Sunday, 18 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Briket Arang Pariaman Dipasarkan Sampai Eropa

Kamis, 11 Februari 2016 - 11:37:29 WIB - 9946
Briket Arang Pariaman Dipasarkan Sampai Eropa


Pariaman -- Briket arang olahan dari tempurung kelapa yang diproduksi warga Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat dipasarkan sampai ke Eropa.

"Setiap bulan kami rutin mengirim briket arang ke Eropa, tidak disangka barang yang dulunya tidak bernilai ini ternyata memiliki kualitas eksport," kata pemilik industri pembuatan briket arang tempurung kelapa Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, Syafri Hendri.

Briket yang sering digunakan oleh restoran dan hotel sebagai bahan bakar untuk memanggang daging atau ikan berasal dari tempurung kelapa yang dicetak berbentuk kubus. Memasuki era digital dan semakin majunya tekhnologi ternyata tempurung kelapa bisa digunakan untuk keperluan kosmetik, alat tulis dan sebagainya bahkan benda yang dulunya tidak berguna ini, sudah di expor hingga keluar negeri.

"Inspirasi mengolah tempurung kelapa jadi barang yang bermanfaat dan bisa di jual hingga keluar negeri saya dapatkan melalui internet dan kebetulan saudara di Jakarta memiliki perusahaan pengolah limbah batok kelapa. Kemudian pada 2009 dengan memanfaatkann rumah peninggalan orang tua, saya coba juga secara mandiri mengolah limbah tempurung kelapa tersebut," ujar Syafri kemarin.

Pada awal merintis usaha tidak banyak hasil olahan limbah tempurung kelapa yang ia produksi, karena keterbatasan dana kemudian alat produksi yang cukup mahal, namun dengan inovasi dan memanfaatkan ilmuya selaku alumni tekhnik ITB, ia berhasil menciptakan alat produksi sendiri yang hasilnya sama dengan mesin ciptaan dari Jerman yang harganya mencapai Rp2,5 milyar/set.

"Mesin produksi ini saya ciptakan sendiri karena untuk membelinya tidak akan sanggup dengan biaya yang sangat tinggi dan itupun hanya ada di luar negeri. Adapun peralatan produksinya seperti tempat pembakaran tempurung, mesin penggilingan, penjemuran, oven dan pencetak serbuk tempurung," ulas Syaf.

Kemudian ia juga menjelaskan cara pengolahann batok menjadi briket, setelah dijemur kering, tempurung dibakar hingga gosong berwarna hitam pekat, kemudian digiling dengan campuran tepug tapioka, selanjutnya dicetak berbentuk dadu dengan dua ukuran 25x25 mm dan 22x22 mm, setelah dicetak kembali dijemur dibawah terik matahari dan di oven selama 12 jam hingga kering dan mengeras.

"Pengemasan kita lakukan sendiri menggunakan plastik putih ukuran 1/4, 1/2 dan 1kg, selanjutnya dimasukkan kedalam kemasan kotak yang telah disediakan sesuai dengan negara pesanan, ada tiga manfaat utama bagi negara pemesan batok kelapa panggang ini, seperti bahan dasar kertas karbon, campuran tembakau rokok dan bahan bakar barbeque. Sedangkan negara tujuan expor di timur tengah Yordania digunakan untuk medwah dan sesha, Lebanon, Irak , Saudi Arabia kemudian Paraguay, Brazil, Australia, Turki, Jerman, Inggris dan Amerika," ungkap Syaf.

Ia juga menyebutkan, untuk saat ini masih keterbatasan bahan baku, karena batok kelapa hanya bisa di dapatkan hanya di Pariaman saja, yang dibeli melalui pengepul seharga Rp3.000/kg, dengan jumlah 1 ton/ hari, menghasilkan produksi 300 kg briket. "Untuk lokal kita kirim ke hotel-hotel di Padang dan pulau Jawa dengan harga jual Rp13.000/kg, sedangkan expor dihargai 1,2 $ USD/kg," sambung nya.

Saat ini Ampalu Sukses Mandiri (nama usaha milik Syaf) mampu mengirim 500 kg briket untuk lokal satu kali kirim/minggu, sedangkan expor 18 ton/bulan. Usaha milik syaf dibantu oleh 21 orang karyawan dengan upah Rp60.000/hari, jika bahan baku bisa diperoleh dengan mudah, kemungkinan akan lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja.(warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: bisnis,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gempa Hari Ini - BMKG Catat M 5,3 Bangunkan Warga Pariaman Subuh Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini - BMKG Catat M 5,3 Bangunkan Warga Pariaman Subuh Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

PARIAMAN -- Gempa bumi M 5.3 menggoyang Pariaman dan sekitarnya pada Minggu pagi (11/08) sekira pukul 04.00 WIB...

BMKG PGR VI Padang Catat 3 Gempa Terjadi Minggu (11/8/2019) Tengah Malam, Tak Berpotensi Tsunami

BMKG PGR VI Padang Catat 3 Gempa Terjadi Minggu (11/8/2019) Tengah Malam, Tak Berpotensi Tsunami

PARIAMAN -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) PGR VI Padang mencatat ada tiga gempa terjadi di...

Peringati HUT RI ke 74, Bupati Pasaman Renungan Suci di TMP Syuhada

Peringati HUT RI ke 74, Bupati Pasaman Renungan Suci di TMP Syuhada

PASAMAN -- Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis dan Wakil Bupati H....

Ingin Soal RSUD M. Zein Terang Benderang, Nasrul Abit Tantang Sejumlah Pihak Lakukan Ini

Ingin Soal RSUD M. Zein Terang Benderang, Nasrul Abit Tantang Sejumlah Pihak Lakukan Ini

PADANG -- Mantan Bupati Pesisir Selatan Drs H. Nasrul Abit menjawab tudingan sejumlah pihak soal pembangunan RSUD M....

Proyek Pembangunan RSUD M. Zein Painan Senilai Rp99 Miliar Mangkrak, Hendrajoni Tuding...

Proyek Pembangunan RSUD M. Zein Painan Senilai Rp99 Miliar Mangkrak, Hendrajoni Tuding...

PESISIR SELATAN -- Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengungkapkan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media