Sunday, 07 Mar 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Gawat! Biden Warning Rakyatnya, Sebut China Bakal Gigit Makan Siang Amerika

Jumat, 12 Februari 2021 - 18:48:56 WIB - 73598
Gawat! Biden Warning Rakyatnya, Sebut China Bakal Gigit Makan Siang Amerika
Presiden AS Joe Biden (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- Presiden Joe Biden memperingatkan anggota parlemen Amerika Serikat (AS) bahwa China secara agresif bakal melampaui Paman Sam. Terutama dalam hal infrastruktur.

Dia mengatakan China menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan transportasi, lingkungan, dan infrastruktur lainnya secara masif. Hal ini disampaikan saat melakukan pertemuan dengan senator bipartisan dengan di Ruang Oval, Kamis (11/2/2021).

"Mereka memiliki prakarsa baru yang besar di bidang kereta api dan mereka sudah memiliki kereta api yang melaju 225 mil per jam dengan mudah," kata Biden.

"Jika kita tidak bergerak, mereka akan mengigit makan siang kita."

Dia menambahkan telah bicara dengan Presiden China Xi Jinping selama dua jam pada hari Rabu (10/2/2021). Biden mengatakan jika AS tidak bertindak cepat, China dapat segera mengalahkan infrastruktur negara adidaya ini.

"Kita hanya harus maju. Jadi yang ingin saya bicarakan karena mereka adalah komite kunci, adalah bagaimana kita memulai ini. Saya telah menjelaskan apa yang menurut saya harus kita lakukan," tambah Biden.

Pemerintahan baru AS mulai bekerja untuj mengatasi pelanggaran hak asasi manusia dan memperbaiki hubungan perdagangan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Minggu lalu dalam pidatonya di Departemen Luar Negeri Biden mengatakan bahwa dia akan bekerja lebih dekat dengan sekutu untuk bersaing dengan Beijing.

"Kami akan menghadapi pelanggaran ekonomi China," kata Biden, menggambarkan Beijing sebagai "pesaing paling serius Amerika".

Ketegangan antara Beijing dan Washington, dua ekonomi terbesar dunia, semakin panas di bawah pemerintahan Trump, yang meningkatkan perang dagang dan berupaya melarang perusahaan teknologi China melakukan bisnis di AS.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Biden mengatakan bahwa pemerintahannya siap untuk "persaingan ekstrim" dengan China. Namun pendekatannya akan berbeda dari pendahulunya.

"Saya tidak akan melakukannya seperti yang dilakukan Trump. Kami akan fokus pada aturan jalan internasional, "kata Biden.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara untuk pertama kalinya dengan mitranya dari China, Yang Jiechi, pada akhir pekan. Blinken memberi tahu Yang bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban China atas banyak masalah termasuk pelanggaran hak asasi manusia. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com

SILAHKAN BERBAGI


KOMENTAR ANDA