Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Operasi Simpatik Minggu Kedua Polres Pariaman, Polwan Gunakan Seragam Budaya Lokal

Selasa, 08 Maret 2016 - 19:24:52 WIB - 2093
Operasi Simpatik Minggu Kedua Polres Pariaman, Polwan Gunakan Seragam Budaya Lokal


Pariaman-- Jajaran Polres Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kembali melakukan operasi simpatik yang dipusatkan di Simpang Empat, Sungai Sirah Jati pada Selasa (8/3/2016). Operasi simpatik ini cukup unik karena personel polwan jajaran Polres Pariaman memakai pakaian adat khas Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy SI.k mengatakan operasi simpatik yang dilakukan oleh jajaran Polri Sumbar mulai tanggal 1-20 Mei 2016, operasi kali ini lebih mengedepankan tertib berlalu lintas.

"Kita menghimbau kepada masyarakat di mulai dari awal berkendara dan diri sendiri untuk tertib berlalu lintas yang bertujuan untuk keselamatan dirinya serta pengguna jalan lain di jalan raya. Kegiatan yang dilakukan pada minggu kedua ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Polres Pariaman itu exis untuk mengajak mereka tertib berlalu lintas. Dengan berbagai macam cara yang kita lakukan dalam operasi simpatik ini dimaksudkan supaya masyarakat itu ingat tentang pentingnya berlalu lintas dengan baik," sebut Riko pada wartawan di lokasi Operasi Simpatik.

Selain itu lanjut Riko, Kepolisian juga menghimbau agar pengendara yang tertib berlalu lintas bisa juga jadi pelopor keselamatan berlalu lintas baik bagi dirinya keluarga dan lingkungan sekitarnya, serta menyampaikan dan mensosialisasikan bahwa Polisi telah bekerja semaksimal mungkin. Kapolres juga mengatakan masyarakat juga merespon dengan baik dengan digelarnya operasi simpatik sebagaimana yang disampaikan oleh seorang guru sekolah pada murid dan orang tua murid.

"Dan untuk itu diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kegiatan ini. Berdasarkan kunjungan kita ke berbagai instansi seperti, Kejaksaan, DPRD, kantor pemerintah dan sekolah serta ke lingkungan masyarakat mereka merespon dengan baik. Tidak sampai disini saja kita berharap kedepannya kecelakaan lalu lintas bisa berkurang di Kota Pariaman, terutama yang meninggal dunia," ulas Riko.

Sasaran Operasi Simpatik minggu kedua ini ulasnya, yang pertama adalah KTL (Kawasan Tertib Berlalu lintas) karena daerah ini sudah diputuskan oleh pemerintah setempat jangan ada pelanggaran-pelanggaran kesat mata yang terjadi. Kemudian mengajak masyarakat untuk lebih tertib berkendara seperti tidak parkir sembarangan di dekat badan jalan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan ketiga menjaga keselamatan dirinya dan orang lain di jalan raya.

"Tujuan menggunakan seragam adat yang di gunakan Polwan pada saat Operasi Simpatik sekarang adalah menyesuaikan dengan budaya lokal biar masyarakat terkesan bahwa polisi yag selama ini ketika dijalan raya hanya sering menggunakan atribut yang membuat masyarakat bosan dan di takut, untuk sekarang memperlihatkan pada masyarakat bahwa polisi itu tidak garang bahkan sebaliknya bersikap ramah," katanya.

Dengan suasana baru ini, masyarakat akan lebih mudah ingat dan berkesan saat kita jumpai mereka dijalan raya. Untuk penindakan tidak ada karena operasi simpatik hanyalah melakukan penertiban seperti memberikan surat teguran bagi yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, kemudian memberikan helm gratis bagi yang kedapatan tidak memakai helm saat berkendara, serta himbauan untuk mengajak masyarakat supaya tertib berlalu lintas. Kemudian apabila ditemukan pengendara yang tidak melengkapi surat kendaraan seprti SIM dan STNK mereka akan diberikan surat peringatan, dan sebaliknya bagi yang mematuhi lalu lintas, atribut berkendaranya lengkap maka akan diberikan hadiah oleh polisi. (Warman)

Foto:


Kapolres dan anggota membagikan kue dan memberikan helm pada pengendara yang mematuhi aturan tertib berlalu lintas


Kapolres dan anggota membagikan kue dan memberikan helm pada pengendara yang mematuhi aturan tertib berlalu lintas

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,padang-pariaman,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Perang Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Padang Panjang melakukan penyemprotan disinfektan (strelisasi,...

Darul Siska: Pentingnya Semangat Pancasila dalam Upaya Mengatasi Pandemi Covid-19

Darul Siska: Pentingnya Semangat Pancasila dalam Upaya Mengatasi Pandemi Covid-19

JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR RI, Drs H. Darul Siska menekankan pentingnya Pancasila ditengah pandemi untuk...

Lipan DPW Provinsi Riau Pertanyakan Status Bangunan Lantai II UPZ Ibadurrahman

Lipan DPW Provinsi Riau Pertanyakan Status Bangunan Lantai II UPZ Ibadurrahman

RANTAU -- Bangunan lantai II milik dari UPZ Ibadurrahman berada di Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Riau...

Agam Kembali Perpanjang Proses Belajar di Rumah

Agam Kembali Perpanjang Proses Belajar di Rumah

AGAM -- Seiring diperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi...

Bukittinggi Keluar Dari PSBB, Ini Kata Akademisi

Bukittinggi Keluar Dari PSBB, Ini Kata Akademisi

BUKITTINGGI - Webinar Internasional yang bertemakan "Relasi Negara dan Karakter Kewarganegaraan Dalam...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu