Friday, 05 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Tua dan Lapuk, Pohon Penghijau Jalan di Desa Pauh Barat Pariaman Butuh Peremajaan

Rabu, 16 Maret 2016 - 00:10:10 WIB - 3005
Tua dan Lapuk, Pohon Penghijau Jalan di Desa Pauh Barat Pariaman Butuh Peremajaan


PARIAMAN - Pohon penghijau jalan yang berjumlah puluhan batang di Jalan Tepi Pantai Dusun Selatan, Desa Pauh Barat, Pariaman, Sumatera Barat (sumbar) butuh peremajaan. Pasalnya disamping sudah tua dan lapuk pohon batang dadok tersebut juga telah memakan korban jiwa.

Bujang salah seorang warga yang berprofesi sebagai pembuat batu nisan mengatakan pohon dadok tersebut telah berusia hampir sepuluh tahun sehingga selayaknyalah diremajakan.

"Selain sudah tua dan lapuk pohon dadok yang berada di pinggir jalan tepi pantai ini juga sudah beberapa kali makan korban jiwa. Beberapa tahun yang lalu seorang wanita hamil tewas oleh pohon ini, karena ketika sedang melewati jejeran pohon dadok itu, kondisi cuaca sedang badai, jadi pohon yang sudah lapuk tersebut patah dihantam angin kencang dan menimpa si pejalan kaki tadi yang juga warga Desa Pauh barat, dan tewas di tempat karna persis menimpa kepalanya sehingga remuk," kata Bujang.

Tidak itu saja lanjut nya, pada kampanye Pileg 2014 lalu peserta kampanye yang kebetulan lewat menggunakan truk tewas juga tersambar dahan pohon dadok yang menjulang kejalan, sehingga menyebabkan seorang tewas di tempat dan satu lainnya kritis di larikan kerumah sakit karena terpental dari truk yang sedang melaju kencang.

Sedangkan Bakri Kabid taman dan kebersihan BLH Pariaman mengatakan tidak memiliki kewenangan dalam peremajaan pohon pelindung Kota kecuali setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertanian.

"Kami hanya bisa melakukan pemangkasan pohon pelindung, itupun jika sudah mengganggu ke kabel listrik yang mengganggu kenyamanan warga setempat. Sedangkan untuk peremajaan atau penanaman pohon baru bukan kewenangan kami sebelum menerima surat rekomendasi dari Dinas Pertanian," katanya.

Ketika wartawan Minangkabaunews menemui Kabid Kehutanan dan Perkebunan Risman memberikan jawaban bahwa sesuai prosedur perundang-undangan kehutanan rekomendasi diberikan pada pihak BLH setelah adanya surat permohonan dari Kepala Desa/Nagari tempat keberadaan pohon pelindung.

"Sebagaimana di atur dalam undang-undang perhutanan bahwasanya pohon/kayu yang terletak dalam kawasan Desa/Nagari merupakan kewenagan kepala Desa/Nagari setempat, jadi kalau ada peremajaan ataupun pemotongan pohon baik penghijau jalan maupun yang digunakan untuk material bangunan, maka hulu suratnya harus dari pemerintahan Desa dulu. Maka jika kami lakukan pemotonagn tanpa ada surat permintaan/permohonan dari Desa setempat tentunya kita akan terkena dampak hukumnya," terang Risman.

Ia melanjutkan, apabila kita telah menerima surat permohonan tertulis dari Kepala Desa bersangkutan, tentunya dengan segera kita akan memberikan surat pengantar kepada polisi kehutanan untuk melakukan survei lokasi dan pemetaan, setelah data valid kita akan berikan rekomendasi ke BLH untuk melakukan peremajaan.

"Jika prosedur terpenuhi semuanya tidak akan di persulit, jika butuh bibit akan dimintakan ke Provinsi hanya tergantung kesiapan kita lagi," pungkas Risman.

Ketika MNK News menghubungi Kepala Desa Pauh Barat Kardinal Feri mengatakan, untuk melakukan peremajaan pohon pelindung jalan harus ada dulu blue print yang jelas dari Dinas terkait.

"Karena pohon pelindung jalan merupakan salah satu indikator penilaian dari Adipura, jika di tebang tanpa ada pohon pengganti, maka Kepala Desa akan dapat teguran dari Wali Kota. Dari jauh-jauh hari kita telah meminta kepada pihak BLH untuk melakukan pemangkasan secara berkala dulu, namun belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Oleh karena itu dalam waktu dekat kita akan membuat surat tertulis serta melakukan rapat koordinasi dengan dinas bersangkutan, agar adanya nanti penggantian bibit baru atau pemotongan pohon secara berkala," ulas Kardinal. (warman)

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

MENTAWAI - Redamkan suasana, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensi Kristen Indonesia (PIKI) Kepulauan...

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

RANTAU -- Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 03 RW 20, Bengkalis, Riau meradang, hal dikarenakan...

Hasil Swab Negatif, Sebanyak 42 orang di Pessel Pulang ke Rumahnya

Hasil Swab Negatif, Sebanyak 42 orang di Pessel Pulang ke Rumahnya

PESISIR SELATAN - Berdasarkan hasil swab, 42 orang warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) yang sedang...

Dapat Hak Istimewa, Orang-orang Ini Bebas Keluar/Masuk Jakarta Tanpa Perlu SIKM

Dapat Hak Istimewa, Orang-orang Ini Bebas Keluar/Masuk Jakarta Tanpa Perlu SIKM

NASIONAL - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mewajibkan masyarakat yang bepergian keluar/masuk DKI Jakarta...

Heboh! Jokowi Mendadak Kumpulkan Tokoh Agama di Tengah New Normal Corona, Ada Apa?

Heboh! Jokowi Mendadak Kumpulkan Tokoh Agama di Tengah New Normal Corona, Ada Apa?

NASIONAL - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin mengadakan pertemuan dengan delapan tokoh lintas agama di...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu