Tuesday, 18 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Benarkah Kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang Bukittinggi Terancam Runtuh?

Selasa, 17 November 2015 - 09:20:59 WIB - 7531
Benarkah Kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang Bukittinggi Terancam Runtuh?


Bukittinggi - Kawasan Pasar Atas termasuk Jam Gadang di Bukittinggi terancam runtuh. Hal itu bisa saja terjadi jika Pemko Bukittinggi tidak segera membuat banyak spot-spot taman hijau disekitar kawasan tersebut.

Kemungkinan ini disampaikan oleh ahli Perkotaan dan Tata Ruang, Zul Ifkar Rahim. Menurutnya, ancaman tersebut harus menjadi perhatian serius untuk menyelamatkan ikon Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumbar pada umumnya.

Zul Ifkar Rahim menjelaskan, potensi runtuhnya kawasan Pasar Atas itu didasari minimnya resapan air di kawasan Pasar Atas, sehingga perekat tanah di kawasan itu menjadi hilang dan akan mengalami kekeringan, meski diguyur hujan lebat, serta lebih gampang rengkah dan terbelah jika terjadi gempa.

"Seperti kita ketahui, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah yang berada di zona merah gempabumi, karena berada di atas Segmen Sianok yang merupakan jalur patahan aktif, yang bisa mengeluarkan energinya kapan saja. Oleh karena itu, pembangunan di Bukittinggi harus ramah lingkungan dan berbasis mitigasi bencana," ujar Zul Ifkar Rahim.

Ia memperkirakan, saat ini kawasan Pasar Atas hanya memiliki lima hingga 10 persen resapan air, karena dari Jam Gadang, Pasar Wisata hingga ke Pasar Lereng, semuanya telah diaspal dan dibeton, sehingga tidak ada lagi titik resapan air di kawasan tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga dan pihak swasta yang menggali sumur di kawasan Pasar Atas, akibat banyaknya warga yang kecewa atas pelayanan PDAM yang dinilai kurang mengakomodir kebutuhan warga. Oleh karena itu, membangun taman hijau dinilai sangat mutlak dilakukan.

"Jika hujan lebat, lihatlah ke Janjang 40. Itu airnya meluncur deras ke bawah seperti air bah. Ini diakibatkan tidak adanya resapan air. Jika ada resapan, sebagian airnya tertahan dan meresap, baru sisanya akan mengalir. Setiap detik, warga di kawasan ini terancam bahaya. Tapi, itu tak pernah terpikir oleh pemerintah," jelasnya.

Ia memberikan solusi kepada pemerintah, agar mampu membongkar sebagian aspal dan beton di kawasan Pasar Atas dan membangun spot taman hijau, agar bisa menjadi penyeimbang. Menurutnya, Jalan Minangkabau bisa dijadikan spot taman hijau dan harus steril dari kendaraan bermotor.

"Untuk membangun, harus mengacu pada filosofi. Misalnya, apa tujuan Pemerintah Belanda membangun banyak tangga di kawasan Pasar Atas. Itukan fungsinya agar tidak ada kendaraan di Pasar Atas dan kawasan Pasar Atas, memang harus dijadikan taman hijau. Banyaknya kendaraan di Pasar Atas, juga akan mempengaruhi daya dukung tanah, yang semakin lama akan semakin menurun," ucap Zul Ifkar.

Zul Ifkar menilai, pengabaian mitigasi bencana dalam pembangunan di Kota Bukittinggi, merupakan bentuk degradasi nilai-nilai luhur Minangkabau. Menurut Zul Ifkar, pemerintah terlalu bangga dengan masa lalu dengan banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah, sementara filosofi sejarah itu sendiri kurang dipahami dengan baik. (hln)

Editor/Sumber:
Tag: bukittinggi,peristiwa,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Innova Terjun Jurang di Agam Ditemukan Mengapung

Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Innova Terjun Jurang di Agam Ditemukan Mengapung

LIMAPULUH KOTA - Korban terakhir minibus jenis Toyota Innova warna putih dengan nomor polisi BA 1751 BP berpenumpang 10...

Wawako Pariaman Buka Secara Resmi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan Pertama Tahun 2019

Wawako Pariaman Buka Secara Resmi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan Pertama Tahun 2019

PARIAMAN - Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyudin membuka secara resmi Pelatihan Dasar bagi CPNS Golongan II...

Lebaran Idul Fitri, Puncak Tonang jadi Favorite Warga Pasaman

Lebaran Idul Fitri, Puncak Tonang jadi Favorite Warga Pasaman

PASAMAN -- Pada Lebaran Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 ini, Objek wisata Puncak Tonang ramai diserbu wisatawan lokal...

Kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran Sudah Usai, Basarnas Mentawai Gelar Upacara Penutupan

Kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran Sudah Usai, Basarnas Mentawai Gelar Upacara Penutupan

MENTAWAI - Dengan berakhirnya kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran tahun ini, Badan Sar Nasional (Basarnas) Kabupaten...

Libur Lebaran, Ini Objek Wisata Baru Dengan Desain Bernuansa Alam di Solsel

Libur Lebaran, Ini Objek Wisata Baru Dengan Desain Bernuansa Alam di Solsel

SOLOK SELATAN - Hari kedua pasca lebaran Idul Fitri 1440 H di Solok Selatan, hampir semua objek wisata yang ada di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media