Sunday, 18 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Warga Kayutanam Dikagetkan dengan Penemuan Tengkorak dalam Kebun

Kamis, 05 November 2015 - 02:16:57 WIB - 5105
Warga Kayutanam Dikagetkan dengan Penemuan Tengkorak dalam Kebun


Padangpariaman - Saat bergotong royong membersihkan kebun, warga Kabun Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Senin (2/11) dikagetkan dengan penemuan tengkorak manusia.

Penemuan tulang belulang manusia tersebut sontak mengagetkan warga yang sedang asyik bergotong royong.

Dilansir posmetro, indentitas tengkorak dan tulang belulang tersebut hingga kini belum diketahui warga dan polisi. Tengkorak dan tulang telah dibawa ke RS Bayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan indentifikasi.

Kapolsek Sicincin 2x11 Enam Lingkung, Iptu Jhon Herman menyebutkan, seorang saksi, Revialdi dan warga setempat saat itu tengah bersama-sama membersihkan kebun di sekitar lokasi. "Saat itulah masyarakat mencium bau yang tidak sedap," ungkapnya.

Berdasarkan aroma yang tidak sedap tersebut, katanya, masyarakat yang julo-julo membersihkan kebun melakukan pencarian tentang kondisi yang mencurigakan. Saat itulah masyarakat melihat ada tengkorak. Mereka melaporkan ke warga sekitar dan ke Polsek Sicincin.

Tidak lama kemudian, Jajaran Polsek Sicincin melakukan evakuasi terhadap tengkorak mayat tersebut. "Tengkorak dan tulang belulang tersebut kita bawa ke RS Bayangkara Polda Sumbar," ujarnya.

Karena sudah menjadi tengkorak, polisi juga belum mengetahui, apa jenis kelamin tengkorak tersebut dan indentitasnya. "Masyarakat sekitar hingga kini belum ada yang merasa kehilangan sanak famili, sehubungan dengan penemuan ini," sebutnya.

Sementara itu, Rumah Sakit Bhayangkara Padang menerima tengkorak itu Selasa dini hari (3/11) puku 01.00 WIB. "Tim Forensik rumah sakit belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan jenis kelaminnya. Proses autopsi masih berlangsung," ujar Kepala RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kompol Tasrief.

Dia menambahkan, biasanya hasil autopsi tengkorak agak lama, daripada mayat biasa. Karena tidak ada sisa kulitnya, dan tim bekerja harus ektra hati-hati. Ditakutkan tulang tersebut juga sudah keropos. (psm)

Editor/Sumber:
Tag: hukum,kriminal,padang-pariaman,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Banten Gempa Magnitudo 7,4 Berpotensi Tsunami

Banten Gempa Magnitudo 7,4 Berpotensi Tsunami

BANTEN -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 yang...

Lihat, Proses Pemotongan Hewan Kurban oleh Walikota Padang Mahyeldi

Lihat, Proses Pemotongan Hewan Kurban oleh Walikota Padang Mahyeldi

...

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Nagari Aia Gadang

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Nagari Aia Gadang

ADVERTORIAL NAGARI AIA GADANG - Setiap tahun, tepatnya bulan Agustus Bangsa Indonesia memperingati proklamasi...

Bimtek Lanjutan Smart City Padang Pariaman, Nagari Harus Ikut Smart

Bimtek Lanjutan Smart City Padang Pariaman, Nagari Harus Ikut Smart

PARIAMAN - Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur membuka dengan resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) II Gerakan Menuju...

TK Aisyiyah Gaung Diruntuhkan, Aisyiyah Siap Tempuh Jalan Pengadilan atau Luar Pengadilan

TK Aisyiyah Gaung Diruntuhkan, Aisyiyah Siap Tempuh Jalan Pengadilan atau Luar Pengadilan

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media