Saturday, 19 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

DPRD Padang Pariaman Gelar Kunker Hari Kedua ke Gowa

Kamis, 17 Desember 2015 - 15:33:58 WIB - 1081
DPRD Padang Pariaman Gelar Kunker Hari Kedua ke Gowa


Gowa -- Memasuki Hari Kedua, DPRD Padang Pariaman Gelar Kunjungan Kerja ke Gowa. Rombongan diterima anggota Komisi IV Agus Salim dari PKS didampingi Kabag Persidangan dan Risalah Andi M Rifai menerima kunjungan kerja (kunker) Tim Komisi IV DPRD Padang Pariaman, yang berjumlah 19 orang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Jhon Hendri.

Agus Salim menjelaskan kondisi alam Gowa yang memiliki dataran tinggi dan rendah. Karena berbatasan lansung dengan Makassar sebagai ibukota provinsi Sulawesi Selatan, pembangunan fisik dan infrastruktur perkembangannya lumayan cepat.

Pada bagian demokrasi, di Gowa dari dulunya, sejak masih berbentuk kerajaan sebelum Indonesia merdeka sekitar awal abad 16 sudah terbentuk sedemikian rupa. Sehingga antara pemimpin dengan rakyat seumpama tiga hal. Ibarat angin dan kayu, ibarat aliran air dengan batang kayu dan ibarat jarum dan benang.

"Artinya adalah antara pemerintah dengan rakyat harus sejalan dan selalu bersatu dalam segala kondisi. Fungsi pemersatu diperlihatkan dan dipertegas dalam perumpamaan antara jarum dan benang," kata Agus Salim.

Sekretaris Komisi IV DPRD Padang Pariaman Dwi Warman Chaniago mengatakan, Padang Pariaman yang mengalami kehancuran akibat gempa bumi 2009, secara perlahan mulai bangkit. DPRD bersama pemerintah melakukan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Alhamdulillah, rumah yang mengalami rusak, kini sudah berdiri kokoh kembali. Ekonomi masyarakat sudah menggeliat. Kita ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak di nusantara atas perhatian dan partisipasinya," kata mantan wantan wartawan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Gowa Andi Rimba Alam dalam eksposnya mengakui kultur budaya dan kondisi alam antara Gowa dan Padang Pariaman banyak memiliki kesamaan. Bahkan sejak zaman kerajaan Gowa dan Pagaruyung.

Dalam menggenjot pendapatan di bidang pariwisata, Gowa memanfaatkan kondisi alam yang memiliki bukit dan air terjun. Satu di antaranya yag terkenal adalah air terjun bertingkat Malino yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong. Perjalanan ke Malino ditempuh sekitar dua jam perjalanan dari pusat kabupaten.

Di bidang pendidikan, rombongan tamu terkesima mendengarkan program yang diterapkan di Gowa. Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo yang baru beberapa bulan mengakhiri jabatannya di periode kedua pernah memecat dua puluh orang kepala sekolah yang memberlakukan iuran terhadap siswanya.

Biaya pendidikan di Gowa gratis sejak tingkatan SD hingga SMA dan SMK negeri dan swasta. Untuk menyelenggarakannya dibiayai oleh APBD kabupaten dan propinsi, serta pusat dalam bentuk biaya operasioal sekolah (BOS).

"Banyak tantangan dari kepala sekolah, mungkin karena lebih sedikit mengelola uang, tapi bupati kami tetap tegas dan mengatakan lebih baik sedikit tapi berkah daripada banyak tapi tak bermanfaat," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sappe Mangiriang.

Tak hanya itu, bagi siswa yang tak memiliki uang yang cukup untuk membeli pakaian seragam diizinkan mengenakan pakaian bebas yang sopan. Karena pemerintahan di sini tidak menjadikan pakaian sebagai alat ukur kemajuan pendidikan.

Untuk mendisiplinkan penyelenggaraan pendidikan, Gowa melahirkan Satpol Pendidikan. Satpol ini bertugas menjaga stabilitas sekolah, termasuk kepala sekolah sendiri. Juga menjemput guru yang tinggalya lebih dari 2,5 km.
Terhadap siswa tamatan SMA/SMK di Gowa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dibiayai oleh APBD setempat yang diberi nama program Investasi Sumber Daya Manusia (SDM).

Istilah tidak naik kelas dan tidak lulus sekolah juga tidak berlaku di Gowa. Karena nilai siswanya yang kurang bisa dilengkapi pada tahun pendidikan dan tingkatan berikutnya. Demikian juga untuk keluulusan. Terhadap persoalan ini, Pemkab Gowa sudah mengikat kerjasama dengan lebih dari 20 perguruan tinggi di Sulsel sekitarnya.

Bertentangan dengan aturan resmi dari Kemendikbudkah? "Kami sudah mengonsultasikannya dengan Mendikbud Anis Baswedan," tegas Sappe Mangiriang.

Kunker Komisi IV DPRD Padang Pariaman ini diikuti Jon Hendri (Ketua), Jempol (Wakil Ketua), Dwi Warman (Sekretaris), M Defriadi Dt Rky Basa, Bastian Desa Putra, Alfa Edison, Basir, Hasan Basri, Dasril Yani Pasha (Anggota). Suarni Murad (Sekwan), Akhirudin (Staf Ahli/SKPD Pendamping), Syaiful Bahri (Dinkes, SKPD Pendamping), Wahirman, Jhon Driman, Henni (Setwan/Pendamping). (ikhlas)

Editor/Sumber:
Tag: padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Final Turnamen Voli Bernas Cup 2019, Catat Tanggalnya

Final Turnamen Voli Bernas Cup 2019, Catat Tanggalnya

LUBUK SIKAPING - Masih dalam rangkaian kegiatan menyambut dan memerihkan HUT Kabupaten Pasaman ke-74, Bupati Pasaman...

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, IAIN Batusangkar Ikut Taburi Bunga Di Makam Pahlawan

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, IAIN Batusangkar Ikut Taburi Bunga Di Makam Pahlawan

TANAH DATAR -- Dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila Civitas Akademika IAIN Batusangkar yang dipimpin oleh...

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

LIMAPULUH KOTA - Tim penasehat hukum, M Irfan Qadim, tersangka kasus dugaan pencurian getah pinus di Nagari...

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

Ternyata STIT Syekh Burhanuddin Lahir Sejak 1978 dan Cetak 6.000 Alumni

PARIAMAN -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman yang berdiri semenjak tahun 1978 telah...

Solusi Cegah Stunting, Empat Nagari di Pasaman Barat Ikuti Safari Gemarikan

Solusi Cegah Stunting, Empat Nagari di Pasaman Barat Ikuti Safari Gemarikan

PASAMAN BARAT - Sebanyak 200 orang peserta yang berasal dari Empat Nagari prioritas penanganan stunting yang ada di...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media