Monday, 20 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Inilah Jembatan Maut dengan Sungai yang Dihuni Buaya di Kota Padang

Kamis, 03 Desember 2015 - 12:55:21 WIB - 16536
Inilah Jembatan Maut dengan Sungai yang Dihuni Buaya di Kota Padang


Padang - Naya Resa Aulia murid kelas VI SD 11 Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat bersama teman-temannya terpaksa merayap ketika melintasi jembatan kayu yang sudah rusak dan terancam ambruk.

Dua batang kelapa sebagai alas berpijak sudah patah, membuat jembatan itu miring dan terancam ambruk. Itulah jembatan penghubung antara Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo dan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah.

Setiap hari, Naya dan teman-temannya itu melintasi jembatan tersebut untuk sampai ke sekolah. Tak ada pilihan lain, karena jalan yang lain memakan waktu lebih lama untuk sampai di sekolah.

"Saya sebenarnya takut lewat sana, apalagi sungainya dalam. Kalau pun saya lewati jalan lain itu jarak dari rumah ke sekolah ada tiga kilometer. Lewat sini lebih cepat," tuturnya, Rabu (2/11/2015).

Naya bersama teman-temannya menginginkan jembatan tersebut diperbaiki agar tidak ada korban yang jatuh. Tak hanya murid SD yang melewati jembatan tersebut, siswa SMPN 29 Kurao Pagang juga melintasi.

"Setengah siswa SMP di sini itu tinggalnya di Dadok Tunggul Hitam dan Perumahan Bungo Mas Padang, dan setiap hari in mereka melintasi jembatan kayu ini," kata Jamri, pengawas SMPN 29 Kurao Pagang dan Wakil Ketua RT3/RW, Kelurahan Kurao Pagang.

Dilansir okezone, Awalnya pada 2009, jembatan ini dibangun dengan material berupa bambu. Setelah rusak, diganti dengan jembatan semi permanen. Kembali rusak, kemudian diperbaiki menjadi jembatan kayu saat ini.

"Jembatan ini sudah rusak lima tahun lalu dan kita sudah mengusulkan ke Pemko namun itu hanya kata iya tapi tidak jadi-jadi, seperti inilah jadinya," ujarnya.

Menurut Jamaris, dulunya jembatan itu bisa dilalui kendaraan roda dua. Tapi karena kondisinya sudah lapu, kendaraan tidak lagi bisa melintas. Bahkan, korban terjatuh dari jembatan sudah tak terhitung lagi.

"Dulu satu keluarga jatuh dalam sungai ini, terpaksa motornya ditarik bersama-sama, untuk saat itu tidak ada korban jiwa," tuturnya.

Anak-anak sekolah juga sudah sering jatuh dari jembatan tersebut. Ada yang terpeleset lalu jatuh ke sungai, ada juga yang jatuh setelah terkejut melihat biawak.

"Dulu ada murid SD yang jatuh dan dia tidak bisa berenang. Dia sampai terseret 20 meter. Untuk ada orang di sini yang melihat dan langsung menyelematkan dia," terangnya.

Sungai di bawah jembatan itu dalamnya dua meter lebih. Menurut Jamaris, di sungai itu terdapat buaya. Biasanya buaya tersebut menjadi tontonan anak-anak sekolah. Buaya ini sering berjemur di tepi sungai. Jumlahnya bisa lima ekor dan enam ekor.

"Murid sering menonton kejadian ini. Buaya pernah ditembak dan dijaring tapi tidak dapat-dapat, sehingga dibiarkan begitu. Selain buaya ada juga biawak, kadang dia muncul di bawah jembatan bikin murid terkejut dan jatuh ke sungai," paparnya.

Jamaris khawtir jatuhnya korban jiwa bila jembatan sepanjang 17 meteri itu tak segera diperbaiki. Ancaman korban jiwa bukan hanya hanyut, tapi juga terkaman buaya bila korban jatuh ke sungai.

"Kita berharap Pemko Padang bisa membangun jembatan yang lebih aman. Saat ini saja kalau sudah banjir atau hujan jembatan tersebut tidak bisa dilintasi," ujarnya. (okz)

Loading...
Editor/Sumber:
Tag: hukum,kriminal,padang,peristiwa,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Listrik di Balaikota Pariaman Mati, Pelayanan Jadi Terganggu, Ini Penyebabnya

Listrik di Balaikota Pariaman Mati, Pelayanan Jadi Terganggu, Ini Penyebabnya

PARIAMAN -- Dua hari Listrik gedung utama sekretariat daerah Balaikota Pariaman mati semenjak Minggu pagi (12/01),...

Dojo Kejaksaan Negeri Gelar Ujian Kyu Semester Lemkari se Tanah Datar

Dojo Kejaksaan Negeri Gelar Ujian Kyu Semester Lemkari se Tanah Datar

TANAH DATAR-Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan fungsi kejaksaan dalam bidang pembinaan masyarakat, maka Kejari...

WHITA dan PWRI Bahas Program Pemberdayaan Lansia Indonesia Bahagia Bugar Sehat dan Active

WHITA dan PWRI Bahas Program Pemberdayaan Lansia Indonesia Bahagia Bugar Sehat dan Active

BUKITTINGGI, Betha A Djardjis salah seorang pendiri WHITA, dan juga seorang tokoh Lansia dari ranah Minang yang sering...

Merevisi Gelar Pecinta Alam Bagi Pendaki Gunung

Merevisi Gelar Pecinta Alam Bagi Pendaki Gunung

Oleh: Sukma Mendaki merupakan hobi baru yang banyak digemari oleh kalangan muda saat ini. Banyak para pemuda kita di...

Update Terkini, 53 Orang Meninggal Akibat Banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

Update Terkini, 53 Orang Meninggal Akibat Banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (4/1), sebanyak 53 orang meninggal akibat...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media