Monday, 26 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Jadi Pemicu Banjir, Tiga Perusahaan di Padang Disegel

Selasa, 29 Maret 2016 - 17:42:59 WIB - 1608
Jadi Pemicu Banjir,  Tiga Perusahaan di Padang Disegel


PADANG-- Tidak memiliki tinjauan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL, Tiga perusahaan dengan usaha berbeda yang berada di Kota Padang akhirnya dilarang beroperasi. Walikota Padang memasang segel tanda dilarang beroperasinya perusahaan tersebut, Selasa (29/3).

Ketiga perusahaan itu yakni dua perusahaan bergerak di bidang batching plant, PT Mitra Beton Indonesia dan PT Satika. Sedangkan satu perusahaan lain bergerak di usaha cangkang sawit.

Menurut Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo, ketiga perusahaan itu telah merugikan masyarakat sekitar. Air yang mengalir dan menjadi kebutuhan warga telah ikut tercemar. Bahkan secara tinjauan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak memenuhi dan harus ditutup. "Hari ini kita menutup dan melarang tiga perusahaan untuk beroperasi. Jika perusahaan tersebut masih beroperasi, tentu sudah melanggar hukum," ujar Walikota usai melakukan sidak ke tiga perusahaan tersebut.

Pagi itu, Walikota Padang melakukan inspeksi mendadak ke simpang jalan DPR, Tunggul Hitam. Tak jauh dari jalan Padang Bypass. Di sini Walikota melihat langsung perusahaan yang bergerak dalam usaha cangkang sawit. Saat itu, Walikota menemukan tali bandar di sepanjang tempat pengumpulan cangkang sawit sudah tertimbun tanah, sehingga air di sekitar lokasi menjadi tergenang. "Ini menjadi pemicu banjir di sini," ujar Walikota.

Ketika itu juga Walikota mencari pemilik perusahaan tersebut. Pekerja yang dipercaya mengelola perusahaan tersebut, Aceng, tidak bisa menunjukkan surat izin usahanya. Termasuk surat kelengkapan lainnya. Walikota lantas memancang tanda larangan melakukan kegiatan usaha di lokasi perusahaan tersebut karena telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2011 tentang izin gangguan. "Mulai saat ini usaha ini kami tutup karena tidak memiliki izin," ujar Walikota kepada Aceng.

Setelah itu, Walikota bergerak ke arah Lubuk Kilangan. Di sini, Walikota mendapati PT. Mitra Beton Indonesia yang juga tidak memiliki izin. Perusahaan yang berada persis di depan SPBU Indarung itu juga dilarang untuk beroperasi. Setelah menemui pemilik perusahaan tersebut, Walikota memasang tanda larangan usaha bagi perusahaan itu.

Tidak sampai di situ, Walikota menuju PT Statika yang berada di dekat Lubuak Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan. Di sini, Walikota melihat langsung kondisi air yang mengalir dari perusahaan tersebut. Walikota menemukan air yang telah bercampur dengan semen dan batu. "Limapuluh meter sepanjang sungai tidak boleh ada aktifitas. Kebutuhan air bagi warga sangat diperlukan, saat ini air sudah tercemar semen dan ketika diminum tentu akan berpengaruh kepada kesehatan, ini sangat membahayakan. Perusahaan ini kami tutup karena membahayakan masyarakat Kota Padang dan perusahaan ini harus segera pindah," kata Walikota.

Dalam inspeksi mendadak itu, Walikota didampingi Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala BPMPTSP Didi Aryadi, Kepala Satpol PP Firdaus Ilyas, Kabag Humas dan Protokol Mursalim serta lainnya. Setelah melakukan sidak, Walikota diundang Dirut PT Semen Padang, Benny Wendri untuk datang ke perusahaan tersebut. (Charlie/Mursalim)

Editor/Sumber: Charlie
Tag: padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Empat Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Solok Dinyatakan Sembuh

Empat Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Solok Dinyatakan Sembuh

KABUPATEN SOLOK -- Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand via Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok,...

Tahan Malu! Gegara Berdamai dengan Israel, Delegasi UEA Diusir Warga Palestina dari Masjid Al-Aqsa

Tahan Malu! Gegara Berdamai dengan Israel, Delegasi UEA Diusir Warga Palestina dari Masjid Al-Aqsa

INTERNASIONAL - Warga Palestina mengusir delegasi Uni Emirat Arab (UEA) dari masjid Al-Aqsa di Yerusalem, tempat...

Geger, Kapal Perang Canggih TNI Latihan Tempur Bareng Turki di Laut Mediterania

Geger, Kapal Perang Canggih TNI Latihan Tempur Bareng Turki di Laut Mediterania

INTERNASIONAL - Masih menjalani misi kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Kapal perang Republik Indonesia...

Upaya Pengendalian Covid-19, Pemkab Padang Pariaman Lakukan Koordinasi dan Sosialisasi

Upaya Pengendalian Covid-19, Pemkab Padang Pariaman Lakukan Koordinasi dan Sosialisasi

PADANG PARIAMAN - Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Sumatra Barat, Pemerintah Kabupaten Padang...

Dua Minggu Tersisa Pengerjaan Rehab RTLH TMMD Ke-109 Kodim 0311/Pessel Capai 90 Persen

Dua Minggu Tersisa Pengerjaan Rehab RTLH TMMD Ke-109 Kodim 0311/Pessel Capai 90 Persen

PESISIR SELATAN -- Dua minggu tersisa pelaksanaan kegiatan tentara manunggal membangun desa (TMMD) ke-109 kodim...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar