Sunday, 15 Sep 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Benarkah Kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang Bukittinggi Terancam Runtuh?

Selasa, 17 November 2015 - 09:20:59 WIB - 7912
Benarkah Kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang Bukittinggi Terancam Runtuh?


Bukittinggi - Kawasan Pasar Atas termasuk Jam Gadang di Bukittinggi terancam runtuh. Hal itu bisa saja terjadi jika Pemko Bukittinggi tidak segera membuat banyak spot-spot taman hijau disekitar kawasan tersebut.

Kemungkinan ini disampaikan oleh ahli Perkotaan dan Tata Ruang, Zul Ifkar Rahim. Menurutnya, ancaman tersebut harus menjadi perhatian serius untuk menyelamatkan ikon Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumbar pada umumnya.

Zul Ifkar Rahim menjelaskan, potensi runtuhnya kawasan Pasar Atas itu didasari minimnya resapan air di kawasan Pasar Atas, sehingga perekat tanah di kawasan itu menjadi hilang dan akan mengalami kekeringan, meski diguyur hujan lebat, serta lebih gampang rengkah dan terbelah jika terjadi gempa.

"Seperti kita ketahui, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah yang berada di zona merah gempabumi, karena berada di atas Segmen Sianok yang merupakan jalur patahan aktif, yang bisa mengeluarkan energinya kapan saja. Oleh karena itu, pembangunan di Bukittinggi harus ramah lingkungan dan berbasis mitigasi bencana," ujar Zul Ifkar Rahim.

Ia memperkirakan, saat ini kawasan Pasar Atas hanya memiliki lima hingga 10 persen resapan air, karena dari Jam Gadang, Pasar Wisata hingga ke Pasar Lereng, semuanya telah diaspal dan dibeton, sehingga tidak ada lagi titik resapan air di kawasan tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga dan pihak swasta yang menggali sumur di kawasan Pasar Atas, akibat banyaknya warga yang kecewa atas pelayanan PDAM yang dinilai kurang mengakomodir kebutuhan warga. Oleh karena itu, membangun taman hijau dinilai sangat mutlak dilakukan.

"Jika hujan lebat, lihatlah ke Janjang 40. Itu airnya meluncur deras ke bawah seperti air bah. Ini diakibatkan tidak adanya resapan air. Jika ada resapan, sebagian airnya tertahan dan meresap, baru sisanya akan mengalir. Setiap detik, warga di kawasan ini terancam bahaya. Tapi, itu tak pernah terpikir oleh pemerintah," jelasnya.

Ia memberikan solusi kepada pemerintah, agar mampu membongkar sebagian aspal dan beton di kawasan Pasar Atas dan membangun spot taman hijau, agar bisa menjadi penyeimbang. Menurutnya, Jalan Minangkabau bisa dijadikan spot taman hijau dan harus steril dari kendaraan bermotor.

"Untuk membangun, harus mengacu pada filosofi. Misalnya, apa tujuan Pemerintah Belanda membangun banyak tangga di kawasan Pasar Atas. Itukan fungsinya agar tidak ada kendaraan di Pasar Atas dan kawasan Pasar Atas, memang harus dijadikan taman hijau. Banyaknya kendaraan di Pasar Atas, juga akan mempengaruhi daya dukung tanah, yang semakin lama akan semakin menurun," ucap Zul Ifkar.

Zul Ifkar menilai, pengabaian mitigasi bencana dalam pembangunan di Kota Bukittinggi, merupakan bentuk degradasi nilai-nilai luhur Minangkabau. Menurut Zul Ifkar, pemerintah terlalu bangga dengan masa lalu dengan banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah, sementara filosofi sejarah itu sendiri kurang dipahami dengan baik. (hln)

Editor/Sumber:
Tag: bukittinggi,peristiwa,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kabut Asap Memburuk, Pekat IB dan Wartawan Tanah Datar Turun Bagikan Masker

Kabut Asap Memburuk, Pekat IB dan Wartawan Tanah Datar Turun Bagikan Masker

TANAH DATAR -- Upaya mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat dalam hal kesehatan, Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air...

Dua Lokasi di Pessel Terdampak Abrasi Pantai, Bupati: Mesti Ada Penanganan Cepat

Dua Lokasi di Pessel Terdampak Abrasi Pantai, Bupati: Mesti Ada Penanganan Cepat

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni meninjau titik lokasi yang terdampak abrasi pantai yang...

Pembangunan 50 Unit Rumah Program DPKP Mentawai di Dusun Pukarayat Sudah 40 Persen

Pembangunan 50 Unit Rumah Program DPKP Mentawai di Dusun Pukarayat Sudah 40 Persen

MENTAWAI - Sebanyak 50 unit pembangunan Rumah yang terletak di pemukiman baru di Dusun Pukarayat Desa Tuapejat...

1200 Mahasiswa Baru Ikuti Masta, Rektor UMSB: Masta adalah Integrasi nilai Agama dan Pengetahuan

1200 Mahasiswa Baru Ikuti Masta, Rektor UMSB: Masta adalah Integrasi nilai Agama dan Pengetahuan

PADANG -- Universitas Muhammadiyah Sumbar menggelar Masa Taaruf (Masta) kepada 1.200 calon mahasiswa baru tahun...

MTQ Nasional ke 47 Tingkat Kabupaten Dibuka Bupati, Misi Utama Daerah Tercermin

MTQ Nasional ke 47 Tingkat Kabupaten Dibuka Bupati, Misi Utama Daerah Tercermin

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni membuka acara MTQ Nasional ke-47 Tingkat Kabupaten Padang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media