Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Pedagang Minta Pemko Pariaman Kaji Ulang Rehab/Rekon Pasar Lama Pariaman Jadi Pasar Modern

Selasa, 08 Maret 2016 - 00:35:30 WIB - 1480
Pedagang Minta Pemko Pariaman Kaji Ulang Rehab/Rekon Pasar Lama Pariaman Jadi Pasar Modern


Pariaman -- Rencana peremajaan pasar lama Kota Pariaman menjadi pasar modern ditolak pedagang kios pasar lama, karena pedagang menilai belum waktunya peremajaan pasar lama itu, selain itu pasar yang lama sekarang masih layak pakai.

"Saya minta pak wali mengkaji ulang rencana peremajaan pasar lama menjadi pasar modern karena dinilai peremajaan itu sebuah perbuatan yang sia-sia dan hanya akan membuang anggaran keuangan negara".

Demikian disampaikan Ilham Ilyas salah seorang pedagang di pasar lama ketika berdialog dengan Wawako Pariaman Genius Umar dan beberapa SKPD di lingkungan Pemko Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Senin, (7/3/2016)

Ilham Ilyas salah seorang pedagang di pasar lama mengatakan, "Belum saatnya pasar lama diremajakan karena masih layak pakai, kemudian situasi ekonomi yang masih morat-marit serta hak kepemilikan yang belum jelas. Lagi pula Pariaman saat ini tidak lagi kota strategis, apalagi setelah pindahnya Ibukota Padang Pariaman ke Parit Malintang, kondisi penjualan pedagang nyaris turun hingga 90% mengingat para pelanggan yang dulunya lebih di dominasi pegawai pemerintahan sekarang tidak seberapa lagi," demikian kata Ilham Ilyas ketika Acara sosialisasi pembangunan pasar modern itu dihadiri pedagang dan Wakil Walikota Pariaman dan Kepala Dinas Koperindag Gusniyeti Zaunit. di depan ratusan para pedagang yang hadir pada pihak Pemko Pariaman.

Ia juga berkata, masih ada masalah yang belum terselesaikan oleh Pemko Pariaman dengan pemilik kios dan pedagang terkait akan dibangunnya pasar modern pada 2017 nanti. "Salah satunya adalah penyerahaan aset tanah nagari pasar lama dari KAN ke Pemko Pariaman yang tidak transparan dan bersifat individualisme/sebelah pihak, sehingga menimbulkan kecurigaan pada pemilik kios pasar lama, untuk itu kami harapkan Pemko mau mengkaji kembali tentang pembangunan pasar modern tersebut karena hanya bersifat mubazir," ulas Ilham.

Ilham juga mencontohkan pasar terminal Jati yang tidak termanfaatkan sehingga hanya membuang anggaran keuangan negara. Ia meminta kepada pihak Pemko dan Diskoperindag agar melakukan studi banding keluar daerah pada tempat yang memiliki pasar modern yang sudah maju supaya bisa dijadikan contoh dan pedoman.

Sedangkan salah seorang pemilik toko Andri, mengatakan menyetujui pembangunan pasar modern di atas tanah nagari tersebut dengan catatan pihak Pemko dan Diskoperindag harus memperhatikan omset penjualan pedagang. "Kemudian bagaimana kesinambungan pemilik toko juga harus diperhatikan, kemudian hak kepemilikan kios lama yang memiliki kartu kuning jangan dihilangkan, jadi seandainya pembangunan pasar modern jadi dilaksanakan maka yang harus diprioritaskan adalah pemilik lama dan sangat disayangkan penyerahan aset tanah nagari ke Pemko tidak diketahui para pemilik toko," kata Andri.

Menanggapi pertanyaan para pedagang dan pemilik kios, Kepala Diskoperindag Pariaman mengatakan, bahwa penyerahan aset tanah nagari pasar lama dari KAN ke Pemko Pariaman telah di lakukan semenjak tahun 2004 lalu, dua tahun setelah Pariaman menjadi Kota Otonom.

"Revitalisasi pasar bertujuan untuk membenahi pasar lama menjadi pasar modern yang tertata rapi dan bersih sehingga akan meningkatkan kunjungan para pembeli. Menyangkut masalah pembebasan lahan berupa tanah milik nagari telah selesai, karena pihak KAN telah menyerahkan pengelolaan tanahnya ke Pemko Pariaman dari tahun 2004 lalu," ujar Gusniyeti.

Ia juga mengatakan pemilik toko akan memiliki hak prioritas menyewa atas pembangunan pasar modern nantinya, kemudian disusul para pedagang yang ada saat ini sisa nya baru diserahkan pada pihak luar, sedangkan masalah sewanya akan dikoordinasikan kembali dengan pihak DPRD melalui Perda (Peraturan Daerah).

"Kalau dibiarkan pasar ini sudah lama, dan sebagian dibelakangnya sudah lapuk dan tidak layak huni, maka semenjak tahun 2012 sudah dibicarakan kembali dengan pihak KAN. Jadi sosialisasi revitalisasi ini ditujukan utamanya untuk pemilik toko dan pedagang, sedangkan kepemilikan tanah sudah disetujui oleh KAN. Dengan kepemilikan kartu kuning diberikan hak utama untuk menyewa pada pemilik. Sebagian besar para pemilik telah setuju, tinggal kesepakatan dengan para pedagang, jika sudah ada kesepakatan maka pembangunan akan kita lakukan pada tahun 2017," tutup Gusniyeti. (Warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian UAS di Bukittinggi

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian UAS di Bukittinggi

BUKITTINGGI -- Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan tabligh akbar Subuh ceramah rohani di Masjid Jami Tarok...

Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini

Lindungi Balita Dari Diare Dengan Melakukan Pencegahan Dini

Oleh : Zahratul Ulya Diare merupakan suatu keadaan tinja yang lunak atau encer dengan frekuesi tiga kali atau lebih...

Kejari Pariaman Musnahkan 1.626,73 gram Narkoba

Kejari Pariaman Musnahkan 1.626,73 gram Narkoba

PARIAMAN -- Kejaksaan Negeri Pariaman melakukan pemusnahan BB Narkotika seberat 1.626,73 gram di halaman Kantor...

Padang Pariaman Masuk 100 Smart City Indonesia, Bupati Ali Mukhni Terima Penghargaan

Padang Pariaman Masuk 100 Smart City Indonesia, Bupati Ali Mukhni Terima Penghargaan

PADANG PARIAMAN - Perjalanan panjang dan perjuangan melelahkan yang dilakukan Dinas Komunikasi Padang Pariaman sejak...

Polres Pasaman Barat Lakukan Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Polres Pasaman Barat Lakukan Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

PASAMAN BARAT - Alangkah bahagianya, Kulyuno (45) warga Jambak Jalur IV Timur, Jorong Jambak Selatan, Nagari Persiapan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media