minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Bisnis

Musim Hujan, Produksi Ikan Asin di Pariaman Melempem

Rabu, 10 Februari 2016 - 12:08:14 WIB - 1398
Musim Hujan, Produksi Ikan Asin di Pariaman Melempem

Pariaman -- Memasuki musim hujan, usaha mikro penjualan ikan asin makin melempem. Sentra pembuatan ikan asin di di pinggir pantai Karan Aur, Kota Pariaman kebingungan dengan cuaca yang terus basah hingga menghambat proses jemur ikan asin, Selasa, (9/2/2016).

"Soalnya kalau panas ikan dikeluarkan untuk dijemur, kalo mulai mendung cepet-cepet dimasukin," kata Dasril, salah satu pembuat ikan asin.

Dasril merupakan salah seorang pengrajin ikan asin yang masih bertahan hingga sekarang, usaha yang ia jalankan saat ini merupakan turunan dari orang tuanya yang berprofesi juga sebagai nelayan. "Kami sekeluarga tinggal sudah puluhan tahun di tepi pantai Karan Aur ini yang kesemuanya berprofesi sebagai nelayan, meskipun penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari saja, namun ketika itu orang tua kami memulai mencoba usaha membuat ikan asin pada tahun 1989, pada saat tersebut ikan asin sangat digandrungi masyarakat luas, bahkan bisa dikatakan lebih laris dari pada ikan basah," sebut Dasril menceritakan.

Ia melanjutkan, dengan penghasilan tambahan menjadi pengrajin ikan asin, orang tua nya berhasil membeli satu buah kapal tangkap ikan, yang dikelola secara kekeluargaan. Namun karena krisis 1998 menerpa, akhirnya terpaksa di jual untuk menutupi pengeluaran harian. "Tidak hanya krisis keuangan pada waktu itu, namun hasil tangkapan juga jauh menurun drastis, sedangkan dalam sehari kita harus mengeluarkan uang hingga Rp1juta untuk biaya operasional penangkapan, namun setiap harinya penghasilan dari ikan yang terjual hanya mencapai Rp700.000," ulas Dasril.

Kondisi yang dialami Dasril ketika 15 tahun yang lalu tidak ubahnya dengan saat ini, krisis ekonomi, cuaca yang tidak bersahabat serta daya beli yang menurun. "Mungkin tahun nya saja yang berbeda namun situasi nya sama, tapi yang harus kita sadari pada saat krisis pertama melanda di negara kita, untuk daya beli masyarakat masih tinggi dan masih banyaknya pesanan dari luar daerah, sekarang tidak ada yang bisa diharapkan hanya sekedar untuk mencari sesuap nasi setiap hari," kata nya.

Meskipun dalam pengolahan ikan asin tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, karena masih menggunakan alat manual, namun situasi cuaca yang tidak menentu merupakan hambatan utama bagi pengrajin ikan asin.

"Pengolahan produksi ikan asin kita semuanya masih manual, misalkan tungku api masih menggunakan kayu bakar, penjemuran dengan terik matahari makanya jika cuaca memburuk usaha bisa merugi, karena bahan mentah ikan basah tetap kita beli juga dari para nelayan misalkan ikan teri basah harga Rp400.000/keranjang, macho Rp100.000/keranjang, tobi Rp75.000/keranjang, jika sudah diolah menjadi ikan asin kering, maka beratnya akan berkurang separo setiap kilonya," ulas Dasril.

Jika keadaan cuaca bagus setiap harinya Dasril bersama 5 orang anggota keluaraga mampu mengolah hingga Rp500 kg ikan basah, namun kalau keadaan cuaca memburuk dengan terpaksa ia tidak berusaha. Bahkan ia bisa merugi hingga jutaan jika cuaca tanggung, pagi cerah siang hujan, maka penjemuranpun tidak akan bisa dilakukan dan semua ikan yang telah direbus bisa membusuk dan tidak bisa lagi di pasarkan.

"Saat ini pasaran hanya untuk lokal saja, karena tidak banyak lagi peminat ikan asin harga teri kering/asin Rp40.000/kg, macho Rp18.000/kg dan tobi Rp12.000/kg, namun kalau sudah membusuk karena tidak terkena sinar matahari maka kita akan merugi karena harganya akan turun drastis jadi 70%, jika sudah membusuk hanya bisa dikonsumsi oleh hewan ternak," sambung nya.

Dasril mengaharpkan ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap pengrajin ikan asin, karena jika terus dibiarkan kondisi seperti ini berlarut-larut, maka pengolahan ikan asin yang dulu cukup dikenal di Pariaman, akan tinggal sejarah. (warman)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Warman
Tag: bisnis,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Alumni 212 dan Kubu Prabowo Pecah Kongsi?

Alumni 212 dan Kubu Prabowo Pecah Kongsi?

NASIONAL - Pemilihan Gubernur Jawa Timur membuat La Nyalla Mattalitti meradang. Dia rupanya kesal tak diusung sebagai...

Sering Ditegur Pengurus Masjid, Petugas Tertibkan Lapak PKL Depan Masjid Taqwa Padang

Sering Ditegur Pengurus Masjid, Petugas Tertibkan Lapak PKL Depan Masjid Taqwa Padang

PADANG - Satu unit lapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL), Warung Nasi Singgalang yang berada didepan Masjid Taqwa Pasar...

Deklarasi Paslon Walikota Pariaman Genius Umar-Mardison (GEMA) Menggema di Desa Kampung Baru

Deklarasi Paslon Walikota Pariaman Genius Umar-Mardison (GEMA) Menggema di Desa Kampung Baru

PARIAMAN - Paslon Walikota-Wakil Walikota Pariaman Genius Umar-Mardison (GEMA) Mahyuddin lakukan Deklarasi bersama...

Sandiaga Uno Nyanyi Lagu Ayam Den Lapeh Bersama Ikatan Keluarga Minang Jakarta

Sandiaga Uno Nyanyi Lagu Ayam Den Lapeh Bersama Ikatan Keluarga Minang Jakarta

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyanyikan dua lagu Minang dalam acara pelantikan dan pengukuhan...

Viral Video Minum Kencing Unta Ustadz Bachtiar Nasir, Ini Kata MUI

Viral Video Minum Kencing Unta Ustadz Bachtiar Nasir, Ini Kata MUI

NASIONAL - Video Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menjadi viral di media sosial karena dalam video tersebut UBN meminum air...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media