Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Ciptakan Penyiaran Legal dan Sehat, KPID Sumbar Ajak Masyarakat Awasi Lembaga Penyiaran

Jumat, 11 Desember 2015 - 21:22:10 WIB - 1284
Ciptakan Penyiaran Legal dan Sehat, KPID Sumbar Ajak Masyarakat Awasi Lembaga Penyiaran


Bukittinggi, MinangkabauNews -- Untuk menghindari perubahan perilaku masyarakat ke arah negatif, akibat pengaruh program siaran televisi dan radio, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat (KPID Sumbar), menggelar sosialisasi peraturan perizinan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran (P3SPS), di Aula Istana Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (10/12).

"Penyiaran yang sehat, pertama regulasi aturan main, ada regulator dan penegakkan aturan. KPID disini untuk kawal dunia penyiaran agar dalam posisi yang benar berupa legalitas lembaga penyiaran dan content penyiaran yang memberikan edukasi," kata Komisioner KPID Sumbar bidang perizinan, Yumi Ariyati

Yumi Ariyati mengatakan berdasarkan UU No 32 Tahun 2002( Pasal 33 ayat 1 dan pasal 4) dan PP 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Swasta, bahwa sebelum menyelenggarakan kegiatannya lembaga penyiaran wajib memperoleh izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) yang diberikan pemerintah melalui KPI.

Menurutnya, Perizinan lembaga penyiaran merupakan sarana untuk membagi sumber daya frekuensi yang sangat terbatas sehingga mencegah bahaya dan melindungi kepentingan publik yang lebih besar dari suatu aktivitas badan hukum atau perorangan.

Hasil temuan KPID Sumbar di lapangan menyatakan Saat ini masih banyak lembaga penyiaran di Sumatera Barat yang melakukan kegiatan penyiaran berdasarkan Izin Penyelenggara Penyiaran Sementara yang berdurasi 6 bulan untuk Radio dan 1 tahun untuk Televisi, sehingga banyak Lembaga Penyiaran yang bersiaran melewati batas izin sementara dan tidak diperpanjang.

Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumbar, Rino Zulyadi menegaskan lembaga penyiaran wajib menyiarkan isi siaran yang tidak bertentangan dengan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran sehingga yang isi siaran yabg diterima oleh masyarakat adlah penyiaran yang bebas dari sara, cacian, hinaan, hate speech dan juga perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, adat dan nilai nilai budaya.

Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Sumbar, Deri Rizal menyampaikan dalam rangka menciptakan penyiaran yang sehat dan mencerdaskan diperlukan sinergi dengan seluruh pihak,artinya pengawasan conten siaran tidak hanya dari Pemerintah dan KPID saja melainkan juga menuntut peran aktif masyarakat melalui Forum Masyarakat Peduli Peduli Penyiaran. (Deri Rizal)

Editor/Sumber:
Tag: bukittinggi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kapolres dan Ibu Bhayangkari Padang Pariaman Sambangi Pos Pengamanan Lebaran

Kapolres dan Ibu Bhayangkari Padang Pariaman Sambangi Pos Pengamanan Lebaran

PADANG PARIAMAN - Kapolres Padang pariaman AKBP Rizki Nugroho didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Padang pariaman, Reni...

Wawancara Bersama BAN-PT di FH Unand, Wabup Solsel: Tingkatkan Materi Integritas dan Ilmu Aplikasi

Wawancara Bersama BAN-PT di FH Unand, Wabup Solsel: Tingkatkan Materi Integritas dan Ilmu Aplikasi

SOLOK SELATAN - Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman, menyampaikan beberapa harapannya terhadap kampus almamaternya...

Semenjak Dilantik, Sekda Mentawai Terus Lakukan Gebrakan Baru Untuk Memacu Kinerja ASN

Semenjak Dilantik, Sekda Mentawai Terus Lakukan Gebrakan Baru Untuk Memacu Kinerja ASN

MENTAWAI - Semenjak dilantik menjadi Sekda Defenitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus...

Penyambutan Hari Raya Idul Fitri di Kecamatan Sungai Pagu Solsel Kurang Meriah, Pengunjung Kecewa

Penyambutan Hari Raya Idul Fitri di Kecamatan Sungai Pagu Solsel Kurang Meriah, Pengunjung Kecewa

SOLOK SELATAN - Menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H biasanya dilaksanakan acara malam takbiran yang...

Apa Keuntungan Menggunakan Kartu Brizzi? Ini Penjelasannya Dari Wali Kota Bukittinggi

Apa Keuntungan Menggunakan Kartu Brizzi? Ini Penjelasannya Dari Wali Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyoroti hangatnya pembicaraan di media sosial terkait penggunaan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media