Tuesday, 22 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Demo, Ratusan Masyarakat Tutup Akses Masuk ke Lokasi Pembangunan Asrama Haji

Jumat, 11 Maret 2016 - 21:45:19 WIB - 2025
Demo, Ratusan Masyarakat Tutup Akses Masuk ke Lokasi Pembangunan Asrama Haji


PADANG PARIAMAN -- Sekitar seratusan Warga Korong Kabun Nagari Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman duduki pintu masuk ke lokasi pembangunan asrama haji pada Jumat (11/3/2016). Mereka menuntut PT. Ratu Karya selaku developer pembangunan jemaah haji agar membayarkan hak Warga Korong Kabun Nagari Sungai Buluah sebesar Rp6,5 milyar.

Aksi unjuk rasa mereka lakukan atas dasar hak masyarakat sebesar Rp6,5 milyar belum dibayarkan oleh pemenang tender pembangunan asrama haji Batang Anai PT. Ratu Karya yang dipimpin Direktur H. Hasrizal.

Koordinator Lapangan Harpin mengatakan Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari dari aksi serupa yang dilakukan di gate Asrama Haji. Hari ini kami menurunkan massa lebih banyak lagi, menuntut hak warga yang belum dibayarkan oleh PT. Ratu Karya sebagai kontraktor pembangunan asrama haji Batang Anai Padang Pariaman.

Menurut Harpin, tidak hanya PT. Ratu Karya yang bertanggung jawab atas uang masyarakat yang belum dibayarkan, namun Kemenag Provinsi sebagai Kuasa Pemegang Anggran (KPA) harus ikut andil membantu proses hak rakyat yang masih terkatung-katung.

Harpin menjelaskan, tuntutan itu terdiri atas uang pekerja bangunan dan penjaga keamanan dengan total pekerja sebanyak 200 orang yang mana selama 4 bulan gaji mereka belum dibayarkan termasuk hutang belanja di warung dan kedai sebesar Rp 3 milyar, kemudian uang rekanan yang mesub barang dan material bangunan seniali Rp3,5 milyar jika ditotal ada sekitar Rp6,5 milyar.

"Bukan tanpa alasan kami juga menuntut pertanggung jawaban dari Kemenag Sumbar, karena pada awal pengerjaan proyek pada bulan Oktober tahun lalu Efrizal yang merupakan BPK (Badan Pengawas Kerja) mengatakan pada masyarakat agar membantu pihak proyek dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan baik tenaga kerja, konsusmsi dan juga material bangunan, yang pembayaran uangnya di lakukan secara bertahap/dicicil dan sebagai sebagai penanggung jawab langsung di awasi oleh Kemenag Wilayah Sumbar," ungkap Harpin.

Harpin mengungapkan, pada awal Januari (1/1) pihak Kemenag provinsi selaku KPA berjanji akan menangani masalah ini dan akan membatu mencairkan seluruh tuntutan keuangan yang di ajukan oleh warga, namun belum juga ada realisasi. Pada tanggal 17 Februari 2016, masyarakat korong kabun melalui perwakilannya mengadakan Rapat kordinasi bersama dengan berbagai piahak yang berkepentingan, namun hingga saat ini belum ada juga realisasinya.

Harpin juga mengatakan jika dalam waktu dekat hak masyarakat belum juga dibayarkan, maka akan ada aksi yang lebih besar lagi, dan diperkirakan mereka akan melakukan demo pembongkaran bangunan asrama haji yang sedang terbengkalai. (Warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,padang-pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Untuk Tanah Datar Lebih Baik, DPC Demokrat Membuka Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati

Untuk Tanah Datar Lebih Baik, DPC Demokrat Membuka Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati

TANAH DATAR - DPC Demokrat Tanah datar membuka penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Tanah Datar...

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

Gelar Lomba CTPS, Dinkes Mentawai Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

MENTAWAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Lomba Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Halaman Kantor...

Dinkes Lantamal ll Padang Bersama Dinkes Mentawai Gelar Sosialisasi Kesehatan Penyelam dan PHBS

Dinkes Lantamal ll Padang Bersama Dinkes Mentawai Gelar Sosialisasi Kesehatan Penyelam dan PHBS

MENTAWAI - Dinas Kesehatan Lantamal ll Padang melelaui Lanal Tuapejat berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten...

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

Kacabjari Suliki Disomasi PH Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Getah Pinus

LIMAPULUH KOTA - Tim penasehat hukum, M Irfan Qadim, tersangka kasus dugaan pencurian getah pinus di Nagari...

Mulai Dibangun Tahun Depan, Desa Katiet Mentawai Akan Dijadikan Kawasan Wisata Kelas Dunia

Mulai Dibangun Tahun Depan, Desa Katiet Mentawai Akan Dijadikan Kawasan Wisata Kelas Dunia

MENTAWAI - Untuk menghadiri Focus Group Discusssion tentang Review Master Plan Kawasan Desa wisata Katiet, Rombongan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media