapkan anggaran subsidi pupuk tiap tahunnya mencapai sekitar Rp. 33 triliun.

"Dengan subsidi sebesar itu dalam 10 tahun negara telah mengeluarkan sebesar Rp.3. 30 triliun untuk pupuk, angka tersebut sangat besar," jelasnya.

Ia mengatakan pupuk dan bibit adalah hal penting. Namun jika rutinitas hanya dilakukan terhadap hal-hal tersebut maka pertanian nasional tidak mampu bersaing.

"Tolong dievaluasi, ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali minta ini," pintanya.

Lanjut, Jokowi juga menuturkan bahwa penduduk Indonesia sudah 270 juta jiwa lebih, oleh sebab itu pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus dicari solusi.

Pembangunan pertanian harus segera dieksekusi secara detail terutama yang berkaitan komoditas pertanian impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih, beras serta komoditas lain yang masih impor harus segera dicarikan design yang baik agar bisa tuntas dan tidak monoton.

"Maka dari itu, kita harus membangun sebuah lahan yang sangat luas dan cocok untuk komoditas seperti kedelai dan jagung dalam skala lahan yang luas mulai dari 1 hektare-1 juta hektare."

"Dengan menggunakan ekonomi skill dan teknologi sehingga harga pokok produksinya bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dengan negara-negara lain," pungkasnya mengakhiri. (Ind)

Editor/Sumber: Indra Gunawan

SILAHKAN BERBAGI


KOMENTAR ANDA