Saturday, 15 Dec 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Makan

Pemko akan Terapkan Standar Khusus bagi Rumah Makan Padang, Apa Sajakah Itu?

Kamis, 19 November 2015 - 10:03:44 WIB - 1519
Pemko akan Terapkan Standar Khusus bagi Rumah Makan Padang, Apa Sajakah Itu?


Padang - Pemko Padang akan menerapkan standarisasi tempat makan berizin bagi seluruh rumah makan atau restoran yang ada di lingkungannya.

Standardisasi tersebut, dapat menjadi referensi bagi wisawatan, di mana tempat makan yang direkomendasikan oleh pemerintah dae​rah (pemda).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang Medi Iswandi mengatakan, standardisasi tempat makan ini, merupakan upaya penghapusan pemalakan di bidang kuliner. Disbudpar bersama sejumlah SKPD terkait, seperti ​Dinas Kesehatan, Dinas Pendapatan Daerah, Bapedalda, ​ akan menstandardisasi 256 rumah makan yang berizin di Kota Padang.

"Nanti akan ada stiker di depan rumah makan, very recommended atau recomended kemudian umumkan di media," kata Medi di Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (18/11).

Menurutnya, kuliner yang baik tidak hanya dilihat dari keberadaan harga pada daftar menu. Namun, penilaian itu juga berdasarkan bagaimana restoran menjaga kebersihannya, apakah restoran tersebut patuh membayar pajak​, dan bagaimana kondisi toiletnya. Dengan penilaian itu Pemkot Padang dapat merekomendasikan restoran dan tempat jalan-jalan untuk wisatawan.

Standardisasi ini juga​ dapat digunakan oleh Pemkot Padang menjawab keluhan dari wisatawan terkait mahalnya harga makanan di sejumlah objek wisata Kota Padang.

"Kita harus mendidik dengan sistem, kalau hanya sosialisasi saja, percuma, nggak ada hasilnya," ujar dia.

Standardisasi tersebut akan dimulai pada Januari 2016. Setiap tiga bulan sekali, Pemkot Padang akan mengecek restoran-restoran yang sudah distandardisasi. Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk proses standardisasi restoran, sekitar Rp 16 juta. Medi optimistis mendidik masyarakat Kota Padang dengan sistem dapat berhasil.

"Sekarang tinggal tempat makan ​(yang tidak berizin) ​itu mau mengikuti sesuai standardisasi pemda atau tidak. Kalau tidak, ya tidak direkomendasikan pada konsumen," tuturnya. (rol)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber:
Tag: daerah,kesehatan,makan,padang,pariwisata,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Konsultasi Publik II, KLHS Dan RPJMD Padang Panjang, Martoni : Lindungi Lingkungan Dan Alam Sekitar

Konsultasi Publik II, KLHS Dan RPJMD Padang Panjang, Martoni : Lindungi Lingkungan Dan Alam Sekitar

PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang diwakili Penjabat Sekda Martoni, S.Sos, M.Si membuka acara Konsultasi Publik...

Sertijab Waka Polres Dan Kapolsek Banuhampu Bukittinggi, Ini Harapan Kapolres

Sertijab Waka Polres Dan Kapolsek Banuhampu Bukittinggi, Ini Harapan Kapolres

BUKITTINGGI - Proses mutasi di lingkungan Polda Sumatera Barat kembali bergulir dan termasuk juga para perwira yang ada...

Anggota DPRD Sumbar Rahayu Purwanti Minta Pemerintah Kaji Perda yang Efektif Atasi Seks Menyimpang

Anggota DPRD Sumbar Rahayu Purwanti Minta Pemerintah Kaji Perda yang Efektif Atasi Seks Menyimpang

PADANG -- Menyikapi keresahan masyarakat terhadap massivenya LGBT dan penyebaran HIV-Aids, Anggota DPRD Sumbar Rahayu...

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

Tahun 2019 Randang di Payakumbuh Menggunakan Teknologi Retouch.

PAYAKUMBUH - Randang, begitu nama kuliner khas di Minangkabau satu ini. Sebagian masyarakat Indonesia bahkan dibelahan...

Sebanyak 28 Orang Wartawan Dinyatakan Kompeten Pada UKW Ke-11 Yang Diadakan PWI Sumbar

Sebanyak 28 Orang Wartawan Dinyatakan Kompeten Pada UKW Ke-11 Yang Diadakan PWI Sumbar

PADANG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat bekerja sama dengan Pemprov setempat sukses mengadakan Uji...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media