Friday, 24 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Minangkabau

Sirih, Simbol Penghormatan Orang Minang

Senin, 06 Juni 2011 - 23:03:23 WIB - 6065
Sirih, Simbol Penghormatan Orang Minang


Padang, MNC -- Tradisi mengunyah sirih sudah ada sejak ratusan tahun lalu oleh nenk moyang orang minang, sejak masuknya jaran hindu di Minangkabaut, tradisi mengunyah sirih tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh golongan rakyat jelata, namun wanita, pria, masyarakat dengan tingkat sosial lebih tinggi, bahkan keluarga kerajaan juga melakukan tradisi ini.

Untuk mengunyah sirih, ada empat bahan yang diperlukan yaitu daun sirih atau buah sirih yang biasa dipakai di Sumatera Barat, pinang, gambir dan kapur sirih. Daun sirih dipercaya memiliki khasiat, untuk mengutakan gigi dan memperpanjang usia

Sirih merupakan simbol di alam yang mewakili kerendahan hati, saling kasih dan menghormati satu sama lain. Filosofi ini didapat dari cara pohon sirih tumbuh yang menjalar ke atas tanpa merusak tempat mereka hidup atau inangnya.

Pinang sebagai simbol dari kerendahan, kejujuran, kehormatan, keinginan untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas. Filosofi ini didapatkan dari cara pohon pinang yang tumbuh lurus ke atas dengan buah yang bergerombol banyak.

Kapur sirih yang putih menyimbolkan hati yang murni dan ketulusan, tapi saat dibutuhkan bisa menjadi sesuatu yang agresif dan berbahaya.

Sementara gambir dengan rasa pahitnya melambangkan keberanian dan kesabaran. Makna ini dapat dilihat dari warna daun gambir yang kuning dan harus menggunakan cara yang khas untuk mengunyahnya. Maksudnya adalah saat seseorang menginginkan sesuatu, harus bersabar atas semua proses untuk menerimanya.

Karena hal tersebut, tradisi ini termasuk penting untuk masyarakat minangkabau yang percaya bahwa mengunyah sirih merupakan tradisi yang memiliki makna sebagai pemersatu harapan untuk menjadi seseorang yang selalu rendah hati, memiliki hati yang murni juga tulus tetapi agresif, jujur, juga sabar.

Orang Minang masih menjaga kuat tradisi ini hingga sekarang. Semua kegiatan, seperti upacara kelahiran, pernikahan, penyambutan tamu, atau pun ritual yang sakral tradisi ini terus dilakukan. Karena mengunyah sirih dijadikan sebuah isyarat komunikasi yang terbuka dan membangun tali persaudaraan. Tidak ada orang yang boleh menolak, jika sudah ditawarkan sirih karena itu simbol penghormatan. (rahmat)

Loading...
Editor/Sumber:
Tag: padang,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Syahendra Wali Nagari Canduang Koto Laweh Canangkan Program Nagari Madani Nagari Santri

Syahendra Wali Nagari Canduang Koto Laweh Canangkan Program Nagari Madani Nagari Santri

AGAM -- Di akhir tahun 2019 tepatnya tanggal 31 Desember 2019 merupakan suatu kenangan tersendiri bagi Syahendra,...

Diduga Korban Pembunuhan, Warga Tanah Datar ini Ditemukan Tewas di Kebun

Diduga Korban Pembunuhan, Warga Tanah Datar ini Ditemukan Tewas di Kebun

TANAH DATAR - Diduga korban pembunuhan, Pendi (30) warga Koto Alam ditemukan meninggal dunia di parak milik warga di...

Kembangkan Kreatifitas Anak Sejak Dini, Pasaman Gelar Lomba Mewarnai

Kembangkan Kreatifitas Anak Sejak Dini, Pasaman Gelar Lomba Mewarnai

PASAMAN - Dalam rangka mengembangkan kreatifitas anak-anak sejak dini dan juga meningkatkan skil dan kemampuan...

Basarnas Bakal Tambah Pos SAR di Mentawai, Ini Lokasinya

Basarnas Bakal Tambah Pos SAR di Mentawai, Ini Lokasinya

MENTAWAI -- Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengunjungi kantor Basarnas Mentawai yang berada di KM 9 Tuapejat....

Tak Kenal Putus Asa, Lansia Pariaman Ini Belajar Baca Al-Quran di Usia Senja

Tak Kenal Putus Asa, Lansia Pariaman Ini Belajar Baca Al-Quran di Usia Senja

PARIAMAN -- Meskipun telah lanjut usia (Lansia) namun tidaklah menjadi halangan bagi ibu-ibu dari kelompok majelis...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media