Saturday, 20 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Tuntut Bangun Mall di Pariaman, Mahasiswa Demo Balaikota

Minggu, 22 Mei 2016 - 17:51:43 WIB - 1841
Tuntut Bangun Mall di Pariaman, Mahasiswa Demo Balaikota


PARIAMAN - Mahasiswa harus cerdas dan positif dalam berfikir dan bertindak, jangan mau diprovokasi, pahami kebenaran sebuah isu sebelum berbuat, mahasiswa penerus bangsa, kelak akan jadi pemimpin.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman saat berdialog dengan para mahasiswa dari organisasi PMII Kota Pariaman dan HMI Kota Pariaman yang berdemo di halaman Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, jumat (20/5).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut agar siswa MTsN dan MAN diberikan sekolah gratis, sehingga diperlakukan sama dengan sekolah lainya di Kota Pariaman.

Selanjutnya, Walikota Pariaman mengatakan bahwa Pendidikan gratis yang diberikan untuk pencapaian Wajib Belajar 12 tahun, namun khusus untuk sekolah agama terbentur dengan kewenangan yang diberikan Pemerintah pada Pemerintah Daerah.

"Mahasiswa harus sampaikan aspirasi ke pemerintah pusat, agar kewenangan sekolah agama di serahkan ke Daerah, Kalau kewenangan diberikan maka saya akan programkan sekolah gratis untuk MTsN dan MAN, sekarang kita punya bus sekolah, manfaatkanlah untuk seluruh siswa yang ada di Kota Pariaman tanpa kecuali." ungkap Mukhlis Rahman.

Disamping itu, mahasiswa juga menuntut pemerataan pembangunan, penertiban parkir dan pedagang serta mengkaji kembali pembangunan pasar pariaman yang rencana akan dibangun menjadi pasar modern.

Aspirasi mahasiswa yang ditulis dikertas karton tersebut dijawab dengan lugas oleh Walikota, sebagian tuntutan mahasiswa sejalan dengan program Pemerintah Kota Pariaman, sedangkan pembangunan pasar modern merupakan kesalahpahaman mahasiswa menerima informasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

"Untuk penertiban pedagang dan parkir saya setuju, Pol PP sedang malakukan itu, tapi pembangunan pasar modren seperti mall, itu salah, yang kita bangun adalah pasar tradisional yang bersih dan teratur, yang juga akan ditempati oleh pedagang kita juga." Kata Mukhlis dengan tegas pada mahasiswa.

Pasar Nagari Pariaman, menurut Walikota kiosnya milik pedagang dan tanahnya milik nagari dan sudah dibangun puluhan tahun yang lalu dan diharapkan mahasiswa harus cerdas dan berpikiran positif dalam menyikapi ini, mahasiswa harus memahami fakta yang sesungguhnya dan jangan mau diprovokasi oleh pihak yang tidak ingin Kota Pariaman maju.

"Kalau pasar runtuh jangan Pemerintah yang disalahkan, mahasiswa jangan mudah diprovokasi, kita tetap mengedepankan dialog dengan pedagang." Ungkapnya.(H/W)

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,pariaman,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Anak Petani Asal Solsel Raih Prestasi, Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019

Anak Petani Asal Solsel Raih Prestasi, Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019

SOLOK SELATAN - Muhammad Idris putra terbaik Solok Selatan (Solsel) meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan...

Beredar Isu Bupati Solsel Dilaporkan ke KPK oleh Wabup, Wabub Siap Bersumpah Jika Ada

Beredar Isu Bupati Solsel Dilaporkan ke KPK oleh Wabup, Wabub Siap Bersumpah Jika Ada

SOLOK SELATAN - Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel) Abdul Rahman siap melakukan sumpah Mubahalah dengan Bupati Solsel...

Inilah Kondisi Pasar Semi Modern Kambang Pessel Pasca Ditinggalkan Pedagang

Inilah Kondisi Pasar Semi Modern Kambang Pessel Pasca Ditinggalkan Pedagang

PESISIR SELATAN -- Pasar semi modern Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan masih juga belum dihuni...

Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas

PASAMAN BARAT - Diduga keracunan, 29 orang siswa dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lembah...

Harga Cabai Merah di Agam Tembus Rp80ribu/Kilogram, Masyarakat Mengeluh

Harga Cabai Merah di Agam Tembus Rp80ribu/Kilogram, Masyarakat Mengeluh

AGAM -- Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, terus mengalami...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media