Tuesday, 12 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pos Polisi

Polisi Ciduk Komplotan Pencuri Itik Petelur yang Masih ABG di Pariaman

Rabu, 17 Februari 2016 - 15:58:50 WIB - 3368
Polisi Ciduk Komplotan Pencuri Itik Petelur yang Masih ABG di Pariaman


Pariaman -- Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsekta Pariaman berhasil meringkus kawanan pencuri ternak di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (15/2/2016).

Iptu Jhonson menjelaskan bahwa para pelaku yang berjumlah 4 orang ditangkap di lokasi berbeda. "Para pelaku kita tangkap atas laporan warga yang kehilangan ternak di antaranya di Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan yang mana seorang warga melaporkan telah kehilangan ternak berupa itik petelur sebanyak 142 ekor pada Senin (8/2), kemudian sehari setelah itu seorang warga Kampung Panas, Kecamatan Pariaman Tengah juga melaporkan telah kehilangan ternak itiknya sebanyak 84 ekor dan pada keesokan harinya, warga Bato, Kecamatan Pariaman Timur juga melaporkan telah kehilangan sebanyak 180 ekor itik petelur," terang Jhonson.

Rentetan peristiwa kehilangan ternak secara berturut-turut pada malam hari menjelang subuh tersebut lanjutnya, telah meresahkan warga. Atas kejadian tersebut Satreskrim Polsekta Pariaman kemudian membentuk tim khusus penanganan kasus pencurian ternak.

"Setelah membentuk tim, kemudian kita menyeber intel ke berbagai tempat dimana banyaknya perdagangan ternak itik petelur tersebut. Akhirnya pada Senin pagi (15/2) kita menemukan titik terang, yang mana di Nagari Sungai Asam Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung kita menemukan seorang pedagang itik petelur sekaligus sebagai penadah (Rosmawi) barang curian ternak. Kemudian penadah ini kita giring ke kantor dan dimintai keterangan, melalui informasi yang kita peroleh akhirnya ke empat pelaku pencuri ternak berhasil kita bekuk," ulas Jhonson.

Diantara pelaku tersebut lanjut nya, tiga orang masih ABG yaitu Rd (16), MI (15) dan AR (16). Ketiga pelaku ditangkap di Kampungnya Nagari Ulakan. Sedangkan Junaidi (40) otak pencurian yang juga warga Ulakan ditangkap saat menjual barang curiannya ke Sicincin, sedangkan 1 orang lagi Faisal masih buron.

"Modus mereka karena pada umumnya letak kandang itik petelur di tepi sawah jauh dari pemukiman penduduk, kesempatan inilah yang dimanfaatkan pelaku. Sedangkan otak pelaku pencurian sengaja memanfaatkan anak-anak karena mereka lebih berani untuk masuk ke lumpur dan mudah diatur dalam pembagian hasil curian," ujar Jhonson.

Anak-anak yang dimanfaatkan pelaku hanya diberi bagian antara Rp150 ribu - Rp300 ribu, sedangkan Junaidi sendiri mendapat bagian yang lebih besar. "Nilai keseluruhan barang curian ditaksir Rp30 juta, seluruh pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan kurungan 5 tahun penjara, sedangkan pelaku yang masih dibawah umur biasanya akan mendaptkan keringanan dari pengadilan atau dibebaskan," tutupnya. (warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: hukum,kriminal,pariaman,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ternyata Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung Menguntungkan Petani

Ternyata Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung Menguntungkan Petani

PASAMAN - Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand) Padang, melalui Lembaga...

Ketua Tim Pilkada Gerindra Sumbar Puji Sikap Realistis Shadiq Pasadigoe, Ini Alasannya

Ketua Tim Pilkada Gerindra Sumbar Puji Sikap Realistis Shadiq Pasadigoe, Ini Alasannya

PADANG -- Bupati Tanah Datar 2005-2015, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H, M.M. terus menggalang dukungan untuk bertarung di...

Ini Rekomendasi DPC PDIP Untuk Jabatan Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya

Ini Rekomendasi DPC PDIP Untuk Jabatan Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya

DHARMASRAYA - Titik terang siapa teka teki yang bakal menjadi ketua DPRD Dharmasraya terkuak sudah, menyusul keluarnya...

Polsek Mandau Salurkan Sembako bagi Dhuafa

Polsek Mandau Salurkan Sembako bagi Dhuafa

BENGKALIS -- Polsek Mandau bersama jajaran menggelar Polisi Beramal Dan Berbagi dengan menyerahkan bantuan sembako...

Diklat CPNS Golongan III Pemprov Sumbar Telah Usai, Guru SMKN 1 Sutera Pessel Jadi Yang Terbaik

Diklat CPNS Golongan III Pemprov Sumbar Telah Usai, Guru SMKN 1 Sutera Pessel Jadi Yang Terbaik

PESISIR SELATAN -- Pendidikan dan Latihan (Diklat) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III angkatan XVI dan XVII...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media