Wednesday, 21 Feb 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Minangkabau

Sepasang Bule Swiss Pecinta Songket ini Berharap Kitas dari Pemerintah

Selasa, 15 Desember 2015 - 06:18:12 WIB - 1642
Sepasang Bule Swiss Pecinta Songket ini Berharap Kitas dari Pemerintah

Bukittinggi - Sudah lama menetap di Indonesia dan merasa sudah berbuat banyak bagi masyarakat khususnya dalam dunia tenunan, nyatanya sepasang suami-istri asal Swiss ini mengaku belum dapat Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) di tempatnya mendirikan studio tenun "Sumatera Loom" di Jorong Panca, Batu Taba, Agam.

"Sampai hari ini status kami masih turis," keluh Erika saat dikunjungi di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Dilansir kabarindonesia.com, Studio ini didirikan sejak sepuluh tahun silam dan dalam perkembangannya, Erika bersama sang suami Bernhard Bart sudah memperkerjakan 10 warga lokal untuk membuat berbagai tenun dengan kualitas nomor satu.

Awalnya, Bernhard yang seorang arsitek jatuh cinta dengan songket Minangkabau sejak tahun 1996. Ketika itu Ia sudah mengumpulkan berbagai motif songket dari berbagai penjuru dunia dan beranggapan jika motif yang dari Indonesia terutama Koto Gadang, Minangkabau yang paling halus desainnya. Karena itu Ia memutuskan untuk menetap di berbagai tempat di Indonesia sebelum akhirnya tinggal di Panca.

Kecintaannya pada songket ini sungguh luar biasa. Bernhard rela melepas statusnya sebagai arsitek sukses di negaranya demi memperdalam, mengembangkan dan menghidupkan kerajinan khas Minangkabau ini.

"Saya cinta akan tenunannya ini," katanya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Sayangnya, usaha untuk mendapat KITAS selalu terganjal dan selama satu kali dalam dua bulan Ia terpaksa memperpanjang visa agar tetap bisa tinggal di Indonesia.

"Saya tidak tahu kenapa sulit memperoleh KITAS. Sudah pernah kami coba di Jakarta untuk mendapatkannya tapi tetap tak bisa," kata Erika.

Suami-Istri ini pun mengaku senang jika tinggal di sini karena masyarakat lokal amat ramah dan terbuka. "Orang-orang baik-baik kepada kami." lanjutnya.

Karena sudah lama menetap, Bule Eropa ini pun mengaku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar bahkan sering pula dikunjungi oleh orang yang tertarik dengan tenunan terutama dari kalangan Mahasiswa.
Kendati demikian, soal selera mereka tak sesuai dengan masyarakat Minang.

"Masakan di sini pedas-pedas, karena itu saya masak sendiri," tambah Erika.

Selain itu, Erika mengaku tak suka dengan perilaku warga yang suka merusak lingkungan.

"Saya pernah melihat gundukan sampah yang tinggi di Bukittinggi. Itu sama sekali tak enak dilihat," tutupnya. (kbr1)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Polling Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang 2018-2023
Editor/Sumber:
Tag: bukittinggi,padang,seni-budaya,sumatra-barat,tokoh,unik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Anies Dihadang Paspampres ke Podium Piala Presiden 2018, Ini Kata Prabowo

Anies Dihadang Paspampres ke Podium Piala Presiden 2018, Ini Kata Prabowo

NASIONAL - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto enggan mengomentari pencegahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh...

Hasil La Liga Spanyol, Barcelona Samai Catatan Apik Era Pep Guardiola

Hasil La Liga Spanyol, Barcelona Samai Catatan Apik Era Pep Guardiola

NASIONAL - Ernesto Valverde berhasil menyamai catatan apik Barcelona era pelatih Josep Guardiola. Hal itu dicatat saat...

Dituduh Nazaruddin Korupsi, Ini Kata Fahri Hamzah

Dituduh Nazaruddin Korupsi, Ini Kata Fahri Hamzah

JAKARTA - Fahri Hamzah berkomentar soal tuduhan korupsi yang dilayangkan Nazaruddin terhadap dirinya lewat cuitan di...

Yuk Kunjungi Pameran Museum Muhammadiyah di Gor H. Agus Salim Padang, Catat Tanggalnya

Yuk Kunjungi Pameran Museum Muhammadiyah di Gor H. Agus Salim Padang, Catat Tanggalnya

PADANG - Meriahkan HPN 2018, Majelis Pustaka PP muhammadiyah, TVMU, website muhammadiyah.or.id dan Suara Muhammadiyah...

Heboh, Mahasiswa UI Beri Jokowi Kartu Kuning, Ternyata Ini Alasannya

Heboh, Mahasiswa UI Beri Jokowi Kartu Kuning, Ternyata Ini Alasannya

NASIONAL - Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) 2018 Zaadit Taqwa menggelar jumpa pers. Dia menjelaskan soal aksinya...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media