Wednesday, 13 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Gerhana adalah Fenomena Alam Biasa, Masyarakat Dihimbau Tidak Perlu Takut

Selasa, 08 Maret 2016 - 12:21:17 WIB - 1349
Gerhana adalah Fenomena Alam Biasa, Masyarakat Dihimbau Tidak Perlu Takut


Pariaman -- Kantor Kementrian Agama melalui Kasi Penyelenggara Syariah telah mengirimkan surat edaran ke seluruh Mesjid di Kota Pariaman yang berisi himbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat gerhana pada Rabu (9/3/2016).

Dedi Wandra Sag MA Kasubag TU Kemenag Pariaman mengatakan, surat himbauan telah berisi petunjuk tekhnis untuk melaksanakan shalat sunat gerhana, yang diturunkan dari Ka.KanKemenag ke KUA dan diteruskan ke setiap Mesjid yang ada di Pariaman.

"Disinilah letak kekuasaan Allah yang akan mempertebal keimanan kita, karena kejadian ini tidak setiap tahun dan jarang sekali terjadi, dan di himbau kepada masyarakat bahwa gerhana adalah fenomen alam yang tidak perlu ditakuti, namun harus dipahami bahwa kekuasaan Allah itu meliputi segala yang ada di langit dan bumi. Tetapi yang harus kita hindari adalah jangan melihat langsung ke gerhana matahari dengan mata telanjang, karena dapat menimbulkan kerusakan pada penglihatan mata, atau bisa juga memakai kaca mata tebal khusus untuk melihat gerhana untuk melihatnya," ulas Dedi pada awak media di ruang kerjanya.

Di kesempatan yang sama Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Pariaman Tk. Amril Spd.I mengatakan gerhana merupakan sesuatu fenomena alam yang tak perlu ditakuti, yang mana sebagaian masyarakat ada yang takut akan munculnya gerhana matahari karena terjadinya kegelapan yang secara tiba-tiba di waktu pagi/siang hari.

"Sebetulnya dalam surat Al-furQan ayat 46 itu sudah dijekaskan. Yang maknanya jika kita lihat dalam setiap bulan itu tidak lah sama terkadang bilangan ganjil dan kadangkala genap, kemudian contohnya lagi, terkadang siang lebih panjang dari pada malam dan kadang pula malam lebih lama dari pada siang, dan ada juga seperti pelangi yang muncul tiba-tiba dilangit, demikianlah kekuasaan Allah yang mengatur jagad raya ini dalam genggamannya," sebut Amril.

Ia melanjutkan berkenaan dengan surat edaran yang kita terima dari Kementrian Agama Wilayah Sumbar, untuk melaksanakan shalat sunat gerhana, maka setiap Kemenag di daerah juga harus melaksanakannya. Pada dasarnya gerhana itu ada dua yaitu Khusuf ( gerhana matahari) dan Qhusuf (gerhana bulan), jadi berlandaskan dalil hadist dan alquran, terjadinya gerhana matahari ataupun bulan bukanlah karena mati dan hidupnya seseorang, yang mengacu pada pemahaman jahiliyah di masa Rasulullah bahwa orang yahudi beranggapan telah terjadi peristiwa meninggalnya orang terkemuka/penting dimasa itu.

"Sedangkan tata cara pelaksanaan shalat gerhana itu sendiri sama dengan shalat sunat biasa dua rakaat, bedanya disetiap rakaat dua kali membaca alfatiah, dua kali ayat, dua kali rukuk, dan dua kali itidal dan sujud hanya sekali. Contoh di awali dengan niat kemudian takbir, setelah itu membaca surat alfatiah dan ayat pendek, kemudian rukuk dan itidal, setelah itidal ini kita tidak langsung sujud namun kembali membaca surat alfatiah dan ayat, begitu juga dengan rakaat kedua prosesnya sama dengan yang pertama dan tidak ada ayat khusus yang di anjurkan," ulas Alumni STIT-SB Pariaman ini.

"Setelah shalat sunat gerhana di anjurkan juga khutbah dua kali seperti shalat Jumat, dan sesuai dalil anjurkan di Mesjid. Setelah berkoordinasi dengan Pemko Pariaman untuk tempatnya Mesjid Annur Zainul Kampung Panas pukul07.00wib di saat gerhana matahari mulai berjalan. Sebagai imam dari Kemenag Pariaman Zahardi Kasi Pendais dan Khatib Drs. Jauhar Muis ketua MUI. Kemudian baru melaksanakan zikir dan doa," sambungnya.

Ia juga mengatakan, shalat sunat gerhana dilaksanakan pas gerhana mulai muncul, karena itu dianjurkan untuk membaca ayat yang panjang, karena durasi gerhana bermacam-macam ada yang 10, 15 atau 25 menit. Namun tidak diperbolehkan menambah rakat karena dalam ibadah panduan nya adalah Sunnah Nabi, dan Rasul sendiri hanya dua rakaat melaksanakan shalat sunat gerhana. (Warman).

Editor/Sumber: Warman
Tag: pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Maju Pilkada 50 Kota Calon Perseorangan, Ini Jumlah Syarat Dukungan nya

Maju Pilkada 50 Kota Calon Perseorangan, Ini Jumlah Syarat Dukungan nya

LIMAPULUH KOTA - Calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pemilihan Kepala (Pilkada) Limapuluh Kota tahun...

Terpilih Sebagai Wartawan Peduli Kesehatan, Heriansyah Suprianto Terima Penghargaan

Terpilih Sebagai Wartawan Peduli Kesehatan, Heriansyah Suprianto Terima Penghargaan

MENTAWAI -- Atas dedikasi yang baik dalam memberikan informasi di bidang kesehatan, dalam moment HKN ke-55 wartawan...

Jonel Carcueva Taklukan Kelok 44 di Etape V Tour de Singkarak 2019

Jonel Carcueva Taklukan Kelok 44 di Etape V Tour de Singkarak 2019

PAYAKUMBUH -- Pembalap Filipina Jonel Carcueva, berhasil menaklukkan "rute pambantaian" etape V iven Sport...

Minang Film Festival III, Wako Fadly Amran Harapkan Ini

Minang Film Festival III, Wako Fadly Amran Harapkan Ini

PADANG PANJANG -- Prodi Televisi dan Film Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padang Panjang menyelenggarakan Minang Film...

Baznas Serahkan Beasiswa Pendidikan Untuk 4.312 Siswa Kurang Mampu di Pesisir Selatan

Baznas Serahkan Beasiswa Pendidikan Untuk 4.312 Siswa Kurang Mampu di Pesisir Selatan

PESISIR SELATAN -- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pesisir Selatan, menyerahkan beasiswa kepada sebanyak 4.312...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media