Sunday, 18 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Irdas Raja Hembuskan Nafas Terakhir, Keluarga Besar STIT-SB Berduka

Minggu, 24 Januari 2016 - 01:31:38 WIB - 3225
Irdas Raja Hembuskan Nafas Terakhir, Keluarga Besar STIT-SB Berduka


Pariaman -- Innalillahi wainna lillahi rajiun, Kabar duka datang dari Irdas Raja Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT-SB) Pariaman tutup usia di RS. M. Djamil Padang, Kamis (21/01/2016) pukul 18.30 wib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir Drs. Irdas Raja MA Phd sempat di rawat, setelah merasakan sakit di tulang belakang panggul pada Rabu (20/01).

"Rencananya akan kita bawa ke Jakarta untuk berobat lanjutan, tetapi karena kondisi beliau yang sudah lemah, tidak bisa lagi untuk bepergian keluar daerah maka pihak keluarga dan istri nya, meminta dulu perawatan di rumah sakit M. Djamil Padang, namun takdir berkata lain setelah masuk ruang ICU kurang lebih dari 24 jam, sekitar pukul 18.30 pada Kamis (21/01) menjelang shalat magrib, ia di jemput oleh sang pencipta," ujar Al adik Irdas dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya penyakit yang di derita Irdas sudah lama di derita, sekitar sepuluh tahun yang lalu, berawal pembengkakan di bagian leher, yang diduga oleh dokter sebagai kanker getah bening, kemudian setelah di operasi dan di kemoterapi, benjolan serupa muncul lagi, namun berpindah di tulang leher bagian belakang.

"Baru diangkat menjadi dosen sekitar tahun 2005 itu dilakukan operasi pertama, alhamdulillah selama dua tahun hingga 2008 beliau sehat seperti biasanya, namun tidak berapa lama ia merasakan nyeri di bagian tulang leher belakang, setelah di cek ke dokter, ternyata diagnosisnya sama dengan yang pertama, karena masih mempunyai penyakit yang sama, maka ia memutuskan berobat ke Malaysia sambil menyelesaikan gelar Doktoral, meskipun sudah berobat ke luar negeri, namun harus disarankan untuk rawat jalan,dengan melakukan pemeriksaan dan kemoterapi secara berkala," ulas Al, menceritakan.

Ia melanjutkan, dengan perawatan rutin dan kemoterapi secara berkala, selama 7 tahun sebelum Maret 2015 Irdas dalam kondisi masih bugar. "Mungkin karena terlalu padat rutinitas kerja jadi beliau kelelehan, atau lupa melakukan pemeriksaan dan kemoterapi, maklum selain sebagai dosen di IAIN Padang, ia juga menjabat Ketua di STIT-SB Pariaman, sehingga memiliki waktu yang padat.

Tidak jauh berbeda dengan adik Irdas, Buzar salah seorang teman satu pengajian mengatakan bahwa pada mulanya sekitar tahun 2000 Irdas mengalami sakit di bagaian hidung, dengan diagnosa polip. "Sebelum menjadi dosen, Irdas merupakan politisi karena ia memang aktif di organisasi dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Padang Pariaman periode 1999-2004. Selesai menjabat, setahun kemudian lulus penerimaan sebagai dosen, semenjak saat itu ia menetap di Kota Padang bersama istri, dan sudah jarang bertemu lagi, hingga terdengar kabar beliau sakit beberapa waktu belakangan, hingga meniggal dunia," ucap Buzar menceritakan.

Irdas merupakan dosen yang disegani oleh para mahasiswanya, meskipun di kenal dengan perawakan seram dan killer, namun disenangi karena jiwanya yang rendah hati."Memang wajah bapak menyeramkan ketika mengajar, namun dalam pemberian materi dengan mudah diserap oleh mahasiswa, sehingga disukai dan disegani oleh kawan-kawan di kampus," ungkap Popi salah seorang mahasiswa, mengenang Irdas.

Irdas Raja merupakan putra Desa Pakasai Kecamatan Pariaman Timur yang dilahirkan pada 2 September 1965, selesai menamatkan pendidikan PGA, ia melanjutkan ke perguruan tinggi IAIN Padang hingga mengambil S2.

Jenazah di lepas langsung oleh Drs. Hasan Basri Mag, Dosen STIT-SB dan tokoh agama setempat Drs.Muslim Jatar di rumah duka Desa Pakasai selesai Jumat. Setelah sebelumnya di mandikan, dikafanai serta di shalatkan di rumah kediaman Gunung Panggilun.

"Beliau orangnya gigih, dan juga pekerja keras serta cerdas, dalam 5 tahun kepemimpinan semenjak 2011, berhasil membuat kemajuan untuk STIT-SB dengan bukti, ia mampu meningkatkan pembangunan gedung perkuliahan, serta menaikan status akreditasi kampus dari C ke B," ucap Hasan di depan ratusan para pelayat.

Ia juga mengutarakan, Irdas sudah mulai merasakan sakit semenjak Maret 2015, namun sesekali ia masih sempat ke Kampus melihat keadaan perkuliahan mahasiswa dengan berkursi roda. "Pada Senin (18/01) kami masih sempat berkumpul dalam rangka rapat akademik tahunan, kemudian Selasa masih sempat juga ke kampus, baru ke esoakannya pada Rabu, kita mendengar ia masuk rumah sakit, hingga di jemput oleh sang pencipta pada Kamis kemarin, untuk itu mari kita melepas kepergian beliau dengan hati yang ikhlas, mudah-mudahan amal kebaikan beliau di terima oleh Allah SWT," pungkas Hasan.

Selain sebagai dosen dan Ketua STIT-SB Pariaman, Irdas Raja juga aktif di Dewan Pendidikan Kota Pariaman, kemudian Sekretaris KAN, dan Ormas Muhammadiyah, ia wafat di usia yang ke 50, dengan meninggalkan 3 orang anak dan 1 orang istri, di makamkan di TPU Nagari Padusunan. (warman)

Editor/Sumber: -
Tag: pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gempa M 4,7 di Laut Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 di Laut Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

MENTAWAI -- Sebuah gempa kuat terjadi di Laut Mentawai pada Senin (5/8/2019) pukul 10.37 Wib, tapi pihak berwenang...

Peringati HUT RI ke-74, Dinas Perpustakaan dan Arsip Pasaman Adakan Lomba Bercerita Tingkat SD /MI

Peringati HUT RI ke-74, Dinas Perpustakaan dan Arsip Pasaman Adakan Lomba Bercerita Tingkat SD /MI

PASAMAN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Hut) RI ke - 74 Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasaman...

Dishub Padang Gandeng Bank BRI Kenalkan Transaksi Non-Tunai kepada Penumpang Bus Trans Padang

Dishub Padang Gandeng Bank BRI Kenalkan Transaksi Non-Tunai kepada Penumpang Bus Trans Padang

PADANG -- Dinas Perhubungan Kota Padang mengenalkan transaksi non-tunai dengan Bank BRI melalui kartu Brizzi kepada...

Bupati Hendrajoni Bagikan 13 Ekor Sapi Kurban di Sejumlah Masjid di Pessel

Bupati Hendrajoni Bagikan 13 Ekor Sapi Kurban di Sejumlah Masjid di Pessel

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni membagikan sebanyak 13 ekor sapi kurban dalam rangka...

Minang Couture 2019 di Padang Panjang, Lahirkan Desainer Baru Berbakat

Minang Couture 2019 di Padang Panjang, Lahirkan Desainer Baru Berbakat

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media