Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Tuntut Bangun Mall di Pariaman, Mahasiswa Demo Balaikota

Minggu, 22 Mei 2016 - 17:51:43 WIB - 1978
Tuntut Bangun Mall di Pariaman, Mahasiswa Demo Balaikota


PARIAMAN - Mahasiswa harus cerdas dan positif dalam berfikir dan bertindak, jangan mau diprovokasi, pahami kebenaran sebuah isu sebelum berbuat, mahasiswa penerus bangsa, kelak akan jadi pemimpin.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman saat berdialog dengan para mahasiswa dari organisasi PMII Kota Pariaman dan HMI Kota Pariaman yang berdemo di halaman Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, jumat (20/5).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut agar siswa MTsN dan MAN diberikan sekolah gratis, sehingga diperlakukan sama dengan sekolah lainya di Kota Pariaman.

Selanjutnya, Walikota Pariaman mengatakan bahwa Pendidikan gratis yang diberikan untuk pencapaian Wajib Belajar 12 tahun, namun khusus untuk sekolah agama terbentur dengan kewenangan yang diberikan Pemerintah pada Pemerintah Daerah.

"Mahasiswa harus sampaikan aspirasi ke pemerintah pusat, agar kewenangan sekolah agama di serahkan ke Daerah, Kalau kewenangan diberikan maka saya akan programkan sekolah gratis untuk MTsN dan MAN, sekarang kita punya bus sekolah, manfaatkanlah untuk seluruh siswa yang ada di Kota Pariaman tanpa kecuali." ungkap Mukhlis Rahman.

Disamping itu, mahasiswa juga menuntut pemerataan pembangunan, penertiban parkir dan pedagang serta mengkaji kembali pembangunan pasar pariaman yang rencana akan dibangun menjadi pasar modern.

Aspirasi mahasiswa yang ditulis dikertas karton tersebut dijawab dengan lugas oleh Walikota, sebagian tuntutan mahasiswa sejalan dengan program Pemerintah Kota Pariaman, sedangkan pembangunan pasar modern merupakan kesalahpahaman mahasiswa menerima informasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

"Untuk penertiban pedagang dan parkir saya setuju, Pol PP sedang malakukan itu, tapi pembangunan pasar modren seperti mall, itu salah, yang kita bangun adalah pasar tradisional yang bersih dan teratur, yang juga akan ditempati oleh pedagang kita juga." Kata Mukhlis dengan tegas pada mahasiswa.

Pasar Nagari Pariaman, menurut Walikota kiosnya milik pedagang dan tanahnya milik nagari dan sudah dibangun puluhan tahun yang lalu dan diharapkan mahasiswa harus cerdas dan berpikiran positif dalam menyikapi ini, mahasiswa harus memahami fakta yang sesungguhnya dan jangan mau diprovokasi oleh pihak yang tidak ingin Kota Pariaman maju.

"Kalau pasar runtuh jangan Pemerintah yang disalahkan, mahasiswa jangan mudah diprovokasi, kita tetap mengedepankan dialog dengan pedagang." Ungkapnya.(H/W)

Editor/Sumber: Warman
Tag: metro,pariaman,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pemko Solok Gelar Wisuda 1000 Hafiz Al Quran, Catat Tanggalnya

Pemko Solok Gelar Wisuda 1000 Hafiz Al Quran, Catat Tanggalnya

...

Terkait Pemberhentian 21 Orang Perangkat Nagari, PPDI Sumbar Surati Kementerian Dalam Negeri

Terkait Pemberhentian 21 Orang Perangkat Nagari, PPDI Sumbar Surati Kementerian Dalam Negeri

PADANG ARO -- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Sumatera Barat (Sumbar), kirimkan surat protes kepada Dirjen...

PMI Provinsi Sumatera Barat Menggelar Musyawarah Ke-10

PMI Provinsi Sumatera Barat Menggelar Musyawarah Ke-10

PADANG -- Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat kembali akan mengadakan perhelatan besar,...

DPRD Limapuluh Kota Sebut Bakal Panggil Kepala Daerah, Wabup Siap Diinterpelasi

DPRD Limapuluh Kota Sebut Bakal Panggil Kepala Daerah, Wabup Siap Diinterpelasi

LIMAPULUH KOTA - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menyebut dirinya siap dipanggil oleh DPRD, terkait...

Hebat, Anak Penjual Minyak Ini Dapat Beasiswa Kuliah ke Sudan

Hebat, Anak Penjual Minyak Ini Dapat Beasiswa Kuliah ke Sudan

PADANG PANJANG -- Kisah inspiratif datang dari pemuda asal Rao, Pasaman. Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa dengan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media