Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Tua dan Lapuk, Pohon Penghijau Jalan di Desa Pauh Barat Pariaman Butuh Peremajaan

Rabu, 16 Maret 2016 - 00:10:10 WIB - 2672
Tua dan Lapuk, Pohon Penghijau Jalan di Desa Pauh Barat Pariaman Butuh Peremajaan


PARIAMAN - Pohon penghijau jalan yang berjumlah puluhan batang di Jalan Tepi Pantai Dusun Selatan, Desa Pauh Barat, Pariaman, Sumatera Barat (sumbar) butuh peremajaan. Pasalnya disamping sudah tua dan lapuk pohon batang dadok tersebut juga telah memakan korban jiwa.

Bujang salah seorang warga yang berprofesi sebagai pembuat batu nisan mengatakan pohon dadok tersebut telah berusia hampir sepuluh tahun sehingga selayaknyalah diremajakan.

"Selain sudah tua dan lapuk pohon dadok yang berada di pinggir jalan tepi pantai ini juga sudah beberapa kali makan korban jiwa. Beberapa tahun yang lalu seorang wanita hamil tewas oleh pohon ini, karena ketika sedang melewati jejeran pohon dadok itu, kondisi cuaca sedang badai, jadi pohon yang sudah lapuk tersebut patah dihantam angin kencang dan menimpa si pejalan kaki tadi yang juga warga Desa Pauh barat, dan tewas di tempat karna persis menimpa kepalanya sehingga remuk," kata Bujang.

Tidak itu saja lanjut nya, pada kampanye Pileg 2014 lalu peserta kampanye yang kebetulan lewat menggunakan truk tewas juga tersambar dahan pohon dadok yang menjulang kejalan, sehingga menyebabkan seorang tewas di tempat dan satu lainnya kritis di larikan kerumah sakit karena terpental dari truk yang sedang melaju kencang.

Sedangkan Bakri Kabid taman dan kebersihan BLH Pariaman mengatakan tidak memiliki kewenangan dalam peremajaan pohon pelindung Kota kecuali setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertanian.

"Kami hanya bisa melakukan pemangkasan pohon pelindung, itupun jika sudah mengganggu ke kabel listrik yang mengganggu kenyamanan warga setempat. Sedangkan untuk peremajaan atau penanaman pohon baru bukan kewenangan kami sebelum menerima surat rekomendasi dari Dinas Pertanian," katanya.

Ketika wartawan Minangkabaunews menemui Kabid Kehutanan dan Perkebunan Risman memberikan jawaban bahwa sesuai prosedur perundang-undangan kehutanan rekomendasi diberikan pada pihak BLH setelah adanya surat permohonan dari Kepala Desa/Nagari tempat keberadaan pohon pelindung.

"Sebagaimana di atur dalam undang-undang perhutanan bahwasanya pohon/kayu yang terletak dalam kawasan Desa/Nagari merupakan kewenagan kepala Desa/Nagari setempat, jadi kalau ada peremajaan ataupun pemotongan pohon baik penghijau jalan maupun yang digunakan untuk material bangunan, maka hulu suratnya harus dari pemerintahan Desa dulu. Maka jika kami lakukan pemotonagn tanpa ada surat permintaan/permohonan dari Desa setempat tentunya kita akan terkena dampak hukumnya," terang Risman.

Ia melanjutkan, apabila kita telah menerima surat permohonan tertulis dari Kepala Desa bersangkutan, tentunya dengan segera kita akan memberikan surat pengantar kepada polisi kehutanan untuk melakukan survei lokasi dan pemetaan, setelah data valid kita akan berikan rekomendasi ke BLH untuk melakukan peremajaan.

"Jika prosedur terpenuhi semuanya tidak akan di persulit, jika butuh bibit akan dimintakan ke Provinsi hanya tergantung kesiapan kita lagi," pungkas Risman.

Ketika MNK News menghubungi Kepala Desa Pauh Barat Kardinal Feri mengatakan, untuk melakukan peremajaan pohon pelindung jalan harus ada dulu blue print yang jelas dari Dinas terkait.

"Karena pohon pelindung jalan merupakan salah satu indikator penilaian dari Adipura, jika di tebang tanpa ada pohon pengganti, maka Kepala Desa akan dapat teguran dari Wali Kota. Dari jauh-jauh hari kita telah meminta kepada pihak BLH untuk melakukan pemangkasan secara berkala dulu, namun belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Oleh karena itu dalam waktu dekat kita akan membuat surat tertulis serta melakukan rapat koordinasi dengan dinas bersangkutan, agar adanya nanti penggantian bibit baru atau pemotongan pohon secara berkala," ulas Kardinal. (warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Sehari Hilang, Remaja di Agam Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Sehari Hilang, Remaja di Agam Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

AGAM - Buncah, ditemukan jasad remaja di tepi aliran sungai sawah, Kampung Dagang Kampung Dagang Jorong Malabur, Nagari...

Sempat Dilaporkan Hilang, Anwar Warga Bonjol Pasaman Akhirnya Ditemukan Selamat

Sempat Dilaporkan Hilang, Anwar Warga Bonjol Pasaman Akhirnya Ditemukan Selamat

PASAMAN - Anwar alias Duan (62), Warga Kampung Chaniago Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol yang dikabarkan hilang...

MUI Sumbar Dukung Seruan Tak Gunakan Salam Semua Agama, Ini Kata Buya Gusrizal Gazahar

MUI Sumbar Dukung Seruan Tak Gunakan Salam Semua Agama, Ini Kata Buya Gusrizal Gazahar

PADANG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Gusrizal mendukung seruan dan himbauan MUI Jatim agar umat Islam terutama...

ISI Padang Panjang Kembali Gelar Kriya Seni Expo #3

ISI Padang Panjang Kembali Gelar Kriya Seni Expo #3

PADANG PANJANG -- Bertemakan "Ivovasi Kreatif Produk Handycraft Masa Kini" Institut Seni Indonesia (ISI) Kota...

Bakti Sosial Karang Taruna Se-Sumbar Sangat Membantu Program Save Maninjau

Bakti Sosial Karang Taruna Se-Sumbar Sangat Membantu Program Save Maninjau

AGAM - Tunjukan kepedulian terhadap kebersihan Danau Maninjau dan cagar budaya serta situs yang belum tergali, Karang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media