Sunday, 07 Mar 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gila! Begini Penampakan Pangkalan Militer Terbesar China di Natuna Utara

Senin, 22 Februari 2021 - 15:18:26 WIB - 68523
Gila! Begini Penampakan Pangkalan Militer Terbesar China di Natuna Utara
Pangkalan militer China di Laut Natuna Utara (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL -- China disebut tengah membangun sebuah pangkalan militer besar-besaran di Laut China Selatan (LCS). Pangkalan itu dibangun di Kepulauan Spratly, 250 kilometer Filipina.

Dalam sebuah laporan perusahaan perangkat lunak geospasial, Simularity, gambar citra satelit menunjukkan ada infrastruktur seperti radar, antena, dan segala sesuatu yang berpotensi menjadi pangkalan militer di Mischief Reef. Ini adalah atol, terumbu karang berbentuk cincin, yang diakui Pengadilan Arbitrase Den Hag milik Filipina namun diduduki China sejak 1995.

Baca: Myanmar Makin Mencekam, 2 Pendemo Tewas Ditembak Peluru Tajam
Gambar-gambar tersebut menunjukkan ada konstruksi di tujuh area antara Mei 2020 dan Februari 2021.Satu gambar tertanggal 7 Mei 2020 dengan jelas menunjukkan sebidang ruang kosong, yang sekarang ditempati oleh struktur silinder selebar 16 meter.

"Kemungkinan struktur pemasangan antenna," kata lembaga itu ditulis NZ Herald dari siaran Filipina ANC, dikutip Senin (22/2/2021).

Gambar lain juga menunjukkan struktur beton dengan kubah bulat, seperti penutup tahan cuaca yang digunakan untuk melindungi antena radar di dekatnya. Simularity menyatakan ini mungkin merupakan struktur radar tetap.

Sementara bagian lain dari pulau buatan tersebut masih dalam tahap konstruksi. Dari gambar satelit ditunjukkan bahwa ada bangunan yang melingkari lautan yang dibuat.

Belum ada komentar resmi dari pemerintah China maupun Filipina. Sebagaimana diketahui kedua negara, bersitegang di LCS karena klaim wilayah.

Ini juga terjadi antara China dengan sejumlah negara ASEAN lain, seperti Malaysia, Brunei, dan Vietnam. China melalui "sembilan garis putus-putus telah mengklaim 90% wilayah LCS yang membuatnya mendapat protes dari banyak negara.

Sementara itu Dr Jay Batongbacal, Direktur Institute for Maritime Affairs Law of the Sea di Universitas Filipina, mengatakan infrastruktur baru itu mungkin menunjukkan bahwa China sedang melakukan penggalian. China, kata dia menambah banyak peralatan radar di sana.

"Mereka pada dasarnya menambahkan peralatan lensa survei, tampaknya radar," tegasnya dikutip dari media yang sama.

"Penambahan radar baru tampaknya menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperluas kemampuan pulau buatan ini. Fakta itu terus berlanjut meskipun semua yang telah terjadi di seluruh dunia, itu benar-benar menunjukkan niat China untuk benar-benar mengembangkan sepenuhnya pulau-pulau buatan ini menjadi pangkalan militer besar-besaran."

Sebelumnya, dalam laporan baru US Naval War College, China juga disebut membangun kota seluas 800 ribu mil persegi di Shansa, Kepulauan Paracel, LCS. Itu setara 1.700 kali New York AS. Pulau itu juga diklaim Vietnam dan Taiwan.

Banyak yang mengaitkan ini dengan kekayaan alam yang dimiliki LCS. Menurut berbagai sumber yang ada kekayaan alam LCStermasuk cadangan migas yang besar, ikan hingga logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) yang aplikasinya banyak untuk industri hilir berteknologi tinggi.
Menurut CFR, di LCSada sekitar 900 triliun kaki kubik gas alam. Angka ini tentunya sangat fantastis. Jika memang benar cadangan gas yang ada mencapai sebanyak itu, maka LCSmemang wilayah yang kaya sumber daya alamnya.

Sumber lain dari American Security Project menyebutkan bahwa cadangan gas di LCSmencapai 266 triliun kaki kubik dan menyumbang 60% - 70% dari total cadangan hidrokarbon teritori tersebut.

Tak hanya estimasi cadangan gas saja yang beragam, tetapi juga berlaku untuk cadangan minyaknya. Ada yang memperkirakan cadangan minyak LCSmencapai 7,7 miliar barel.

Sementara estimasi lainnya memperkirakan jumlahnya mencapai 213 miliar barel atau hampir 80% dari cadangan minyak Arab Saudi. Ini adalah informasi yang berhasil diperoleh di tahun 2012.

Beralih ke komoditas pangannya, LCS juga menyimpan kekayaan ikan yang tak ternilai harganya. Pada 2012, Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina menyebutkan bahwa LCSmemiliki sepertiga dari total keanekaragaman laut di dunia yang berkontribusi terhadap 10% dari total tangkapan ikan di planet bumi.

Beberapa komoditas perikanan laut yang terkandung di dalam LCS seperti ikan layur, makarel, scraper hitam, teri, udang, kepiting hingga ikan kecil lainnya. Jika melihat kekayaan alam yang melimpah ini, wajar saja jika LCSsering jadi ributan.

Selain kaya akan sumber daya alamnya, LCS juga berada di jalur perdagangan strategis yang dilalui oleh kapal tanker pengangkut minyak. Menurut CFR, 50% dari total kapal tanker pengangkut minyak global melewati LCS.

Jumlah kapal tanker pengangkut minyak yang melalui LCS tiga kali lebih banyak dari Terusan Suez dan lebih dari lima kali Terusan Panama. Lebih dari setengah dari 10 pelabuhan pengiriman terbesar di dunia juga berlokasi di LCS.

Sehingga selain kaya akan sumber daya alam, LCSjuga terletak di lokasi yang sangat strategis. (CN)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com

SILAHKAN BERBAGI


KOMENTAR ANDA