Wednesday, 23 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Kakek 70 Tahun Tewas Terseret Arus Batang Duku Padangpariaman

Minggu, 22 November 2015 - 14:40:03 WIB - 1481
Kakek 70 Tahun Tewas Terseret Arus Batang Duku Padangpariaman


Padangpariaman - Malang nasip Safii (70), kakek yang sudah renta warga Nagari Pilubang Kecamatan Sungai Limau, Kab. Padangpariaman tersebut tewas terseret arus sungai batang duku.

Kapolsek Sungai Limau, AKP. Zul Hermansyah melalui Kanit Intel, Bripka Ilham Bakri, di Padangpariaman, Minggu, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat di tepian Sungai Batang Duku sekitar pukul 17.30 WIB, Sabtu (21/11), dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Warga yang menemukan langsung melaporkan kepada pihak kepolisian, setelah menerima informasi tersebut anggota kami langsung menuju Tempat Kejadian Peristiwa," kata dia.

Dilansir antara, sebelumnya Safii diketahui hendak pergi ke Sungai untuk mandi, namun karena cuaca yang buruk tiba-tiba saja air Sungai menjadi deras sehingga korban terbawa arus.

Korban yang sudah lanjut usia tersebut terbawa arus Sungai kurang lebih sejauh 50 meter dari lokasi kejadian.

Dari beberapa orang saksi yang dimintai keterangan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat terbawa arus.

Kapolsek mengimbau, bagi masyarakat Kecamatan Sungai Limau agar berhati-hati menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjdi kapan saja.

"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada terhadap perubahan cuaca, karena dikhawatirkan akan menimpa korban lainya jika tidak waspada," ucap dia.

Sementara itu, Wali nagari setempat, Kaidir, mengatakan, pihaknya membetulkan bahwa salah seorang warganya tewas terbawa arus sungai pada Sabtu sore kemarin.

"Memang benar, korban merupakan warga kami yang bernama Safii (70) warga Nagari Pilubang Kecamatan Sungai Limau," kata dia.

Dikatakanya, berdasarkan laporan dari para masyarakat setempat korban memang hendak pergi mandi ke sungai pada sore itu. Namun saat tiba di Sungai, air tiba-tiba saja menjadi besar sehingga membawa tubuh korban terseret arus.

"Untuk sementara informasi yang saya terima memang seperti itu, namun secara pasti penyebab kematianya kami belum mengetahui pasti," ucap dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat setempat agar berhati-hati saat musim hujan datang terutama warga yang bermukim di sekitar tepian Sungai dan daerah perbukitan.

"Imbauan akan terus kita lakukan untuk keselamatan warga, kejadian orang hanyut terbawa arus sungai sebelumnya juga pernah terjadi sekitar lima tahun terakhir," ujarnya. (ant)

Editor/Sumber:
Tag: padang-pariaman,pariaman,peristiwa,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gelar Familiy Gathering di Bali, JSI Terus Mengukir Senyum Untuk Indonesia

Gelar Familiy Gathering di Bali, JSI Terus Mengukir Senyum Untuk Indonesia

BALI - Berbaur dalam kebersamaan, lembaga survei dan konsultan politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) gelar familiy...

Pariaman Masuk Top 30 Kota Cerdas se-Indonesia

Pariaman Masuk Top 30 Kota Cerdas se-Indonesia

PARIAMAN -- Kota Pariaman masuk 30 besar kota se Indonesia dengan kategori penilaian dibagi 3, kota besar yang...

Mahasiswa Lakukan Orasi Menuntut Pemkab Pessel Segera Selesaikan Persoalan RSUD M Zein Painan

Mahasiswa Lakukan Orasi Menuntut Pemkab Pessel Segera Selesaikan Persoalan RSUD M Zein Painan

PESISIR SELATAN -- Puluhan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Pesisir Selatan yang tergabung dalam...

Timbulkan Kemacetan, Tim Sabhara dan Warga Bersihkan Pohon Tumbang di Baso

Timbulkan Kemacetan, Tim Sabhara dan Warga Bersihkan Pohon Tumbang di Baso

AGAM -- Sebuah pohon tumbang ditengah Jalan Raya Baso-Batusangkar, Kabupaten Agam tepatnya di dekat SMPN 4 Baso...

Minus Dana APBD, MUI Sumbar Raih Penghargaan Monev Kategori SDM Terbaik

Minus Dana APBD, MUI Sumbar Raih Penghargaan Monev Kategori SDM Terbaik

PADANG -- Pada Sabtu kemarin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar telah menerima penghargaan hasil Monitoring dan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media